Rabu, 07 November 2012

Kanker serviks dan baby blues (Reberta Oktavela)


Dewasa ini perempuan tidak hanya sebagai ibu rumah tangga saja, melainkan juga bekerja di luar rumah, membangun karier. Namun, di lingkup pekerjaan seringkali terdapat diskriminasi, misalkan dalam hal upah gaji, dan perempuan dianggap tidak kompeten dalam suatu pekerjaan tertentu, padahal perempuan juga bisa melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan oleh laki-laki. Dalam pekerjaan pun, perempuan tidak hanya mengalami diskriminasi tapi juga mengalami pelecehan seksual, pelecehan seksual kerap dilakukan oleh atasan maupun rekan kerja, baik melalui pelecehan verbal, visual, fisik. Maka dari itu, perempuan harus selective dalam memilih pekerjaan untuk menghindari hal-hal tersebut.

Kampanye mengenai pencegahan kanker serviks semakin marak dilakukan, kanker serviks dianggap sebagai penyakit mematikan bagi perempuan, dan penyakit ini kerap terjadi pada perempuan pada usia produktive. Kita bisa menghindari penyakit ini dengan menjaga kebersihan kewanitaan, dan tidak menggonta-ganti pasangan. Penyakit yang kerap juga dialami oleh perempuan adalah penyakit lupus, penyakit lupus adalah penyakit kekebalan tubuh yang berlebihan, penyakit lupus merupakan kebalikan dari penyakit kanker dan HIV, karena jaringan tubuh dianggap sebagai benda asing. Reaksi dan jaringan akan menimbulkan reaksi  sistem imunitas dan membentuk antibodi yang berlebihan, dimana antibodi  yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk ke dalam tubuh justru akan menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat pada berbagai sistem organ tubuh.

Baby blues adalah gangguan emosional yang terjadi pada wanita pasca persalinan. Baby blues ini biasa terjadi pada wanita yang baru melahirkan anak pertama mereka, dimana emosional mereka tidak stabil. Bila kondisi emosional ini terjadi lebih dari dua minggu, maka disebut sebagai postpartum depression.

Selain itu, perkembangan zaman mengenai citra tubuh semakin berubah, pada zaman dulu perempuan dengan tubuh gemuk dianggap lebih menarik daripada perempuan yang memiliki tubuh kurus, karena perempuan dengan tubuh gemuk dianggap subur, dan bisa memiliki anak yang banyak dan juga sehat. Namun semakin lama, citra tubuh pun mulai bergeser, saat ini perempuan yang dianggap cantik adalah perempuan yang memiliki tubuh tinggi, langsing, putih, dan rambut panjang. Anggapan tersebut membuat banyak wanita, khususnya remaja dan dewasa awal untuk memperbaiki tubuh dengan diet, baik dari diet sehat sampai ke diet ekstrim, seperti tidak makan sama sekali yang berujung pada eating disorder seperti bulimia maupun anorexia.
Pada di era modern ini, banyak orang menginginkan semua hal yang serba instan, termasuk dalam hal makanan, selain cepat, tidak membuang waktu, juga rasanya yang enak. Hal ini yang menyebabkan sebagian orang sering mengkonsumsi makanan instan, namun jika makanan ini dikonsumsi secara terus menerus akan mengakibatkan obesitas dan diabetes. Maka dari itu, kita harus membatasi konsumsi makan-makanan yang instan.

1 November 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar