Minggu, 04 November 2012

Kemacetan (Christine Elka Mengko - 705120021)


    Jakarta sebagai ibu kota Indonesia dengan berbagai permasalahan di dalamnya mulai dari banjir, sampah, dan kemacetan yang sampai saat ini belum dapat ditanggulani. Kemacetan merupakan sebuah hal yang tidak asing di jumpai pada kehidupan sehari-hari. Kemacetan adalah peristiwa dimana terhenti atau tersendatnya laju kendaraan yang dapat disebabkan oleh berbagai hal. Menurut Whol (dikutip dalam Iswanto. 2002) kemacetan terjadi bila kapasitas jalan tetap, sedangkan jumlah pemakaian atau pengguna jalan meningkat, maka waktu tempuh perjalanan akan bertambah dan akan menimbulkan kemacetan lalu lintas.
     Kemacetan sering kita jumpai di kota-kota besar seperti di Jakarta ini. Banyak faktor yang menjadi penyebab kemacetan, diantaranya (a) faktor jalan raya yang berasal dari kondisi jalan raya tersebut, buruknya kondisi ruang lalu lintas jalan, pemanfaatan yang salah terhadap ruang jalan serta terbatasnya luas ruang jalan dapat menghambat pergerakan pengguna jalan; (b) faktor kendaraan yang berasal dari kondisi kendaraan, jenis, ukuran, jumlah, dan kualitas kendaraan yang melintas di halan raya; (c) faktor manusia sebagai individu pemakai jalan yang menyangkut mental, karakter, sikap, perilaku, dan kebiasaan yang kurang baik saat menggunakan jalan raya; dan (d) adanya penerapan yang keliru terhadap undang-undang kebijakan dan lalu lintas angutan jalan seperti keberadaan pintu mall di tepi jalan raya yang dapat memicu kemacetan (Wijaya, 2010).
     Kemacetan adalah masalah publik yang berkepanjangan sampai saat ini, dengan adanya kemacetan tidak sedikit orang yang merasa dirugikan. Berbagai faktor yang menyebabkan kemacetan itu sendiri berdampak negative, diantaranya (a) bagi kesehatan, kemacetan akan mengakibatkan polusi udara dan polusi suara, penyakit pernafasan, kanker, dan kelainan lainnya yang timbul akibat pencemaran logam dan gas-gas beracun yang timbul akibat pembakaran tidak sempurna dari knalpot; (b) kerugian waktu yang mengakibatkan waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama; (c) jatuhnya harga produk karena polutan dari kendaraan yang menempel di makanan yang di jual di pinngir jalan yang dapat mengurangi minat pembeli; (d) rendahnya produktifitas karena lelah di perjalanan, semakin lama seseorang duduk di kendaraan selama perjalanan akan membuat orang menjadi lelah, baik sebagai penumpang maupun pengemudi; dan (e) mahalnya transportasi berakibat tingginya harga jual barang, dengan bertambah lamanya waktu tempuh mengakibatkan utilisasi kendaraan angkutan yang rendah, produktifiras tenaga supir yang rendah, pemakaian bahan bakar yang tinggi dan semakin pendeknya usia pakai (Setiawan, 2010).
     Sebagaimananya sebuah masalah, ketika ada penyebabnya pasti ada pula jalan untuk keluar dari masalah itu. Masalah kemacetan memang sudah terlalu lama dan tidak kunjung membaik, namun jika penanggulangan kemacetan dilakukan secara tepat bisa saja mengurangi tingkat kemacetan. Penanggulangan masalah kemacetan dapat dilakukan dengan cara (a) sosialisasi aturan rambu lalu lintas dan sangsinya kepada masyarakat, (b) sterilisasi jalur kendaraan dari parkir liar, (c) aturan ketat untuk pemberhentian bus atau angkutan umum sehingga tidak menimbulkan kemacetan, (d) penggunaan ukuran bus atau angkutan yang disesuaikan dengan ukuran jalan dan pengguna anggkutan umum, (e) batasan ijin pembelian kendaraan pribadi untuk perorang, dan (f) member sangsi tegas kepada pelanggar lalu lintas (“Cara Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas,” 2011).
     Kemacetan bukanlah masalah yang dapat dipandang biasa lagi. Bertambahnya volume kendaraan harus diimbangi dengan perilaku individu yang bijaksana, karena kunci utama dari masalah kemacetan adalah individu sendiri.


Daftar Pustaka

Setiawan, S. Y. (2010). Diunduh dari  http://yogas09.student.ipb.ac.id/files/2010/12/Berbagai-Dampak-Kemacetan-Dan-Implikasinya-Terhadap-Pendapatan-Petani-Sayur.pdf
Wijaya, A. M. (2010). Diunduh dari http://www.infodokterku.com/index.php?option=com_content&view=article&id=119:faktor-faktor-penyebab-kemacetan-lalu-lintas-di-jakarta-dan-alternatif-pemecahan-masalahnya&catid=35:opini-sebelumnya&Itemid=30
Iswanto, H. (2002). Diunduh dari http://eprints.undip.ac.id/5995/1/hadiTA.pdf
Cara mengatasi kemacetan lalu lintas. (2011). Diunduh dari http://www.syahli.com/2011/05/cara-mengatasi-kemacetan-lalu-lintas.html

24 Oktober 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar