Minggu, 04 November 2012

Tawuran (Rakhi Cintaka - 705120090)


Definisi Tawuran
Tawuran adalah suatu tindakan perkelahian atau kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat, seperti pelajar atau warga desa. Tawuran sudah merupakan hal yang biasa di Indonesia, bahkan telah menjadi budaya (“Pengertian Tawuran,” 2012).

Jenis-jenis Tawuran
Ada dua jenis tawuran yaitu tawuran pelajar dan tawuran antarwarga. Tawuran pelajar adalah tawuran yang terjadi antar pelajar, baik dari satu sekolah atau universitas yang sama maupun berbeda (“Tawuran Antar Pelajar,” n.d.). Sementara tawuran antarwarga terjadi antar warga khususnya warga desa. “Tawuran antar warga masyarakat biasanya dimulai dengan hal-hal sepele, dan juga karena memang kedua kubu masyarakat sudah menjadi saingan sejak awal” (“Tawuran Antar Pelajar,” n.d.). Hal ini cenderung terjadi karena memperebutkan sesuatu, seperti lahan, ternak, dan lain lain.

Faktor Penyebab Tawuran
Faktor utama timbulnya tawuran ini didasari oleh adanya perilaku agresif yang dimiliki oleh seseorang. “Pada dasarnya perilaku agresif pada manusia adalah tindakan yang bersifat kekerasan, yang dilakukan oleh manusia terhadap sesamanya. Dalam agresi terkandung maksud untuk membahayakan atau mencederai orang lain” (Anantasari, 2006).
Faktor-faktor pemicu terjadinya tawuran terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu faktor internal dan faktor eksternal (“Tawuran,” 2011). Berikut adalah penjelasan mengenai faktor-faktor tersebut:
Faktor internal. Faktor internal berasal dari dalam diri seseorang. Ketika seseorang tidak dapat beradaptasi dalam lingkungan sekitarnya yang kompleks, perbedaan pandangan, budaya dan tingkat sosial tersebut menimbulkan adanya tekanan mental dalam dirinya. Orang tersebut cenderung memiliki masalah dalam internalisasi dirinya. “Dalam kamus besar bahasa Indonesia internalisasi diartikan sebagai penghayatan, pendalaman, penguasaan secara mendalam yang berlangsung melalui binaan, bimbingan dan sebagainya” (Ardiyansyah, 2011). Ia menjadi seseorang yang akan mengambil keputusan tanpa memikirkan akibatnya saat memecahkan permasalahan yang sedang ia hadapi. Hal ini juga disebabkan karena ketidakstabilan emosi dalam dirinya, sehingga ia tidak mudah mengendalikan diri dan menyalahkan pihak lain, atau lari dari masalah. Faktor internal ini sangat mendorong seseorang untuk melakukan tindak kekerasan atau perkelahian.
Faktor eksternal. Faktor eksternal berasal dari luar diri seseorang meliputi: (a) faktor keluarga; (b) faktor sekolah; dan (c) faktor alasan pribadi.
Faktor keluarga sangat berperan dalam pembentukan karakter seseorang. Hawari (dikutip dalam “Makalah Tawuran Pelajar,.” 2011) menyatakan bahwa salah satu penyebab terjadinya kenakalan remaja yang dapat menimbulkan tawuran ini dikarenakan oleh orangtua yang tidak berfungsi sebagai teladan atau figur yang baik bagi anaknya. Adanya kekerasan dalam keluarga adalah faktor pertama dari keluarga yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Jika seseorang terbiasa melihat tindakan kekerasan di dalam keluarganya, maka tidak heran jika seseorang terbiasa melakukan tindakan kekerasan karena ia tumbuh dalam keluarga yang menerapkan hal tersebut. Selain itu, jika seseorang hidup dalam keluarga yang tidak harmonis, ia akan merasa tertekan dalam keadaan keluarga yang memiliki banyak permasalahan antar anggotanya. “Suasana keluarga yang menimbulkan rasa tidak aman dan tidak menyenangkan serta hubungan keluarga yang kurang baik dapat menimbulkan bahaya psikologis bagi setiap usia terutama pada masa remaja” (“Makalah Tawuran Pelajar,” 2011).
Lingkungan sekolah adalah penyebab utama terjadinya tawuran antar pelajar. Faktor yang paling mendukung adalah dari kualitas pengajaran dan pengaruh teman. “Sekolah terlebih dahulu harus dinilai dari kualitas pengajarannya” (“Tawuran Pelajar,” 2010). Peran guru adalah menjadi teladan atau pendidik yang baik, namun kenyataannya adalah “tidak jarang ditemukan ada seorang guru yang tidak memiliki cukup kesabaran dalam mendidik anak muridnya akhirnya guru tersebut menunjukan kemarahannya melalui kekerasan. Hal ini bisa saja ditiru oleh para siswanya” (“Makalah Tawuran Pelajar,” 2011). Selain itu, dengan siapa seseorang bergaul merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan perilakunya, karena seseorang akan sangat mudah  terpengaruh oleh teman-teman sepermainannya. “Keadaan seseorang berubah sangat tergantung dengan pergaulannya, pembentukan perilaku manusia sangat dipengaruhi juga dengan lingkungan yang ada disekeliling mereka. Lingkungan yang berpengaruh besar terhadap pembentukan perilaku manusia adalah kawan dan pergaulan” (Lubis, 2011). Jika ia bergaul dengan orang-orang yang terlibat dalam tindakan kekerasan atau bahkan tawuran, ia akan cenderung ikut terlibat dalam tawuran tersebut karena didasari oleh rasa solidaritas pada temannya. “Pergaulan dan teman-teman sangat mungkin menjadi penghalang seseorang untuk menjadi pribadi yang hidup berkualitas dan penuh makna” (Lubis, 2011).
Selain itu, tawuran dapat timbul dari permasalahan seseorang atau kelompok dengan yang lainnya, contohnya seperti saling mengejek atau menyinggung dan memperebutkan sesuatu, bahkan rasa dendam satu sama lain. “Dendam menimbulkan proyeksi tawuran-tawuran berikutnya bahkan mungkin hanya dengan diawali dengan hanya saling pandang. Karena sebenarnya sudah ada kebencian yang mendasari hati mereka” (“Tawuran Pelajar,” 2010).

Dampak Tawuran
Dampak-dampak tawuran dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu dampak terhadap pelaku tawuran dan ketertiban dan keamanan umum (Pangloli, 2009; “Makalah Tawuran Pelajar,” 2011). Pelaku tawuran akan mengalami kerugian fisik seperti cidera kecil atau besar atau bahkan kematian, maupun gangguan psikis seperti trauma. Pelaku akan kehilangan kepercayaan dari orang-orang sekitar dan tentu saja moralitasnya akan menurun. Ia cenderung tidak memiliki rasa tolerasi, tenggang rasa dan menghargai orang lain. Dampak-dampak tawuran juga dirasakan oleh masyarakat serta fasilitas umum sekitar. Hal-hal tersebut telah mengurangi kenyamanan masyarakat karena adanya rasa tidak aman dan tidak tertib di lingkungan sekitarnya. Masyarakat sekitar tempat terjadinya tawuran dapat menjadi korban dan mengalami kerugian. Korban dapat mengalami kerugian fisik seperti cidera kecil atau besar maupun kematian dan kerusakan rumah atau kendaraan jika saat pelaku tawuran melemparkan sesuatu (seperti batu, dan lain-lain) ia tak sengaja mengenainya. Selain itu, fasilitas umum disekitar tempat kejadian tawuran dapat dirusak baik secara sengaja maupun tidak. Contoh fasilitas umum adalah toko, bus umum, halte, telefon umum, dan lain-lain.

Penanggulangan Tawuran
Ada berbagai cara untuk menanggulangi tawuran. Cara-cara tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 (Pangloli, 2009; “Makalah Tawuran Pelajar,” 2011), yaitu: (a) pengajaran, terdiri dari memberikan pendidikan moral melalui orang tua dan acara atau kegiatan sekolah, serta menghadirkan figur atau teladan yang baik seperti seorang guru, orang tua, dan teman atau kerabat yang memiliki kepribadian baik dan kemampuan untuk mengarahkan seseorang untuk berperilaku baik; (b) perhatian, orang tua berperan untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anaknya khususnya dalam mengawasi pergaulan mereka (“Pengertian Tawuran,” 2012); dan (c) mawas diri, seseorang harus melakukan intropeksi diri untuk mengetahui kelemahan dirinya dan memperbaiki sifat-sifat yang tidak sesuai dengan nilai norma dan moral (Kartono, 1986).

Daftar Pustaka
Anantasari. (2006). Seri pustaka familia: Menyikapi perilaku agresif anak. Yogyakarta: Kanisius.
Ardiyansyah, M. A. (2011). Proses internalisasi nilai. Diunduh dari http://www.majalahpendidikan.com/2011/04/proses-internalisasi-nilai.html
Kartono, K. (1986). Psikologi sosial 2: Kenakalan pelajar. Jakarta: Rajawali.
Lubis, A. (2011). Pengaruh kawan dalam membentuk perilaku dan karakter. Diunduh dari http://fimadani.com/pengaruh-kawan-dalam-membentuk-perilaku-dan-karakter/
Makalah tawuran pelajar. (2011). Diunduh dari http://iftitahnjk.blogspot.com/2011/06/makalah-tawuran-pelajar.html?m=1
Pangloli, A. A. (2009). Tawuran, ga jaman gitu loch. Diunduh dari http://www.kekal-indonesia.org/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=54
Pengertian tawuran. (2012). Diunduh dari http://www.tutorialto.com/pendidikan/1127-pengertian-tawuran.html
Tawuran. (2011). Diunduh dari http://keantere21.blogspot.com/2011/09/tawuran.htmli?m=1
Tawuran antar pelajar. Diunduh dari http://www.scribd.com/mobile/doc/31705681
Tawuran pelajar. (2010). Diunduh dari http://daimabadi.blogdetik.com/2010/04/27/tawuran-pelajar/comment-page-1/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar