Jumat, 27 September 2013

Apakah peristiwa masa lalu menentukan kehidupanmu saat ini? (Maya Puspita)

    Wawancara dalam dunia psikologi bukan sekedar berbincang-bincang tetapi wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi yang cukup agar dapat digunakan dalam mencapai tujuan.

     Informasi yang PERLU untuk dikaji di dalam wawancara adalah social history klien. Ada quotes yang cukup familiar yang mengatakan “if you want to know your past, look into your present conditions. If you want to know your future, look into your present actions. Mengapa saya menjadi mengaitkan quotes tersebut dengan social history? Apa hubungannya? Quotes tersebut memberi pesan bahwa peristiwa dan kejadian yang pernah kita alami sangat berhubungan dengan kondisi kita saat ini dan di masa depan. Nah, pengertian dari social history adalah serangkaian informasi mengenai peristiwa-peristiwa kehidupan klien yang tentunya akan berbeda-beda, yang memberikan kontribusi pada munculnya permasalahan klien saat ini. Oleh karena itu, social history klien merupakan aspek yang sangat penting untuk dikaji di dalam wawancara.

     Social history tersebut terdiri dari beberapa area, yang pertama adalah family history. Interviewer perlu untuk menanyakan hal mengenai gambaran kondisi keluarga klien , hubungan klien dengan keluarganya, ada tidaknya gangguan mental sebelumnya pada keluarga. Pada saat di kelas, setiap mahasiswa diminta untuk menganalisis penyebab gangguan dari  bagan family genogram. Bagan tersebut cukup sederhana lho jika dilihat sekilas karena seperti terdiri dari kotak, lingkaran dan garis. Nah, tetapi bagan tersebut mengandung informasi yang sangat kaya jika seseorang mulai menganalisis dengan jeli hubungannya satu persatu.
     Area kedua adalah educational history. Area ini berkaitan dengan performance akademik klien, prestasi dan daya juang klien untuk mencapai keberhasilan. Area ini sangat menyentuh saya ketika saya mendengarkan cerita ibu Henny mengenai perjuangan beliau hingga bisa mencapai apa yang beliau telah capai saat ini. Ibu Henny menceritakan kisah beliau yang mengerjakan laporan sampai hanya tidur dua jam sehari, mengalami sakit cukup parah karena kelelahan dan tidak sempat untuk mengobati demi mengerjakan laporan-laporan tersebut. Saya memetik makna dari beliau bahwa setiap orang harus memiliki daya juang untuk dapat memperoleh keberhasilan. Cerita beliau juga mengingatkan saya pada sebuah kata-kata “jika kamu tidak keras dengan dirimu, maka dunia yang akan keras denganmu”. Nah, saya melihat ibu Henny sangat keras mendisiplinkan diri beliau dalam mencapai sesuatu sehingga penyakit pun bisa kaburrr dengan sendirinya! hehehe…
     Area ketiga adalah job history yang berkaitan dengan pekerjaan klien yang pernah dijalankan maupun yang sedang dijalankan saat ini. Keempat adalah marital history yang berkaitan dengan berapa kali seseorang menikah dan bagaimana klien belajar atas pernikahannya tersebut. Area kelima adalah interpersonal relationship yang berkaitan dengan hubungan klien dengan orang-orang disekitar seperti teman, tetangga, rekan kerja, dll. Area keenam, recreational preferences yaitu bagaimana klien menghabiskan waktu senggangnya. Pada awalnya saya bingung mengapa area ini harus turut menjadi perhatian, saya pikir bukankah area ini hanya berkaitan dengan hal yang menyenangkan yang tidak mungkin menyebabkan masalah. Nah setelah dijelaskan, ternyata area ini bisa berguna untuk melihat usaha pengembangan diri klien.


     Nah, sekarang sudah tau mengapa social history penting dan apa saja area didalam social history. Let’s try to your client….J

 21 September 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar