Kamis, 08 November 2012

DEPRESI PASCA MELAHIRKAN PADA IBU DEWASA MUDA DAN EATING DISORDER (Shanti Leli Umboh)


Perempuan merasa senang ketika dirinya dinyatakan hamil. Seiring dengan berjalannya waktu, perempuan merasa khawatir tentang bayi yang dikandungnya ataupun merasa senang menantikan kelahiran bayinya. Akan tetapi, perasaan senang tersebut tidak dapat bertahan lama karena setelah melahirkan dan kembali ke rumah, seorang ibu merasa tidak tahu apa yang akan ia lakukan terhadap bayinya. Hal ini dapat disebut sebagai baby blues. Baby blues adalah perasaan sedih yang dialami seorang ibu pasca melahirkan. Kondisi ini biasanya terjadi selama 14 hari pasca melahirkan. Baby blues dapat diatasi dengan adanya social support yang benar-benar dapat diandalkan, contohnya suami yang ikut membantu mengurus bayi, ibu kandung atau ibu mertua yang dapat membimbing dan memberitahu cara-cara merawat bayi. Cara mengatasi atau mengurangi baby blues yang akan dialami lainnya ialah mengikuti kelas pelatihan mengenai cara mengendong, memandikan, merawat bayi sebelum melahirkan. Baby blues dapat berkembang ke arah depresi ketika tidak dapat mengatasi gangguan yang diderita.
Permasalahan lain yang dialami oleh kebanyakan perempuan adalah eating disorder. Eating disorder terbagi atas tiga macam, yaitu bulimia, anoreksia, dan binge eating. Bulimia ialah memuntahkan kembali makanan yang telah dimakan dan melakukan olahraga secara berlebihan; anoreksia merupakan penolakan terhadap makanan karena merasa takut ketika berat badannya naik atau merasa gendut walaupun orang lain menilai bahwa dirinya tidaklah gendut; binge eating adalah makan secara berlebihan tanpa dikontrol. Perempuan kebanyakan merasa bahwa cantik itu harus kurus sehingga melakukan berbagai macam diet yang ternyata cara diet tersebut tidak baik atau benar. Terkadang perubahan persepsi pun dapat terjadi pada seseorang yang menderita anoreksia, di mana ia berpikiran bahwa ia masih gendut dan memiliki berat badan yang berlebihan. Seseorang yang telah mengalami perubahan persepsi, biasanya dialami oleh orang menderita anoreksia, dapat disembuhkan asalkan si penderita berkeinginan sendiri untuk sembuh dan bukan atas kemauan orang lain. Cara untuk mengatasi eating disorder dapat dilakukan dengan adanya pengawasan yang benar dari orang tua dan orang-orang disekitarnya, seperti teman. Jika ada orang disekitar kita yang mulali menunjukkan gejalan gangguan makan, maka kita dapat mulai menyadarkan akan kesalahan yang diperbuatnya. Orang berpikiran bahwa memiliki gangguan makan bukanlah suatu perkara yang besat, akan tetapi ternyata efek yang dapat ditimbulkan cukup besar dan berbahaya, seperti kerusakan tenggorokan pada kasus bulimia, kerusakan lambung dan yang paling parah serta memungkinkan terjadi ialah kematian. Maka dari itu, mulai sekarang marilah kita menjaga pola makan kita dengan baik dan apabila ingin melakukan diet, sebaiknya berkonsultasi ke dokter mengenai cara yang tepat untuk diet. Bersyukurlah atas bentuk tubuh dan makanan yang telah kita punya. J

6 November 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar