Senin, 19 November 2012

Girls, Body, & Advertisement (Aurelia Felicia)


   Wanita seringkali tidak puas pada tubuh mereka, baik yang gemuk dan kurus. Mereka masih suka merasa tubuh mereka tidak proporsional. Yahh.. saya sendiri suka merasa seperti itu. Tinggi badan saya sekitar 167 cm, tetapi berat saya 46 kg. Berat badan saya suka naik turun sehingga berat saya suka berada dalam kisaran 45-48 kg. Saya sering dikira orang lain jika makan saya hanya sedikit, tetapi sebenarnya tidak seperti itu. Mungkin karena makan yang tidak teratur dan kurang tidur atau tidur terlalu malam.

   Ada pula wanita yang merasa dirinya terlalu gemuk, sehingga mereka menjadi malu untuk beraktivitas atau tampil di depan umum. Mereka sering melakukan evaluasi penampilan tubuh atau yang biasanya disebut body image. Seharusnya setiap wanita mempunyai self-esteem (harga diri) yang tinggi terhadap diri mereka masing-masing. Apalagi tiap wanita itu pastilah cantik dan indah. Akan tetapi, sekarang sosok wanita seringkali digunakan untuk daya jual terutama dalam mengiklankan produk.

   Iklan tidak dapat dipisahkan dari pemasaran suatu barang dan jasa, maka dari itu sosok perempuan menjadi salah satu daya tarik untuk penjualan. Akan tetapi, masih ada bias gender yang dilakukan terhadap perempuan dalam iklan. Iklan untuk perempuan sering diasosiasikan dengan pekerjaan rumah tangga, seperti iklan deterjen atau sabun cuci. Perempuan juga dianggap menambah daya tarik orang untuk menikmati iklan. Maka dari itu, perempuan lebih disorot secara fisik, dari rambut, wajah, leher, sampai ujung kaki. Keindahan tubuh menjadi sosok yang banyak dipakai untuk mempromosikan produk, seperti make-up, pakaian, dan sebagainya.

   Iklan-iklan tersebut dapat mengubah pandangan masyarakat bahwa tiap perempuan harus cantik dan memiliki tubuh yang proporsional. Hal itu yang mendorong perempuan membeli dan memakai produk-produk kecantikan. Self-monitoring juga dilakukan perempuan agar tubuh mereka tetap proporsional. Perempuan akan berlomba-berlomba menjadi lebih cantik, apalagi dalam mendapatkan pasangan. Selain itu, bentuk tubuh ideal perempuan juga dapat berubah, yang mengarah pada bentuk tubuh yang semakin menyusut. Jadi, daripada mengikuti itu semua yang akan membahayakan mental dan fisik perempuan, lebih baik menjaga kesehatan dan kebugaran diri. Tidak ada yang melarang perempuan untuk lebih cantik, tetapi setidaknya ada dalam batasan normal. "Siapa sih yang tidak mau jadi cantik?" Semua perempuan pasti merasa ingin menjadi lebih cantik, tetapi jangan lupa utamakan kecantikan dari dalam diri.

~ Cobalah untuk lebih menerima dan menghargai dirimu, girls..

16 November 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar