Minggu, 04 November 2012

Kenakalan remaja (Silviana Indriani)


Kenakalan remaja

    Kenakalan remaja sudah tidak asing lagi di telinga kita. Pada umumnya kenakalan remaja dilakukan oleh remaja yang duduk di bangku sekolah.  “Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik” (Hurlock, dikutip dalam “Pengertian Remaja menurut beberapa  ahli,” 2012).

     Kenakalan remaja mempunyai definisi yang berbeda dari setiap ahli. Menurut Kartono (dikutip dalam “Kenakalan remaja,” 2011) “kenakalan remaja dikenal dengan istilah Juvenile Deliquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial”. Menurut Santrock (dikutip dalam “Kenakalan remaja,” 2011) “kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.” Kenakalan remaja juga dapat diartikan sebagai “tindakan oleh seseorang yang belum dewasa yang sengaja melanggar hukum dan yang diketahui oleh anak itu sendiri bahwa jika perbuatannya itu sempat diketahui oleh petugas hokum ia bisa dikenai hukuman” (Gold & Petronio, dikutip dalam Sarwono, 1989/2010, h. 251).  Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kenakalan remaja merupakan suatu tindakan remaja yang melanggar aturan masyarakat atau hukum masyarakat karena belum adanya tahap pendewasaan pada individu remaja tersebut.

     Faktor penyebab kenakalan remaja terdiri atas faktor eksternal dan faktor internal (“Kenakalan Remaja, Faktor Penyebab dan Tips Menghadapinya,” n. d). Faktor internal berasal dari individu itu sendiri, sedangkan faktor eksternal berasal dari lingkungan dimana remaja tersebut tinggal. Faktor internal terdiri dari: (a) remaja merasa depresi karena masalah yang disimpan terlalu lama, (b) kurangnya pendidikan agama sejak dini, dan (c) kurang adanya media untuk mengembangkan sebuah keterampilan. Sedangkan faktor eksternal kenakalan remaja berasal dari lingkungan dimana remaja tersebut tinggal, yaitu: (a) lingkungan masyarakat yang kurang baik, (b) adanya pengaruh negatif dari teman sepermainan, dan (c) dampak negatif dari perkembangan teknologi

     Kenakalan remaja sangat beragam dalam masyarakat. Kenakalan remaja tersebut, meliputi: (a) narkoba, (b) seks bebas, dan (c) tawuran (“Kenakalan remaja,” n. d). Pada umumnya, remaja mengunakan narkoba karena tipe asuh orangtua yang terlalu otoriter (“Narkoba dan remaja,” 2009). Perilaku orangtua yang otoriter terhadap remaja, membuat remaja tidak bebas berkreativitas, sehingga remaja tersebut terpengaruh oleh temannya untuk memakai narkoba.  Seks bebas muncul karena adanya eksploitasi terhadap media, contohnya film yang mengandung unsur pornografi (Nugroho, 2011).  Tawuran pelajar muncul karena remaja kurang dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik dengan cara yang positif dalam pengembangan dirinya (Zulkarnaen, 2011). Masih banyak lagi kenakalan remaja yang lain seperti merokok, bolos sekolah atau kuliah, menyontek, dan lain-lain.

    Kenakalan remaja menimbulkan akibat yang fatal karena dapat merugikan diri remaja sendiri. Akibat kenakalan remaja bagi individu itu sendiri, yaitu; (a) terkena penyakit seksual, (b) kerusakan mental karena hamil diluar nikah, (c) mengalami masalah pada kepribadiannya, (d) mendapat aib yang harus ditanggung keluarganya, dan (e) timbulnya kegiatan kriminalitas. Akibat kenakalan remaja  bagi masyarakat adalah remaja tersebut mempunyai pandangan yang buruk di mata masyarakat (“Akibat kenakalan remaja,” n. d). Misalnya seorang remaja hamil di luar nikah, remaja tersebut akan merasa depresi karena dicemooh oleh masyarakat dan belum siapnya mental remaja tersebut untuk menjadi seorang ibu. Oleh karena itu, kenakalan remaja memang menimbulkan akibat yang sungguh fatal.

    Banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kenakalan remaja. Cara menanggulanginya adalah: (a) remaja harus dapat memilih teman yang baik; (b) orangtua harus mampu menjadi figur yang baik bagi remaja; (c) memberikan pendidikan mental, budi pekerti, dan agama kepada remaja; (d) menyediakan sarana untuk penyalur hobi untuk remaja; dan (e) mengadakan pembinaa remaja (“Cara mengatasi kenakalan remaja,” n. d). Remaja harus dapat mengendalikan emosinya dan bersikap terbuka jika mempunyai masalah yang ia hadapi. Selain itu, remaja juga harus menguatkan imannya agar tidak terpengaruh hal-hal negatif, seperti narkoba, rokok, seks bebas, dll. Keluarga juga harus menjadi figur utama yang baik bagi remaja, karena pertumbuhan dan perkembangan remaja sangat dipengaruhi oleh keluarga.

    Pemerintah harus membangun tempat rehabilitasi untuk para pengguna narkoba. Tempat rehabilitasi juga harus mempunyai sarana dan prasarana yang baik demi kesembuhan para pemakainya. Selain itu, sekolah juga harus memberikan pendidikan yang baik kepada remaja mengenai bahayanya narkoba dan seks bebas, karena narkoba dan seks bebas adalah kenakalan yang paling banyak terjadi di kalangan remaja. Kesimpulan dari artikel ini adalah penulis ingin remaja menghindari narkoba, seks bebas, tawuran, dll demi kebaikan dirinya sendiri. Jika sudah terkena salah satu dari macam-macam kenakalan remaja, maka remaja tersebut akan mendapatkan akibat yang sangat fatal juga dapat berujung pada kematian.    



DAFTAR PUSTAKA

Akibat kenakalan remaja. Diunduh dari http://belajarpsikologi.com/akibat-kenakalan-remaja/

Cara mengatasi kenakalan remaja. Diunduh dari. http://belajarpsikologi.com/cara-mengatasi-kenakalan-remaja/

Cara mengatasi kenakalan remaja zaman sekarang. (2011). Diunduh dari http://klinik-hipnoterapi.com/2011/10/02/cara-menagatasi-masalah-kenakalan-remaja-jaman-sekarang/

Kenakalan remaja. Diunduh dari http://www.anneahira.com/narkoba-index.htm

Kenakalan remaja. Diunduh dari http://kopihijau.info/kenakalan-remaja/

Kenakalan remaja. (2011). Diunduh dari http://belajarpsikologi.com/kenakalan-remaja/

Kenakalan Remaja, Faktor Penyebab dan Tips Menghadapinya. Diunduh dari http://www.wikimu.com/news/displaynews.aspx?id=12915

Pengertian remaja menurut beberapa ahli. (2012). Diunduh dari http://awand.cyber4rt.com/2012/04/pengertian-kenakalan-remaja-beserta.html

Narkoba dan remaja. (2010). Diunduh dari http://id.shvoong.com/books/guidance-self-improvement/1920679-narkoba-dan-remaja/

Nugroho, S. H. (2011). PERGAULAN BEBAS YANG MELANGGAR NILAI-NILAI PANCASILA DI KALANGAN REMAJA.. Skripsi. Universitas
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA.

Sarwono, S. W. (2010). Psikologi Remaja (revisi). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Zulkarnaen, S. D. (2011). Tawuran pelajar memprihatinkan dunia pendidikan. Diunduh dari http://kpai.go.id/publikasi-mainmenu-33/artikel/258-tawuran-pelajar-memprihatinkan-dunia-pendidikan.html.

24 Oktober 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar