Minggu, 26 Mei 2013

Aplikasi Wawancara dan Observasi dalam Bidang Psikologi Pendidikan dan PIO (Yulian Noviyanti)


  • Psikologi Pendidikan
     Dalam bidang pendidikan terdapat tiga bagian yang berbeda dalam ilmu psikologi ini, 3 bidang tersebut antara lain adalah guru BP (bimbingan penyuluhan), school psychologist, dan educational psychologist. Guru BP disini dapat lulusan S1 psikologi, ruang lingkup pekerjaannya seperti administrasi siswa atau guru. Sedangkan untuk school psychologist biasanya yang dibutuhkan adalah lulusan S2 psikologi profesi karena ruang lingkup kerjanya adalah melakukan treatment untuk anak-anak yang bermasalah, contohnya seperti subjek atau anak bermasalah tersebut mulai hilang konsentrasi belajarnya karena subjek telah mengalami trauma tertentu dalam waktu dekat, atau korban-korban bullying. Sedangkan untuk guru BP biasanya menangani kasus yang sedikit lebih ringan seperti melakukan konseling terhadap anak merokok disekolah, anak-anak yang sering membolos, dan lain-lain. Educational psychologist juga memerlukan lulusan S2 profesi ruang lingkup kerjanya biasanya ia bekerja di yayasan (bagi sekolah swasta) atau departemen pendidikan karena educational psychologist diperlukan untuk berhubungan dengan pembuatan kurikulum yang sesuai untuk masing-masing bidang atau jenjang pendidikan (dari TK hingga SMA).
     Dalam psikologi pendidikan sebagai sasaran interviewee adalah semua kalangan seperti: guru, orang tua, teman (murid) dan lain-lain. Wawancara guru dapat dilakukan bila bersangkutan dengan cara kerja guru itu sendiri, atau wali kelas yang memiliki anak murid yang sedang bermasalah. Orang tua juga jelas menjadi subjek interviwee karena orang tua berhubungan langsung dengan murid atau anak yang sedang bersangkutan tersebut. Murid disini dapat subjek sendiri yang bermasalah atau murid disini juga dapat menjadi subjek interviewee adalah teman subjek yang sedang bersangkutan. 
      Masalah-Masalah yang umum terjadi didunia pendidikan ini adalah proses belajar mengajar dikelas, masalah yang terkait dengan sistem sekolah atau masalah-masalah yang dialami siswa seperti: learning disabilities (disleksia, diskalkulia, disgrafia, dan lain-lain); developmental problem (CP, ADHD, down syndrome, dan lain-lain); behavioral problem (bullying); psychosocial and environment; bakat dan minat; seleksi dan penempatan. Aplikasi observasi dan wawancara dibidang pendidikan ini diantaranya adalah bertujuan untuk mengetahui informasi mengenai siswa, memahami permasalahan dan dinamika yang sedang siswa hadapi, verifikasi, diagnosa dan untuk memantau perkembangan atau perubahan perilaku yang terjadi setelah dan sebelum menjalani treatment.
  • PIO
     Dalam setting PIO ini aplikasi wawancara dan observasi dilakukan untuk seleksi penempatan, job analysis (Job evaluation dan menetapkan job description dan job specification), coaching, performance appraisal, dan Exit interview. Aplikasi wawancara dan observasi pada bidang PIO ini memiliki 2 jenis yaitu CBI (competence based interview) dan BEI (behavioral even interview). CBI adalah mengacu pada pertanyaan yang terstruktur yang berhubungan langsung dengan kriteria yang diinginkan. Pewawancara umumnya lebih banyak berfokus pada hal-hal yang berhubungan dengan kompetensi jabatan tertentu, misalnya kepemimpinan, teamwork, motivasi, kreativitas dan ketrampilan teknis lainnya yang berhubungan dengan spesifikasi jabatan tersebut. Contoh pertanyaan CBI biasanya berupa seperti : Adaptability Competency, Client Focus Competency, Communication Competency, Organizational Awareness Competency, Problem Solving and Judgment  Competency. Sedangkan untuk BEI, BEI menurut Winata, 2011 adalah metode wawancara yang berfokus pada penggalian kompetensi, memahami pengetahuan, kemampuan yang dimiliki kandidat dalam melakukan suatu pekerjaan atau menurut Wahyuningtyas, 2010 adalah Metode Interview untuk mengetahui bagaimana respon seseorang dan perilaku dalam situasi tertentu dari performa kerja sebelumnya maupun performa dimasa didepan. Tujuan BEI adalah untuk mengetahui apakah kandidat dapat melakukan pekerjaan tersebut- apakah dia kompeten ?, ingin mengetahui apakah kandidat tersebut termotifasi untuk melakukan sesuatu dan apakah individu atau kandidat tersebut dapat bergabung dengan organisasi (tertentu atau saat ini) (Winata, 2011).

22 April 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar