Rabu, 24 September 2014

Man or Woman can be The Victim (Nadya Puspita Ekawardhani)

Apakah anda bahagia dengan hubungan anda dengan pasangan anda saat ini (baik hubungan menikah ataupun pacaran)? Apakah menurut anda cinta dapat semakin bertumbuh ditengah persoalan yang anda hadapi bersama pasangan anda? Atau sebaliknya, permasalahan apa yang membuat anda memutuskan hubungan anda dengan pasangan anda? Tentu akan ada banyak sekali ragam jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut dan silahkan anda renungkan sendiri jawabannya ;)
     Menurut saya pribadi, kebahagian dalam sebuah hubungan tergantung dari seberapa besar diri kita sendiri menerima situasi yang ada, terutama penerimanaan segala kekurangan yang tampak di luar ekspektasi diri, baik kekurangan diri sendiri maupun pasangan. Namun, perlu diingat pula batas-batas kekurangan apa yang dapat ditolelir. Tidak menutup kemungkinan, tak terpenuhinya sebuah ekspektasi dapat memicu segudang masalah. Bahkan istilah "rumput tetangga selalu lebih indah"-pun dapat mulai muncul walau hanya dalam pikiran. Mengagumi keberhasilan hubungan pasangan lain atau mengagumi pribadi yang bukan pasangan kita adalah wajar. Hanya saja, sangat perlu untuk menjaga diri agar tidak terlampau kagum sampai menimbulkan masalah. Selain itu, terkadang seseorang yang pernah hadir di masa lalu juga dapat menjadi hal krusial yang memicu timbulnya masalah dalam hubungan yang sedang berjalan, baik dalam hubungan pacaran atau bahkan dalam hubungan pernikahan. Saat mengikuti kelas perilaku seksual pertemuan keempat, dijelaskan mengenai tiga tipe extramarital affairs (perselingkuhan) yaitu, seksual, emosional dan seksual, dan emosional. Kemudian dijelaskan pula mengenai empat tahap extramarital affairs. Tahap pertama, mulai adanya kedekatan emosional selain dengan pasangan resmi yang menimbulkan ketertarikan. Tahap kedua, ketertarikan tersebut berkembang menjadi hubungan yang dirahasiakan. Tahap ketiga, frekuensi kegiatan bersama hubungan yang dirahasiakan tersebut semakin bertambah. Tahap keempat, frekuensi kegiatan bersama yang semakin bertambah dapat berkembang menjadi sexual affairs yang menimbulkan emotional sexual affairs. Rasa tidak puas yang berujung perselingkuhan tidak memandang gender, baik laki-laki maupun perempuan dapat menjadi pelaku atau korban. 
     Semua permasalahan yang timbul dapat teratasi dengan adanya kerjasama antar pribadi dalam sebuah hubungan. Tidak akan pernah ada hubungan pernikahan atau pacaran yang sempurna, karena pada dasarnya manusia tidak pernah puas dan memiliki ekspektasi yang berbeda-beda. Masalah dapat dijadikan pembelajaran untuk menjadi lebih baik, tetapi ada beberapa masalah yang perlu ditegaskan dampaknya. Selalu jujurlah dengan pasangan dalam situasi apapun. Even he/she isn't the best lovers, but don't ever cheat on her/him! Everyone deserve to be loved! 

15 September 2014

Marriage (Virna Anggraini)

Menikah....adalah suatu keadan dimana seseorang sudah tidak lagi menjalankan berbagai macam aktivitasnya sendirian namun memiliki pasangan yang mampu membantunya memaknai hidup.

     Siapa orang di dunia ini yang tidak ingin menikah ?? tentunya .... tidak ada satupun orang di dunia ini yang memiliki cita-cita untuk tidak menikah terkecuali memang dirinya yang menolak dan menyangkal untuk menikah. tetapi, saya yakin dari lubuk hati yang paling dalam setiap manusia pasti mendambakan sebuah pernikahan dan hidup bersama orang yang benar-benar mencintai dan dia cintai. 
     Pernikahan adalah sesuatu yang sakral yang tidak seharusnya tidak sembarangan di lakukan dan membutuhkan komitmen antara kedua pasangan untuk menjaga tali pernikahan yang akan mereka bina tersebut. dari beberapa kasus yang sering saya jumpai banyak sekali teman-teman saya sudah menikah di usia muda dengan persipaan yang belum begitu matang. sehingga pernikahan tidak lagi menjadi indah bahkan menjadi lintasan air mata untuk terus mengalir deras. kerap kali mereka mendapatkan permasalahan-permasalahan dalam pernikahan berkaitan dengan emosi, pekerjaan dan tuntutan - tuntutan lainnya. dan saya sebagai baian pengamat hanya bisa mengamati dan tersenyum sambil sesekali memberikan saran untuk beberapa teman saya yang sedang merasakan hal tersebut. pada saat menikah mereka tidak memiliki persiapan apapun, mereka tidak memiliki pemikiran-pemikiran yang panjang yang harus mereka pikirkan, yang ada di pikiran mereka hanyalah mereka bisa menikah saat itu dan melangsungkan pesta pernikahan pada saat itu. sehingga beberapa masalah yang harusnya tidak menjadi masalah mulai muncul. 
     saya juga banyak belajar dari beberapa teman saya sehingga saya terus dan terus belajar mempelajari beberapa dari kasus mereka yang menikah muda. juga karena saya belum tertarik untuk menikah di usia muda, alasannya bukan hanya karena saya tidak tertarik namun, saya merasa saya masih memiliki tanggung jawab yang penuh terhadap kebahagiaan orang tua saya kelak. saya merasa masih harus membayar hutang kepada orang tua saya walaupun saya menyadari tidak ada satu hal pun yang dapat menggantikan apa yang sudah diberikan orang tua saya kepada saya. namun, belajar dari pengalam orang tua saya pula sehingga saya tidak bernniat menikah di usia muda. 
     bahkan banyak juga diantara beberapa teman saya mereka melakukan kohabitasi, dimana mereka belum sepantasnya tinggal bersama namun, mereka sudah tinggal bersama. menurut saya, apabila seseorang sudah mencapai melakukan hal tersebut berarti mereka sudah sangat terikat, bagaimanapun mereka sudah mengawalinya dengan tidak baik maka akan susah untuk mengakhirnya dengan sangat baik. untuk itu saran saya adalah jangan pernah mencoba satu hal pun yang nantinya akan memberikan dampak negatif terhadap kita dan pasangan. karena, bila sekali saja mencoba maka akan sangat sulit untuk melepaskan kebiasaan tersebut. 
     dan kepuasan pernikahan juga tentunya dipengaruhi oleh banyak hal. saya juga mencoba mengamati dari sekitar bahwa pada saat mereka sudah tidak bisa lagi berkomunikasi dengan baik dengan pasangannya maka itu akan sangat berpengaruh terhadap pernikahannya. bagaimana pasangan mengontrol emosinya dan mencintai istrinya juga mempengaruhi kepuasan pernikahannya. 
     contohnya saja pada orang terdekat saya, mereka adalah suami istri yang bisa dikatakan memiliki komunikasi yang buruk satu dengan yang lainnya. salah satu pasangannya selalu mengancam bahkan selalu meledak-ledak emosinya pada saat pasangan yang satunya melakukan kesalahan kecil. sehingga yang terjadi sekarang adalah hubungan mereka bukan seperti suami-istri tetapi terlihat seperti musuh dengan musuh yang sama-sama mencari kesalahan pasangannya masing-masing. sehingga saya belajar banyak hal dari hal tersebut. saya mencoba tetap teguh dengan prinsip yang sudah saya anut dari kecil. saya lebih memilih untuk mendapatkan laki-laki yang memiliki komitmen dari pada laki-laki kaya raya namun tidak bisa menjaga komitmennya dengan baik. 
     untuk itu, untuk mendapatkan kepuasaan pernikahan dan pernikahan yang bahagia kita perlu mempertimbangkan banyak hal yang matang untuk masa depan, melihat sisi buruk dan baik dari pasangan sehingga kita bisa sedikit meramalkan laki-laki tersebut di masa depan (walaupun pada dasarnya belum tentu  terlihat sisi buruknya pada saat pacaran). 

15 September 2014

Knowing More About The Science of Sex Appeal (Sannia Wina)

Sekarang ini saya akan membahas mengenai film "The Science of Sex Appeal"
film ini menceritakan mengenai bagaimana seseorang bisa tertarik dengan lawan jenis dan beberapa hal yang mempengaruhi ketertarikan antar lawan jenis.

Wajah Simetris - Wajah tidak Simetris
Penelitian membuktikan bahwa seseorang yang memiliki wajah yang simetris memiliki ketertarikan yang lebih dibandingkan dengan seseorang yang wajahnya lebih tidak simetris. Penelitian ini mencoba untuk membuktikannya dengan mengubah wajah seseorang menjadi sangat simetris dan membandingkannya dengan wajah yang sudah dibuat tidak simetris. Hasilnya? Banyak sekali orang yang lebih tertarik dan menyenangi wajah seseorang yang sudah dibuat sangat simetris.
Menurut saya, seseorang memang akan lebih tertarik dengan wajah yang sangat simetris. Tetapi, saya percaya bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Jangan semata-mata karena ketidaksimetrisan yang mungkin kita miliki, kita menjadi tidak percaya diri dan malah ingin melakukan operasi untuk merubah wajah kita. Saya percaya bahwa mencari pasangan tidak semata-mata dikarenakan wajahnya :D

It's a Woman or a Man?
Selain kesimetrisan wajah, terdapat hal lain yang mempengaruhi ketertarikan seseorang terhadap lawan jenis, yaitu bentuk tubuh seseorang. Umumnya, wanita idaman adalah wanita yang memiliki pinggang yang berlekuk. Hal ini merupakan hal biologis, karena laki-laki melihat wanita yang berlekuk dianggap dapat melahirkan anak dengan baik. Selain itu, bagian tubuh laki-laki dan perempuan sudah kita pahami sejak lama dan sudah masuk ke dalam alam ketidaksadaran kita. Misalnya, ketika kita melihat seseorang dengan badan yang penuh otot dan dada yang tegap dan bidang. Pasti kita akan mengganggap orang tersebut adalah seorang laki-laki. Begitupula sebaliknya, ketika kita melihat seseorang wanita dengan pinggang berlekuk dengan dada dan pinggul yang besar, sudah pasti kita akan mengganggap orang tersebut adalah wanita. Hal ini merupakan salah satu penelitian yang sudah dilakukan. Sebagian besar orang akan melihat seseorang dari bagian dada dan pinggang karena dari bagian tersebut, laki-laki dan perempuan mudah untuk dibedakan. Nah untuk jawaban dari gambar di atas adalah.... sebagian besar orang akan menjawab perempuan karena lekukan pinggang yang dimilikinya. Tetapi sebenarnya, gambar tersebut dibuat netral bukan laki-laki, maupun perempuan. Saya juga menjawab itu seorang gambar perempuan kok! :)

Suara juga merupakan penentu apakah seseorang dinilai menarik oleh lawan jenis atau tidak. Wanita yang memiliki pitch suara yang lebih tinggi akan lebih dinilai menarik, sebaliknya laki-laki yang memiliki pitch suara yang rendah dinilai lebih menarik oleh lawan jenis. Suara wanita akan terdengar lebih menarik dan tinggi apabila mendekati masa ovulasi. Hal ini terjadi secara biologis dan tanpa dibuat-buat loh :)
 
Wanita juga merupakan pemilih sejati! hehehehe :D  penelitian membuktikan bahwa gaji seorang laki-laki ataupun mobil yang dimilikinya dapat mempengaruhi ketertarikan wanita terhadap dirinya. Hmm, menurut saya hal ini memang penting (sebagai seorang wanita :p) soalnya sebagai seorang wanita kita memang membutuhkan pasangan yang sesuai dengan pikiran kita, dapat menjaga perasaan dan juga kepastian masa depan. Bagaimana kita mau memilih seorang laki-laki pemalas, pemarah, dll? a big no! Jadi, laki-laki, yuk kuliah dan bekerja dengan rajin dan baik nyehehehhe #kodekode

Selain itu, ternyata kita juga dapat tertarik dengan lawan jenis dari aroma tubuhnya! Semakin keringetan, semakin sexy??! Hmm, hal tersebut memang bisa terjadi kalau kita memang menyukai aroma tubuh lawan jenis kita. Nah, hal ini juga terjadi secara biologis tanpa dibuat-buat. Kalau kita seorang wanita, tidak akan mungkin menyukai aroma saudara laki-laki kita loh! Why? Soalnya secara alamiah, tubuh kita itu sudah menolak adanya incest. Incest itu adalah hubungan antara saudara kandung. Jadi, walaupun kita sudah puluhan tahun tinggal bersama saudara lawan jenis kita, kita tidak mungkin bisa menyukai mereka (walaupun ada beberapa kasus yang bisa terjadi aja sih...)

Nah, itu dia beberapa hal yang dapat mempengaruhi ketertarikan seksual antar lawan jenis. Tetapi, yang menurut saya dibanding semua hal biologis tersebut adalah perilaku yang kita tunjukkan ke lawan jenis. Yes, a good attitude is the answer! Bagi saya, akan sangat percuma jika seseorang memiliki wajah dan tubuh yang sempurna, tanpa perilaku dan sikap yang baik, jujur, dan tanpa pamrih! :)
See ya on the next post!

16 September 2014

Create Your Own Happy Marriage! (Sannia Wina)

Ketika kita memutuskan untuk memiliki pasangan, apakah sebenarnya kita sudah memikirkan secara matang mengenai hal tersebut?
Banyak sekali orang yang terkadang salah dalam memilih pasangan yang tepat untuk dirinya sendiri. Dalam memilih pasangan, tentu kita harus memikirkan bibit, bebet, dan bobot dari orang tersebut.
Sebagian banyak orang memilih pasangan berdasarkan persamaan agama dan ras etnis saja
 Padahal, memiliki persamaan dalam cara berpikir juga penting loh! Bayangkan saja apabila kita memiliki pasangan yang tidak sepikiran dengan kita, tentu akan menimbulkan pertengkaran setiap harinya.

Jika kita sudah menemukan pasangan yang tepat, maka pada umumnya pasangan akan meresmikan hubungan mereka dalam tali pernikahan. Pasangan kita tersebut sudah diterima oleh orang tua, keluarga, teman-teman, diri kita sendiri, dan sah secara agama dan negara maka disebut dengan pernikahan yang sah.

Nah, pasti dari kalian semua pernah mendengar istilah nikah siri. Buat yang belum tau, sebenarnya nikah siri itu adalah pernikahan yang hanya sah secara agama, tetapi tidak sah secara negara. Nikah siri itu sangat amat tidak menguntungkan bagi kaum perempuan karena apabila laki-lakinya kabur, maka wanita tidak dapat meminta hak-haknya apalagi menuntut via meja hijau! (ya iya lah, pernikahan nikah siri kan tidak tercatat di negara)

Selain nikah siri, juga ada yang namanya kohabitasi. Kalau kohabitasi, lebih merugikan lagi, karena pasangan hanya tinggal bersama dan melakukan hubungan layaknya suami istri tanpa adanya tanda sah dari agama, apalagi dari negara. Selaknya pacaran saja, jika sewaktu-waktu si pria pergi, wanita tidak mendapatkan hal apapun.

Jadi,.... jika kita mau menikah nanti, maka lakukanlah pernikahan yang disahkan oleh negara dan agama. Pastinya lebih aman, nyaman dan tentu membahagiakan kedua belah pihak hehe. Pernikahan yang membahagiakan tentu akan memberikan kesehatan psikologis yang jauh lebih baik untuk kita, pasangan kita, calon anak kita, dan seluruh keluarga kita! :D

Selamat mencari pasangan hidup dan menciptakan kebahagiaan Anda! ^____^
Untuk yang sudah punya pasangan hidup yang tepat, congratulations!

16 September 2014
#quotesoftheday 

Yakin Mau Nikah Buru-Buru ? (Herlanto Tussryan)

Menikah di usia muda mungkin sudah hal biasa, namun pendapat saya, biasanya individu yang memilih untuk menikah di usia muda belum matang untuk membentuk suatu keluarga. Banyak hal yang dapat menyebabkan pernikahan di usia muda itu menjadi retak. Kurangnya ekonomi untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari, masih labilnya emosi dari individu tersebut ataupun pasangannya, adanya keinginan untuk "have fun" ketika muda dan belum menginginkan anak, padahal sebetulnya anak adalah pelengkap dari suatu pernikahan.

Selain adanya keinginan untuk menikah di usia muda, terkadang ada juga keterpaksaan untuk menikah di usia muda dikarenakan beberapa hal, diantaranya hamil sebelum menikah, dijodohkan orangtua, alasan bisnis orangtua (meskipun yang terakhir jarang terjadi di Indonesia). Yang menjadi sorotan utama saya adalah alasan pertama, hamil sebelum menikah. Fenomena ini sudah banyak terjadi di Indonesia, ada yang katanya kalo ga mau berhubungan intim artinya ga sayang. Jadilah si perempuan terpaksa melakukan hubungan intim dengan pria yang mengancam dengan perkataan cinta. Padahal seperti kata Ibu Henny sendiri, pria yang baik adalah pria yang tidak akan menyentuh wanitanya sebelum pernikahan yang resmi. Menyentuh disini berarti menyentuh bagian-bagian yang sensitif yah, kalo hanya pegangan tangan dan ciuman menurut saya sih masih oke, asal jangan abis ciuman lupa daratan aja.

Jadi menurut saya, pernikahan itu adalah peristiwa sekali seumur hidup yang tidak dapat diulang lagi. Pernikahan juga suatu hal yang sakral, menurut agama saya, apa yang sudah dipersatukan oleh Allah tidak dapat dipisahkan oleh manusia. Makanya sebelum menikah Pastur akan meminta calon Pasutri untuk mengucapkan janji pernikahan di depan altar dan para saksi. Janji ini bukan semena-mena janji yang dapat dilanggar oleh manusia, namun ini adalah janji seumur hidup dari 2 individu yang telah dipersatukan oleh Allah. So, sebelum menikah, pikirkan dulu apakah saya sanggup menjalankan seumur hidup saya dengan orang ini ? Apakah saya dapat menerima segala kekurangannya ? Apakah saya mampu tetap berada disampingnya disaat suka maupun duka ? Dan jangan lupa melihat bibit, bebet, dan bobot dari individu tersebut.

Cuz you And I Were Meant To Be. (O'Chandy Marshiedfer)

Kadang kita berpikir pacaran itu apa sih? Berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam pacaran supaya bisa mengenal lebih dalam pasangan kita? Apa saja hal perlu yang dibicarakan? Apa saja yang dilakukan saat pacaran? Pelukan? Ciuman? Hal-hal romantis lainnya seperti di film-film?? Well, tentunya masih ada banyak pertanyaan lainnya di benak Anda. Eh eh.. Tunggu dulu, sebelum mengumbar makin banyak pertanyaan terkait, penulis ingin mengemukakan kalau pacaran itu proses menemukan pasangan hidup. Yang namanya proses, ada yang namanya coba-coba, tapi yang namanya coba-coba harus hati-hati karena sepintar-pintarnya tupai melompat pasti akan jatuh juga. J Dalam pacaran ada baiknya bila kita tidak overmesra baik di publik maupun pribadi, yang rugi kamu loh. Kenapa? Hmm misalnya aja dari panggilan udah panggil papa mama, ketika hubungan kandas, kamu resmi jadi janda/duda. Hahaha.. XD #intermezzodikit Yah misalnya aja kamu melakukan hubungan seks dengan pasangan kamu, tapi dia meninggalkan kamu begitu saja. Walaupun hamil atau nggak hamil, tapi kamu tetap merasa malu dan rugi, kan?
     Pacaran sih oke oke aja, tapi untuk first step ada baiknya tidak melakukan yang penulis sebut dengan romantic action, seperti berpelukan dan berciuman. Setelah melakukan romantic action tersebut, kadang kita tidak menggunakan logika, tapi justru keinginan lahiriah yang mendorong tindakan kita selanjutnya. Terus apa yang harus dilakukan? Yah, simple aja, make ground rules for both of you . Tapi kan ga seru??Well, mencegah lebih baik daripada mengobati, kan? J Nah, perlu dicatat, semasa pacaran baik laki-laki maupun perempuan itu cenderung faking (good or bad), jadi perlu diteliti lagi tuh pasangan kalian, temen-temen. Misalnya cowo perokok, tapi dia bilang kalau dia bukan perokok. Nah nanti ketika sudah menikah baru kelihatan belangnya. So, hati-hati, perhatikan bibit, bebet, bobotnya.
     Gimana kalau pasangan itu selama ini hanya yes yes no no aja? Kalau diajak ngobrol, kamu yang paling bawel? Setiap komunikasi hanya bilang “ilu, kangen, met pagi, udah makan belum?” dan masih banyak lagi, itu basi, bangett. Kalau pola komunikasi hanya gitu-gitu aja, repair kalau nggak tinggalkan aja. Pola komunikasi itu tergantung pada respon lawan bicara kamu, atau memang ada faktor dari diri masing-masing yang harus diperbaiki.
     Pacaran dalam waktu yang lama juga membuat pasangan bertanya-tanya mau dibawa kemana hubungan ini?? Yah kalau udah merasa klik alias cocok satu sama lain, mau sampai kapan menikmati dunia berdua aja?  Kecuali kalau kamu nggakberani komitmen, just be honest, walaupun kamu mungkin dapat cap lima jari di pipi,it’s okay rather than trap in hell marriage. Kadang kunci (jujur) hubungan yang satu ini sering dianggap sepele oleh kebanyakan orang yang akhirnya membawa petaka di masa mendatang. Syukur kalau pasangan memang menerima kamu apa adanya, kalau tidak, relakan saja, toh manusia di bumi over produksi.. hehehe.
     Pacaran udah, sekarang mau nikah nih. Tanyakan kembali pada diri dan hati masing-masing, sudah siapkah secara mental dan fisik? Apakah kamu dan pasangan memegang komitmen untuk berkeluarga? Kalau ya, selamat dan lanjutkan berpegang teguh dengan komitmen Anda bersama karena perceraian terjadi karena komitmen yang kurang sebelum pernikahan. That’s all! Semoga membantu yah. :D

”I would like to spend the rest of my life with you and let death do us part, not the third party.” - Candee Ginger.

16 September 2014 

Kohabitasi (Syifa Saviriandini)

Halo! Selamat malaaaammm..... kali ini saya akan bahas tentang kohabitasi. Apa sih itu kohabitasi ? Nah kohabitasi itu biasa orang awam kenal dengan sebutan'kumpul kebo' . Jadi, dua orang dengan jenis kelamin berbeda tinggal dalam satu rumah dan melakukan hubungan seksual tanpa ikatan pernikahan.
Apa sih keuntungan dari kohabitasi ini ? Keuntungannya adalah kita bisa mengenal pasangan kita secara mendalam. Ini dikarenakan mereka tinggal satu rumah sehingga banyak waktu yang dapat mereka habiskan bersama. Tetapi, dibalik keuntungan pasti ada kerugian. Terutama dari segi agama dan lingkungan masyarakat. Dari segi agama pasti tidak diperbolehkan. Sedangkan dari lingkungan pasti ada pandangan negatif dari orang di lingkungan sekitar apalagi hubungan ini kan tanpa ikatan pernikahan, pandangan negatif dari orang lain akan lebih kuat.
 
Lalu apa bedanya kohabitasi dengan nikah siri? kalo kohabitasi ini kan tanpa ikatan pernikahan jadi pasangan tidak menikah tetapi nikah siri mereka nikah tapi hanya secara agama saja, hukumnya tidak.Nah, kohabitasi dan nikah siri ini dapat merugikan anak yang lahir dari pasangan yang seperti ini. anak tidak memiliki akte yang jelas karena ayah dan ibunya tidak punya ikatan pernikahan secara hukum. jadi, yang paling baik memang pernikahan yang sah secara agama dan hukum. 

Satu hal yang penting, kohabitasi itu juga butuh komitmen. sama hal nya dengan pernikahan. mereka juga terikat secara emosional dan seksual. walaupun mereka tidak menikah secara sah tetapi mereka punya komitmen yang kuat terhadap pasangannya. misalnya tidak selingkuh atau tidur dengan wanita atau pria lain. 

Di Indonesia sendiri, ini masih dipandang negatif.masyarakat masih suka ikut campur dengan urusan orang lain apalagi dengan hal yang berhubungan yang seperti ini, laki-laki dan perempuan yang tinggal dalam satu rumah tapi tidak ada ikatan yang jelas. pasti kalian sering kan liat sinetron-sinetron di TV yang kalo ada cewe-cowo bukan muhrim satu rumah terus di tangkap basah dikira lagi berhubungan seksual ? nah mungkin masih seperti itu gambaran masyarakat kita. kalau menurut saya sih ya, tanpa memandang segi agama pastinya, tidak apa-apa pasangan melakukan kohabitasi asal pasangan itu tahu dan bisa menerima resiko yang akan mereka terima terutama dari lingkungan dan keluarga. karena belum tentu keluarga menyetujui hubungan yang seperti ini. tetapi, saya tidak sepenuhnya setuju dengan hubungan ini karena menurut saya hubungan ini lebih banyak merugikannya daripada menguntungkannya.

17 September 2014

Divorce isn't tragedy. A tragedy is staying in an unhappy marriage (Erwin Pangiawan)

Why people get divorce?

perceraian sangat rentan terjadi di era sekarang. Komitmen atau perjanjian diatas kertas pun hanya sebatas ucapan semata yang di pandang sebagai hal yang mudah dalam mengucapkan janji nikah. Dari kata "why" kita sudah tau punya banyak faktor untuk perceraian itu terjadi dalam jalinan pernikahan. 

Perceraian memiliki banyak faktor utama dan saya akan membahas 3 hal utama yang paling mendasar ketika seseorang bercerai yang terjadi di indonesia  :D

1) ekonomi
Ya, ini masi sangat rentan terjadi karena suami tidak memiliki pekerjaan yang tepat atau dalam situasi ini harus membiayai anggota keluarga seperti anak dan ibunya. Atau wanita yang berkarir lebih cenderung untuk independent sehingga bercerai dan hidup sendiri menjadi mampu. Saya pernah melihat dan memantau sebuah kasus, jadi suami tidak memiliki pekerjaan dan istri memiliki pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, singkat cerita istri kabur ke tempat asalnya dan kemudian meninggalkan suaminya di Kota A. Bukan kah hal ini tragis apabila terjadi seperti ini? Jadi, hubungan komunikasi pun berakhir tanpa ada status bercerai secara hukum. Tapi hal seperti ini harusnya diselesaikan secara hukum agar status pernikahan menjadi jelas. Untuk menyelesaikan masalah seperti  ini sebaiknya melakukan konsultasi kepada psikolog sekaligus mengobati kondisi psikologis. 

2) komunikasi
Hal ini juga berpengaruh apabila kondisinya suami hanya sibuk dengan teman, menghabiskan waktu dengan teman sehingga merupakan keluarga. Hal ini pun dianggap salah karena komitmen setelah menikah penting. Karena pernikahan harus mementingkan keluarga dan menyampingkan segala kepentingan serta kebutuhan pribadi. Kejadian seperti ini 90% terjadi di era sekarang ini, dan berpengaruh besar pada tingkat perceraian. 

3) tidak mengadakan konseling pranikah terlebih dahulu
Konseling pranikah? Buat apaan nih? Di negara Indonesia masih sulit untuk menerapkan tradisi konseling senelum menikah. Awalnya ini pandangan seseorang mengenai konseling itu tidak berguna. Orang malah berpikir "buat apa konseling?", "pernikahan kan asal sah secara hukum aja". Pernikahan bukan sampai ke tahap itu aja, tetapi tahap mencapai pernikahan itu ibarat segitiga yang akan membentuk lancip dan mengerucut di ujungnya. Pernikahan itu harus jelas dan tepat tujuan serta komitmen yang kuat untuk mampu melanjutkan status pernikahan hingga seterusnya. Sehingga bentuk konseling berupa klarifikasi tentang pribadi masing-masing, serta dihadapkan berupa contoh ketika menghadapi masalah yang sulit dalam pernikahan. Maka, konseling pranikah sangat disarankan untuk memperjelas status pernikahan pada nantinya. Pasangan pun akan jauh lebih mengenal pasangan lainnya lebih dari sekedar proses pacaran melainkan pada akhirnya memutuskan "ya, kamu memang pasangan hidupku". :) 


17 September 2014

Fall in Love (analisis film The Science of Sex Appeal) (Yohana Pratama)


Teman-teman, saat kalian memberitahukan bahwa kalian sudah mempunyai pacar kepada sahabat atau keluarga, pernah tidak kalian ditanya apa alasan atau apa yang membuat kalian menyukai pacar kalian??? Pasti pernah kan??? Nah, kalian menjawab apa??? Sebagian besar dari pengalaman atau cerita dari orang lain, apabila seseorang ditanya tentang hal tersebut maka biasanya orang akan mengatakan bahwa pacar atau pasangannya adalah orang yang baik, pengertian, ramah, dan sebagainya. Lalu, adapula orang yang hanya mengatakan seperti ini “yah, pokoknya dia tipe gue banget deh.” Nah, kalau sudah dengar jawaban seperti itu pasti bingung mau nanya apa lagi, atau orang tersebut akan sulit untuk diberi nasehat atau saran. Tetapi tidak jarang juga ada yang mengatakan bahwa pacar atau pasangannya memiliki wajah yang tampan atau cantik, atau mengatakan bahwa pacar atau pasangannya seksi.. Apa kalian pernah menemukan hal-hal tersebut?
Nah, kalian tahu tak bahwa ada beberapa hal yang dapat membuat kita menyukai seseorang??? Dalam film The Science of Sex Appeal telah dibahas beberapa hal yang dapat mempengaruhi kita dalam memilih pacar atau pasangan. Hal-hal tersebut yaitu wajah, bentuk tubuh, status, suara, dan aroma.

Kalian pernah dengar tidak ada orang yang mengatakan “gue jatuh cinta pada pandangan pertama nih”, menurut kalian ungkapan tersebut benar atau tidak?? Hehehe.. Dalam film the science of sex appeal, telah dibahas bahwa pada pandangan pertama kita terhadap seseorang, maka akan terjadi analisis secara kilat di bawah alam tidak sadar, sehingga mungkin saja saat pandangan pertama itu seseorang dapat menyukai orang lain. Kemudian, alasan kita menyukai orang lain yaitu karena melihat bentuk wajah yang simetris pada pacar atau pasangan, dan kita sebagai perempuan akan lebih menyukai wajah laki-laki yang terlihat maskulin. Dan sebaliknya, bagi laki-laki akan lebih menyukai wajah perempuan yang terlihat feminin.

Selain itu, dalam film the science of sex appeal, dibahas pula bahwa para laki-laki biasanya akan mencari perempuan yang memiliki bentuk tubuh ideal. Eitts, jangan berpikir aneh-aneh dulu yah, yang dimaksud dengan bentuk tubuh ideal itu adalah perempuan yang dianggap akan mampu bereproduksi, dan mengurus atau merawat anak. Nah, kalian tahu tak bagian tubuh mana yang dapat menunjukkan bahwa perempuan mampu bereproduksi dan merawat anak?? Jawabannya adalah payudara, pinggul, dan pinggang. Sedangkan, perempuan akan mencari laki-laki yang dianggap memiliki kekuatan. Bagian tubuh yang menunjukkan bahwa laki-laki memiliki kekuatan yaitu bahu, perut, dan lengan. 

“Ah, dasar cewek matre!!” Atau “Ah, dasar cowok matre!!”
Nah, ungkapan diatas juga pasti sering kita dengar kan? Yah, tidak muluk-muluk lah yah, saat ini kalau berhubungan hanya karena cinta, maka masa depan kita dan anak-anak kita akan jadi seperti apa yah? Jawabannya pasti “makan sono tuh cinta.” Hahaha.. Bisa banyangin kan bakal jadi kayak apa nanti. Nah, dalam film the science of sex appeal ini juga dibahas bahwa sebagian perempuan akan memilih pacar atau pasangannya karena masalah status, seperti kekayaan. Tetapi, para laki-laki biasanya lebih dituntut untuk mempunyai beberapa barang yang menunjukkan kekayaan mereka seperti mobil untuk mendapatkan perempuan yang diinginkan.

Dalam film the science of sex appeal juga dibahas bahwa suara dapat mempengaruhi kita dalam memilih pacar atau pasangan kita. Bagi para perempuan, biasanya mereka akan menyukai laki-laki yang memiliki suara berat. Sedangkan, para laki-laki, biasanya mereka akan menyukai perempuan yang memiliki suara tinggi. Terakhir, yang dapat mempengaruhi kita dalam menyukai seseorang yaitu aroma. Para perempuan tidak menyukai aroma bau pada laki-laki, tetapi bagaimana perempuan dapat menyukai laki-laki karena aromanya??? Nah, dalam film the science of sex appealdijelaskan bahwa pada saat perempuan mengalami ovulasi maka akan ada suatu zat kimia yang membuat perempuan menyukai aroma bau dari laki-laki.

Teman-teman, menurut kalian apa yang membuat seseorang berselingkuh??? Kalau saya dahulu berpikir bahwa orang yang berselingkuh karena mereka menginginkan hal tersebut, dan pilihan untuk berselingkuh tidak memiliki hubungan dengan faktor biologi dalam diri kita. Nah, selain membahas tentang hal-hal yang dapat membuat kita menyukai seseorang, dalam film The Science of Sex Appeal, juga terdapat pembahasan tentang selingkuh. Dalam film tersebut, dikatakan bahwa selingkuh juga adalah pilihan yang disebabkan oleh faktor biologi. Seseorang yang mencari pacar atau pasangan pada umumnya akan berpikir tentang masa depannya, seperti memikirkan tentang keturunan. Dan, tanpa sadar kita akan mencari pacar atau pasangan yang kita anggap memiliki gen yang baik untuk keturunan seterusnya. Begitu juga, seseorang yang memutuskan untuk selingkuh juga karena mereka ingin mencari seseorang yang memiliki gen yang baik.
 

Ayooo, Teman-teman, coba dilihat kembali alasan kalian memilih pacar atau pasangan yang sekarang karena faktor yang mana.. hehehehe 


Teman-teman, saat kalian memberitahukan bahwa kalian sudah mempunyai pacar kepada sahabat atau keluarga, pernah tidak kalian ditanya apa alasan atau apa yang membuat kalian menyukai pacar kalian??? Pasti pernah kan??? Nah, kalian menjawab apa??? Sebagian besar dari pengalaman atau cerita dari orang lain, apabila seseorang ditanya tentang hal tersebut maka biasanya orang akan mengatakan bahwa pacar atau pasangannya adalah orang yang baik, pengertian, ramah, dan sebagainya. Lalu, adapula orang yang hanya mengatakan seperti ini “yah, pokoknya dia tipe gue banget deh.” Nah, kalau sudah dengar jawaban seperti itu pasti bingung mau nanya apa lagi, atau orang tersebut akan sulit untuk diberi nasehat atau saran. Tetapi tidak jarang juga ada yang mengatakan bahwa pacar atau pasangannya memiliki wajah yang tampan atau cantik, atau mengatakan bahwa pacar atau pasangannya seksi.. Apa kalian pernah menemukan hal-hal tersebut?
Nah, kalian tahu tak bahwa ada beberapa hal yang dapat membuat kita menyukai seseorang??? Dalam film The Science of Sex Appeal telah dibahas beberapa hal yang dapat mempengaruhi kita dalam memilih pacar atau pasangan. Hal-hal tersebut yaitu wajah, bentuk tubuh, status, suara, dan aroma.

Kalian pernah dengar tidak ada orang yang mengatakan “gue jatuh cinta pada pandangan pertama nih”, menurut kalian ungkapan tersebut benar atau tidak?? Hehehe.. Dalam film the science of sex appeal, telah dibahas bahwa pada pandangan pertama kita terhadap seseorang, maka akan terjadi analisis secara kilat di bawah alam tidak sadar, sehingga mungkin saja saat pandangan pertama itu seseorang dapat menyukai orang lain. Kemudian, alasan kita menyukai orang lain yaitu karena melihat bentuk wajah yang simetris pada pacar atau pasangan, dan kita sebagai perempuan akan lebih menyukai wajah laki-laki yang terlihat maskulin. Dan sebaliknya, bagi laki-laki akan lebih menyukai wajah perempuan yang terlihat feminin.

Selain itu, dalam film the science of sex appeal, dibahas pula bahwa para laki-laki biasanya akan mencari perempuan yang memiliki bentuk tubuh ideal. Eitts, jangan berpikir aneh-aneh dulu yah, yang dimaksud dengan bentuk tubuh ideal itu adalah perempuan yang dianggap akan mampu bereproduksi, dan mengurus atau merawat anak. Nah, kalian tahu tak bagian tubuh mana yang dapat menunjukkan bahwa perempuan mampu bereproduksi dan merawat anak?? Jawabannya adalah payudara, pinggul, dan pinggang. Sedangkan, perempuan akan mencari laki-laki yang dianggap memiliki kekuatan. Bagian tubuh yang menunjukkan bahwa laki-laki memiliki kekuatan yaitu bahu, perut, dan lengan. 

“Ah, dasar cewek matre!!” Atau “Ah, dasar cowok matre!!”
Nah, ungkapan diatas juga pasti sering kita dengar kan? Yah, tidak muluk-muluk lah yah, saat ini kalau berhubungan hanya karena cinta, maka masa depan kita dan anak-anak kita akan jadi seperti apa yah? Jawabannya pasti “makan sono tuh cinta.” Hahaha.. Bisa banyangin kan bakal jadi kayak apa nanti. Nah, dalam film the science of sex appeal ini juga dibahas bahwa sebagian perempuan akan memilih pacar atau pasangannya karena masalah status, seperti kekayaan. Tetapi, para laki-laki biasanya lebih dituntut untuk mempunyai beberapa barang yang menunjukkan kekayaan mereka seperti mobil untuk mendapatkan perempuan yang diinginkan.

Dalam film the science of sex appeal juga dibahas bahwa suara dapat mempengaruhi kita dalam memilih pacar atau pasangan kita. Bagi para perempuan, biasanya mereka akan menyukai laki-laki yang memiliki suara berat. Sedangkan, para laki-laki, biasanya mereka akan menyukai perempuan yang memiliki suara tinggi. Terakhir, yang dapat mempengaruhi kita dalam menyukai seseorang yaitu aroma. Para perempuan tidak menyukai aroma bau pada laki-laki, tetapi bagaimana perempuan dapat menyukai laki-laki karena aromanya??? Nah, dalam film the science of sex appealdijelaskan bahwa pada saat perempuan mengalami ovulasi maka akan ada suatu zat kimia yang membuat perempuan menyukai aroma bau dari laki-laki.
Teman-teman, menurut kalian apa yang membuat seseorang berselingkuh??? Kalau saya dahulu berpikir bahwa orang yang berselingkuh karena mereka menginginkan hal tersebut, dan pilihan untuk berselingkuh tidak memiliki hubungan dengan faktor biologi dalam diri kita. Nah, selain membahas tentang hal-hal yang dapat membuat kita menyukai seseorang, dalam film The Science of Sex Appeal, juga terdapat pembahasan tentang selingkuh. Dalam film tersebut, dikatakan bahwa selingkuh juga adalah pilihan yang disebabkan oleh faktor biologi. Seseorang yang mencari pacar atau pasangan pada umumnya akan berpikir tentang masa depannya, seperti memikirkan tentang keturunan. Dan, tanpa sadar kita akan mencari pacar atau pasangan yang kita anggap memiliki gen yang baik untuk keturunan seterusnya. Begitu juga, seseorang yang memutuskan untuk selingkuh juga karena mereka ingin mencari seseorang yang memiliki gen yang baik.
 
Ayooo, Teman-teman, coba dilihat kembali alasan kalian memilih pacar atau pasangan yang sekarang karena faktor yang mana.. hehehehe

18 September 2014

Healthy Relationship (Yohana Pratama)












Kalian setuju tidak apabila ada yang mengatakan bahwa hubungan pada orang dewasa sangat rumit??? Kalian setuju tidak apabila ada yang mengatakan bahwa kehidupan  setelah pernikahan itu membahagiakan??? Nah, saya sendiri setuju bahwa hubungan pada orang dewasa memang sangat rumit. Akan tetapi, saya juga kurang setuju bahwa kehidupan setelah pernikahan itu membahagiakan, karena menurut saya, kehidupan setelah pernikahan pasti memiliki dampak bagi masing-masing pasangan. Misalnya, setiap pasangan pasti mempunyai tanggung jawab terhadap pasangannya. Selain itu, setelah menikah pasangan cenderung mengharapkan kehadiran anak, yang nantinya akan membuat pikiran tambah banyak.
Ehh, tapi itu adalah pemikiran saya yang dahulu, sekarang pemikiran saya yaitu bahwa hubungan pada orang dewasa sebenarnya hampir sama dengan hubungan pada remaja, yaitu setiap pasangan yang sudah memutuskan untuk menjalani hubungan tetap didasari oleh rasa sayang atau cinta. Dan, saat ini saya juga cenderung setuju bahwa kehidupan setelah pernikahan itu membahagiakan. Saya suka melihat opa-oma yang sedang melakukan kegiatan bersama, seperti bermain musik bersama di salah satu kegiatan gereja. Atau mereka pasangan suami istri yang menghabiskan waktu bersama dengan mengikuti kegiatan-kegiatan positif yang ada dalam kegiatan agama.
Mau tau apa yang membuat pemikiran saya berubah?? Nah, itu semua karena pembahasan tentang adult sexual relationship di kelas mata kuliah perilaku seksual minggu lalu. Hal ini dikarenakan minggu lalu, kami membahas tentang dating (kencan) pada orang dewasa, cohabitation(kohabitasi), marriage (pernikahan), dan divorce (perceraian). Kencan pada masa lalu dan masa sekarang sebenarnya hampir sama yaitu perempuan berharap agar laki-laki dapat menjemputnya, bertemu dengan orang tuanya, setelah itu baru mereka pergi untuk berkencan. Lalu, ada istilahcohabitation yaitu pasangan yang belum menikah, tetapi sudah tinggal bersama seperti layaknya suami istri. Saya setuju dengan pernyataan bahwa pasangan yang melakukan cohabitation memiliki dampak negatif lebih besar bagi mereka. Seperti sulit mengurus surat-surat bagi anaknya nanti, tidak adanya kejelasan dalam status baik sebagai istri atau suami. Tetapi, itu semua kembali ke individu masing-masing yah, apa mereka memilih untuk melakukan cohabitation atau tidak, itu adalah hak mereka.
Selain itu, ada penelitian yang membuktikan bahwa individu yang menikah, cenderung lebih bahagia, lebih sehat, dan hidup lebih lama dari individu yang tidak menikah atau sudah bercerai. Akan tetapi, bagaimana bagi mereka yang memiliki hubungan di luar pernikahannya atau disebutextramarital affairs. Hal yang menyebabkan extramarital affairs terjadi yaitu dikarenakan adanya kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi dalam pernikahan. Terdapat empat tahapan sampai seseorang dapat memiliki extramarital affairs, yaitu:
1.    Adanya kedekatan emosional dengan orang lain sehingga muncul ketertarikan.
2.    Pasangan tersebut memutuskan untuk merahasiakan hubungan mereka.
3.    Pasangan tersebut mulai melakukan berbagai hal secara bersama-sama.
4.    Hubungan menjadi lebih jauh dengan adanya interaksi seksual, yang menyebabkan hubungan emosional dan seksual yang intens.
Divorce atau perceraian pada masa sekarang juga sudah sering terjadi, yang paling mudah yaitu dikalangan para artis. Jika kalian pernah mendengar bahwa para artis mengatakan “perceraian memang tidak benar, tetapi ini adalah jalan terbaik untuk kami”, bagaimana tanggapan kalian???Nah, kalau saya pribadi, saya tidak dapat mengatakan bahwa keputusan yang mereka ambil adalah benar atau tidak, karena yang menjalani hubungan pernikahan tersebut adalah mereka. Tetapi, menurut saya perceraian sebaiknya adalah keputusan yang seharusnya dihindari, terutama bagi pasangan yang sudah memiliki anak. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan pasangan bercerai yaitu:
1.    Banyaknya jasa pengacara yang membuat perceraian menjadi mudah dan murah.
2.    Perempuan bekerja yang memiliki penghasilan lebih tinggi dari suami.
3.    Orang-orang sekitar yang memiliki sikap menerima perceraian.
4.    Menikah di usia muda, menikah karena kehamilan yang tidak direncanakan, dan adanya penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol, serta memiliki anak dengan cepat setelah menikah.
Selain itu, ada satu pembahasan yang menarik yaitu hubungan aseksual dalam sebuah pernikahan. Hubungan aseksual yang terjadi biasanya karena komitmen antara pasangan suami dan istri. Misalnya, apabila istri sudah tidak dapat melayani suami dikarenakan sakit, maka biasanya mereka memiliki komitmen untuk menjalin hubungan aseksual. Tetapi, bagaimana kalau suami sebenarnya masih memiliki keinginan untuk memiliki hubungan seksual, maka apa yang harus dilakukan??? Kalau menurut saya, apabila usia suami masih sangat muda, maka mungkin istri dapat mengijinkan suaminya untuk menikah lagi. Tetapi, apabila sudah memasuki usia lanjut, maka mungkin suami dapat memilih untuk tidak menikah lagi.
  


Nah, menurut saya hubungan yang sehat adalah hubungan yang memiliki ciri-ciri dalam diagram di atas yaitu, adanya komunikasi, adanya kepercayaan, adanya kesetaraan, saling menghargai, dan ada kebebasan. Selain itu, menurut saya hubungan tidak selalu identik dengan adanya kegiatan seksual, karena dalam sebuah hubungan, kita dapat menjalin persahabatan dengan pasangan. Seperti tetap dapat memberi perhatian, kata-kata manis, atau dukungan kepada pasangan.

16 September 2014

What are you looking for when you’re searching for partner? (Darmia Khuang)

Apa sih yang biasanya orang pertama kali lihat ketika sedang mencari pasangan atau seseorang yang menurut kita menarik? Bentuk wajah? Tinggi? Bentuk tubuh? Warna kulit? Status sosial? Ataukah uang?

Tidak usah dipungkiri bahwa yang pertama dilihat adalah bentuk wajah, baik itu mata, hidung, bibir, bahkan cara senyum. Kebanyakan melihat dari mata karena itulah yang pertama kali dilihat. Eyes are the window to the soul. Banyak hal yang bisa dilihat hanya dari mata. Selain itu, biasanya bentuk muka yang simetris dianggap lebih menarik baik itu wanita atau pria. Jika proporsi wajah mereka tidak simetris, mereka akan langsung dijudge yang tidak-tidak, seperti misalnya bentuk bibir yang naik sebelah dianggap sinis dan sebagainya. Padahal sebenarnya tidak seperti itu. Suara seseorang juga menentukan apakah dia menarik atau tidak. Wanita dengan suara yang lebih tinggi biasanya berpenampilan menarik demikian juga dengan pria bersuara rendah. Wanita dengan suara lebih tinggi memiliki tingkat estrogen yang tinggi dan pria dengan suara yang rendah memiliki tingkat testosteron yang tinggi. Dan biasanya pria dengan suara yang rendah memiliki keturunan yang lebih banyak dibanding dengan yang bersuara tinggi.

Apabila dari wajah sudah oke, maka turun ke badan. Biasanya pria akan melihat lekukan tubuh wanita, apakah berbentuk hourglass, apakah pinggangnya kecil dengan pinggul yang besar, apakah perutnya rata? Dan sebaliknya, wanita melihat apakah pria memiliki washboard abs, berbadan bagus? Atau malah ada yang suka dengan pria yang berisi. Selain dari itu, pria dan wanita juga melihat bagaimana cara berjalan, apakah penuh percaya diri, tegas, atau dengan bahu yang rendah dan tidak percaya diri. Biasanya ketika kita mengetahui bahwa kita diperhatikan lawan jenis, kita akan membuat cara jalan yang lebih baik, yang lebih dibuat-buat. Itu adalah hal yang wajar dan adalah salah satu bentuk flirting yang umum.

Bau dari seseorang juga mempengaruhi apakah dia menarik atau tidak. Jelas kita akan lebih suka dengan orang yang wangi daripada bau badan. Jika dia wangi, pasti memiliki satu nilai plus dan kita akan suka berdekatan dengan dia. Nah, ternyata bagi wanita yang sedang ovulating, mereka akan menyukai bau keringat pria yang biasanya akan dijauhi oleh wanita yang tidak sedang ovulating. Dan wanita akan tidak menyukai bau keluarga sendiri, dan cenderung akan menjauhi bau tersebut. Jika wanita menyukai bau keluarga sendiri, maka diduga incest.

Namun disamping itu semua, apalagi pada zaman sekarang, dari wajah dan bentuk tubuh saja tidak cukup. Akan menjadi nilai plus lagi jika ditunjang dengan status sosial yang lebih tinggi. Dalam film The Science of Sex Appeal dilakukan sebuah eksperimen mengenai pria dan pendapatannya. Jadi, sejumlah wanita yang dipilih adalah wanita yang random. Mereka diperlihatkan foto beserta informasi mengenai pendapatan per tahun. Dalam foto-foto tersebut terdapat pria yang termasuk menarik namun dengan pendapatan yang sedikit dan pria yang kurang menarik dengan pendapatan yang tinggi. Sesuai dengan perkiraan, hasilnya adalah wanita memberikan nilai yang tinggi kepada yang berpendapatan tinggi dan nilai yang rendah kepada yang berpendapatan rendah meski wajahnya menarik.

Nah, inti dari tulisan ini adalah semua pilihan ada di tangan masing-masing individu, dan setiap individu memiliki selera yang berbeda-beda. Jika sudah bertemu dengan pasangan yang dicintai, maka harus stay loyal, apalagi yang sudah berkeluarga,whatever reasons. So yeah, that’s it :)

19 September 2014

Relationship Nowadays (Darmia Khuang)

Dalam kehidupan sekarang yang sudah dipengaruhi oleh lifestyle masyarakat Barat, muncul juga bermacam-macam istilah dalam sebuah hubungan, seperti hooking up, friends with benefit, dan sex buddy. Sebenarnya apa arti dari ketiga istilah tersebut? Dan apa perbedaan dari ketiganya?


Yang pertama adalah hooking up. Biasanya istilah ini digunakan untuk pasangan yang bertemu di club, pub, tempat “karaoke”, brothel, dan tempat-tempat untuk kehidupan malam. Pasangan hanya melakukan hubungan seksual pada malam itu saja, sepertione night stand. Bahkan terkadang pasangan tersebut tidak saling mengenal satu sama lain, hanya sekedar kenal nama atau hanya basa basi untuk memuaskan nafsu masing-masing individu. Keesokan harinya mereka seperti dua orang yang tidak saling kenal.


Jika hubungan mereka berlanjut, dan mereka menjadi teman, maka ini dikategorikan sebagai friends with benefit. Lifestyle yang kedua ini, pasangan adalah teman yang hanya untuk melakukan hubungan seksual saja, tidak terdapat emosi di dalamnya. Sama seperti film Friends with Benefit, yang diperankan oleh Justin Timberlake dan Mila Kunis. Status mereka hanya teman, bahkan mereka dapat saling mengenal karena masalah kerja. Setelah sering bertemu akhirnya mereka memutuskan untuk hanya melakukan hubungan seksual tanpa ada emosi di dalamnya. Mereka juga tidakofficial sebagai pacar. Mereka mungkin pergi makan bareng, nonton bareng, dan seks, bahkan terkadang teman-teman mereka juga tahu bahwa mereka messing around, tetapi tidak ada status sebagai pacar, hanya seks. Resiko dalam hubungan ini adalah pertemanan akan hancur jika salah satu dari mereka jatuh cinta kepada pasangan seksnya.

Tipe yang ketiga adalah sex buddy. Hampir sama dengan friends with benefit, namun pada sex buddy mereka tidak melakukan percakapan, tidak berteman. Lebih mengacu pada booty call. Misalnya malam-malam pria ini telepon minta wanita datang ke rumahnya untuk seks. Biasanya sex buddy tidak terdapat emotional attachment dan hanya sebagai booty call. Dalam hubungan ini, pasangan lebih melihat fisik satu sama lain. Kalau hot, ayuk. Kalau tidak, ya cari sampai dapat yang hot :D

16 September 2014

''Kamu ingin menjadi Psikolog apa?? .Psikolog PIO atau Psikolog Pendidikan (Genesius Hartanto)

Berikut ini, saya akan menjelaskan perbedaan teknik wawancara Psikolog PIO dengan Psikolog Pendidikan.Jadi bisa mengetahu perbedaannya.

     Sebuah setting industri, dimana sebuah wawancara mutlak diperlukan untuk mendapatkan kandidat yang paling baik dari yang terbaik. Di dalam setting ini, sebuah wawancara ternyata tidak hanya dilakukan ketika awal penerimaan karyawan baru atau yang biasa disebut "recruitment". Namun dalam banyak kegiatan, teknik ini juga digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui keadaan dari para pegawainya. Bila tadi disebut-sebut untuk sebuah recruitment, yang mana hal tersebut ialah makanan sehari-hari dari seorang HRD. Wawancara juga digunakan untuk menilai kinerja para pegawai, membuat pengajuan promosi jabatan bagi pegawai, serta untuk melakukan konseling bagi para pegawai yang memiliki masalah. 
     Bila sebelumnya dalam setting klinis baik dewasa ataupun anak, sebuah wawancara mutlak dilakukan oleh seorang praktisi psikologi. Dalam setting industri ternyata faktanya tidak berkata demikian, rupanya cukup banyak seseorang yang menjadi HRD ataupun yang melakukan teknik wawancara bukanlah berasal dari praktisi psikologi. Bahkan mereka tidak kalah baik dalam menilai seseorang, bila dibandingkan dengan kita yang nantinya akan menjadi salah satu bagian dari seorang praktisi psikologi. Kemampuan dan jam terbang yang tidak sebentarlah, yang menjadikan kita baik seorang praktisi maupun non-praktisi akan sama-sama menjadi handal dalam melakukan sebuah penilaian. 


     Kini dalam setting pendidikan, seorang psikolog yang bekerja dalam setting pendidikan biasanya dikenal sebagai guru BK (bimbingan konseling). Namun pada nyatanya guru BK ialah berbeda dari seorang psikolog pendidikan. Guru BK sendiri tidaklah harus dipenuhi dengan orang-orang yang berlatar belakang psikologi saja, jabatan tersebut dapat juga diisi oleh orang-orang yang berlatar belakang keguruan. Namun, bagi "Psikolog Pendidikan" jabatan ini haruslah diisi oleh orang-orang yang telah mendapatkan gelar psikolog, dan tidak dapat diisi oleh orang-orang yang berlatar belakang lainnya. Meskipun begitu, mereka ialah sama-sama seseorang yang bekerja dan mengabdi pada dunia pendidikan. Mereka sama-sama harus berhadapan dengan para siswa, melakukan wawancara tatap muka yang tidak hanya dilakukan untuk menyeleksi mereka ketika menjadi murid baru. Namun, juga membantu siswa dalam menghadapi masalah yang kelak akan mereka alami. Hanya saja untuk tingkat-tingkat masalah yang tidak ringan, psikolog pendidikanlah yang berhak menangani kasus tersebut.


     Inti dari semua inti yang ada ialah baik Industri, Pendidikan, ataupun bidang yang lainnya, sebuah wawancara itu penting. Namun, sebuah wawancara ternyata tetaplah tidak dapat berdiri sendiri tanpa ditopang dengan teknik-teknik lainnya. Sebuah teknik observasi yang terkadang juga di lengkapi dengan sebuah tes, tetap menjadi kawan yang bermanfaat untuk mendaptkan hasil wawancara yang sesuai dengan harapan kita. Jam terbang yang tak sebentar dan keinginan untuk selalu mau belajar, juga termasuk yang menopang kesuksesan kita dalam melakukan teknik wawancara.

19 September 2014

Perbedaan Teknik Wawancara Psikolog Klinis Anak dan Klinis Dewasa (Genesius Hartanto)

Dalam blog ini saya menyimpulkan apa yang telah dipresentasikan oleh kelompok-kelompok lain yang mewawancarai psikolog klinis anak maupun klinis dewasa. 
Saya menyimpulkan teknik wawancara menurut psikolog klinis dewasa dan psikolog anak adalah teknik yang digunakan untuk mendapatkan informasi dari seseorang. Bagi seorang psikolog, untuk melakukan wawancara dengan baik dibutuhkan latihan terus menerus. Sebagian besar psikolog dalam melakukan teknik wawancara yang pertama dilakukan adalah membina rapport. Membinarapport dapat dilakukan dengan bertanya hal-hal yang ringan, yang dapat membuat intervieweemenjadi nyaman. Ketika inteviewee merasa nyaman, interviewee akan terbuka kepada psikolog dan psikolog akan mudah dalam mewawancarainya.
Dan dalam Psikolog Klinis Anak , seseoran praktisi klinis anak pastinya juga memiliki kesulitan sendiri, karena terbatasnya kosakata yang dimiliki anak, psikolog biasanya akan mewawancarai orangtuanya terlebih dahulu. Psikolog dalam mewawancarai klien anak biasanya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti anak. Yang pertama dilakukan psikolog anak dalam mewawancarai anak adalah membina rapport. Tentunya rapport yang digunakan psikolog anak berbeda dengan psikolog klinis dewasa. Rapport yang dilakukan psikolog anak adalah pertama dengan mengajak sang anak bermain. Mengajak anak bermain dilakukan psikolog agar sang anak merasa nyaman dengan lingkungan sekitarnya. Ketika anak sedang bermain, psikolog dapat langsung mewawancarai anak, tentunya dengan bahasa yang mudah dipahami.

Dan dalam Psikolog Klinis Dewasa,  seseorang praktisi klinis dewasa pastinya juga memiliki kesulitan tersendiri dalam melakukan teknik wawancara. Namun, setidaknya orang dewasa yang telah lebih matang dari seorang anak akan mengungkapkan sendiri apa yang ia alami, tanpa harus mencoba mengkorek informasi dari kanan kirinya terlebih dahulu secara detail. Hal lain yang juga lebih memudahkan ialah dimana sebuah proses wawancara terjadi lebih simple, karena tidak memerlukan banyaknya atribut permainan, seperti yang dilakukan dalam mewawancarai seorang anak. Namun yang harus dikhawatirkan seorang praktisi klinis dewasa, ialah dimana mereka mungkin akan berupaya membohongi kita sebagai praktisi dengan melakukan "faking good". 

Maka dapat disimpulkan secara lebih khusus, bahwa yang terpenting dalam suatu wawancara ialah membina raport yang baik. Terus berlatih menjadi pewawancara yang baik, berpikir kreatif, dan fleksibel adalah juga keseharusan bagi kita seorang praktisi agar mampu mendapatkan informasi yang akurat dari wawancara yang kita lakukan.
    
20 September 2014

Tunjukan rasa empatimu!!! (Genesius Hartanto)

Setelah kita tahu apa itu wawancara dan penerapannya di beberapa bidang psikologi, sekarang kita akan mulai masuk lebih dalam. Keterampilan-keterampilan apa saja sih yang diperlukan untuk melakukan wawancara dengan baik? Selama perkuliahan sebelumnya, keterampilan-keterampilan dasar wawancara tersebut mungkin kita dapatkan melalui pengalaman para praktisi psikologi, namun kali ini kita akan melihatnya dari sisi teoritis. Ada enam keterampilan dasar teknik wawancara, yaitu: bina rapport, empati, attending behavior, teknik bertanya, observasi, dan active listening.
 
Tentunya seorang psikolog harus menciptakan hubungan yang baik terlebih dahulu dengan kliennya. Salah satu cara untuk menciptakan hubungan baik yaitu dengan membina rapport dengan klien agar mereka dapat menceritakan permasalahannya dengan sangat terbuka.

Membina rapport berarti menciptakan lingkungan yang  hangat dengan klien, mengajak klien berbicara jujur dan bebas yang relevan dengan wawancara. Bagaimana sih cara untuk membangunrapport itu sendiri? Salah satunya adalah dengan tersenyum. Senyuman hangat, tulus dan tidak dibuat-buat itulah yang mampu membina rapport yang baik di antara psikolog dengan kliennya. Selain itu, sambutan yang bersahabat, menjabat tangan klien, dan tidak lupa untuk mempersilahkan klien duduk saat telah memasuki ruangan. Barulah kemudian klien tersebut mulai diwawancarai.

Ketika mewawancarai klien, tunjukkan rasa empati kita terhadap permasalahan yang sedang dihadapinya. Tunjukkan penerimaan kita terhadap klien tanpa menghakiminya. Kuncinya adalah berfokus pada klien itu sendiri. Selain itu, kita juga harus mengurangi bicara kita dan berikan waktu pada klien untuk bercerita mengenai masalahnya, karena kita pasti tidak akan bisa memahami permasalahan orang lain saat kita terlalu banyak bicara.

Lalu, pertanyaan yang kita berikan saat mewawancarai klien pun harus bersifat mengarahkan dan tidak menuduh, apalagi menginterogasi atau memaksa klien menjawab sesuai dengan apa yang kita inginkan. Hal ini dapat memengaruhi kepercayaan klien terhadap psikolognya, yang mana kepercayaan merupakan salah satu kunci penting untuk membangun sebuah hubungan yang baik dengan klien.

Hal penting lain yang harus dilakukan saat wawancara berlangsung adalah observasi. Saat mewawancarai, lihatlah gerak-gerik klien, postur tubuh klien ternyata merefleksikan emosinya, kemudian perhatikan juga ucapan-ucapan klien saat menjawab pertanyaan dan seorang psikolog sudah seharusnya mewaspadai kebohongan yang mungkin akan diucapkan klien. 

Setelah hubungan antara psikolog dan klien telah dibangun dengan baik, barulah proses wawancara dapat berlangsung karena klien telah dapat mempercayai psikolognya dan psikolog dapat membantu kliennya untuk mencari jalan keluar atas permasalahan yang ada bersama-sama.

9 September 2014

Teknik Wawancara menurut Psikolog Anak 'J' (Niken Purnamarani)

 Pengertian Teknik Wawancara menurut Psikolog ialah metode yang digunakan oleh psikolog untuk menggali data klien sebanyak-banyaknya dan menggali informasi yang psikolog butuhkan dalam membantu atau mencari sumber dari permasalahan si klien. Pengaplikasian teknik wawancara yang dilakukan oleh psikolog harus didasarkan pada teknik komunikasi yang baik, aktif dan interaktif. Tanpa adanya sikap aktif dan interaktif dalam proses wawancara, dapat menjadi hambatan bagi psikolog dalam pengambilan informasi dan data pada klien. Psikolog juga menjelaskan bahwa dalam penanganan terhadap klien, tidak hanya teknik wawancara saja yang dapat digunakan. Tetapi teknik observasi juga menjadi salah satu teknik yang dapat digunakan dalam penanganan terhadap klien. Psikologpun merasa bahwa teknik wawancara sangat sedikit memiliki kekurangan dalam pengaplikasiannya. Malahan psikolog merasa bahwa teknik wawancara memberikan banyak kelebihan dalam pengaplikasian. Salah satu contoh adalah psikolog merasa bahwa teknik wawancara dapat membantunya dalam menangani kliennya. Dengan metode face to face yang ada dalam teknik wawancara, membuat psikolog dengan mudah membaca ekspresi maupun body language yang ditampilkan oleh kliennya. Jadi psikolog merasa dengan mudah memberikan diagnosa atau dugaan, alasan apa yang membuat klien mengalami permasalahannya. Dalam penanganan yang dilakukan oleh psikolog sendiri, mula-mula psikolog adalah mendengarkan keluhan klien, kemudian melakukan Anamnesa. Setelah melakukan Anamnesa, barulah psikolog metode atau penanganan apa yang cocok untuk diterapkan kepada klien. Apakah dengan konseling ataupun Terapi. Tentunya kedua hal tersebut juga harus didasari dengan persetujuan dari klien, apakah klien bersedia untuk menjalani sesi konseling ataupun terapi. 

20 September 2014

Teknik Wawancara (Psikolog Klinis Anak) (Priskila Winani)


  • Wawancara adalah metode yang digunakan oleh Psikolog untuk mengetahui masalah klien dan data yang didapat dari klien saat wawancara itu secara akurat karena wawancara dilakukan secara langsung dan tatap muka jadi kita bisa tahu apakah klien itu berbohong atau tidak, dan kita dapat melihat dari gesture nya. Saat wawancara berlangsung jika ada pertanyaan yang terlupakan maka bisa kita tanyakan pada sesi selanjutnya. 
  • Pengaplikasian teknik wawancara dalam Klinis Anak menurut saya dengan mewawancara klien itu sendiri, orangtua, keluarga dekat atau saudara dari klien. Karena dalam klinis anak mungkin kita dapat menemukan klien anak berkebutuhan khusus maka dapat dibantu dengan mewawancara orangtua nya. Tentunya dengan klien anak tidak mudah dengan melakukan wawancara hanya 1-2 kali saja kita langsung mendapatkan data yang lengkap. Karena tidak semua anak mudah untuk terbuka saat diwawancara, seorang pewawancara atau psikolog harus membina raport terlebih dahulu atau melakukan pendekatan terlebih dahulu agar klien mau terbuka dan menceritakan apa masalahnya. Pada klinis anak psikolog biasanya melengkapi setting tempat untuk bermain agar pendekatan terhadap anak dengan cara bermain bersama dan tujujannya agar klien lebih mudah untuk terbuka setelah diajak main. Tetapi setting tempat bermain juga harus dilengkapi dengan karpet atau busa-busa yang ditempel di tembok agar tidak mencelakakan klien. Bisa saja klien kita mengamuk atau membentur-benturkan kepalanya ke tembok jadi lebih aman dengan adanya karpet atau busa-busa yang ditempelkan di tembok. 
  • Menurut saya kelebihan wawancara adalah mendapatkan data yang akurat karena wawancara dilakukan dengan bertatap muka. Sedangkan, kekurangan wawancara adalah saat wawancara berlangsung ada pertanyaan yang tertinggal atau terlupakan yang ingin ditanyakan oleh pewawancara. 
  • Masalah dan penanganan dalam wawancara adalah saat pewawancara atau psikolog tidak ingat untuk menanyakan pada klien atau ada pertanyaan yang tertinggal penanganannya adalah saat sesi selanjutnya dapat ditanyakan atau dapat dilihat dari observasi.

20 September 2014