Kamis, 16 Mei 2013

Mereka Butuh Dukungan, Bukan Cacian (Indah Dwi Wahyuni)

Mereka Butuh Dukungan, Bukan Cacian !!

     Pada kelas Perilaku Seksual, telah membahas tentang pemerkosaan. Di zaman sekarang ini, banyak sekali kasus pemerkosaan yang terjadi. Entah mendapatkan tindak pemerkosaan dengan bapak tiri, dengan teman yang baru dikenal lewat jejaring sosial, bahkan pemerkosaan yang terjadi di dalam angkutan umum. Pemerkosaan dapat terjadi pada wanita, pria, anak-anak, wanita dengan keterbelakangan mental dan fisik, pada hubungan suami-istri, maupun hubungan pacaran.
     Pemerkosaan adalah suatu tindakan kriminal berwatak seksual yang terjadi ketika seorang manusia (atau lebih) memaksa manusia lain untuk melakukan hubungan seksual dalam bentuk penetrasi vagina atau anus dengan penis, anggota tubuh lainnya seperti tangan, atau dengan benda-benda tertentu secara paksa baik dengan kekerasan atau ancaman kekerasan.
     Bagi beberapa orang, pemerkosaan adalah aib yang harus ditutup rapat-rapat karena suatu musibah yang sangat memalukan bagi korban. Oleh karena itu, banyak korban maupun keluarga korban enggan melaporkan kasus pemerkosaan yang telah dialaminya tersebut kepada tindak yang berwajib. Karena mereka berpikir, apabila semua orang mengetahui aib tersebut, akan membuat korban merasa malu dan menambah beban pikiran bagi si korban.
     Parahnya, seperti jatuh tertimpa tangga, setelah korban mendapatkan tindakan pemerkosaan, korban dikucilkan oleh masyarakat atau lingkungan sekitar. Karena banyak orang yang menganggap korban yang menjadi korban pemerkosaan adalah orang yang “nakal”. Maka pantaslah ia menjadi korban pemerkosaan. Sebenarnya, sebelum orang-orang menganggap demikian, seharusnya mereka mencari tahu terlebih dahulu sebelum berkomentar. Kalau yang menjadi korban adalah wanita yang berkerja di club malam, berdandan dan berpakaian tidak sopan, ataupun wanita yang tidak memiliki harga diri di mata pria, barulah masyarakat dapat berkomentar demikian. Namun, apabila yang menjadi korban adalah wanita yang baik dan tidak bersalah bagaimana? Masyarakat tetap menyalahkan dan mengucilkan korban tersebut? Tidak ada wanita ataupun siapapun yang ingin menjadi korban pemerkosaan. Pemerkosaan adalah musibah, bukan keinginan atau kemauan si korban. Ia hanya menjadi sasaran hawa napsu pria yang tidak bertanggung jawab.
     Seharusnya sebagai masyarakat, kita mengayomi, memberi dukungan dan motivasi agar korban dapat bangkit dari keterpurukannya tersebut. Dan bukannya menyalahkan dan mencaci-makinya. Karena bukan persoalan yang mudah untuk dapat bangkit dari keterpurukan tersebut. Membuat korban bangkit dan menumbuhkan rasa percaya diri dan menghilangkan traumanya, membutuhkan proses yang cukup panjang. Oleh karena itu, dibutuhkan lingkungan masyarakat yang mendukung, aman, dan tentram agar korban dapat cepat bangkit dari keterpurukan dan traumanya tersebut.

16 Mei 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar