Sabtu, 30 Maret 2013

Who Am I? (Lukas Putera Jaya)


Seorang individu terbentuk tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik atau keturunan tapi juga oleh interaksi dengan pengalaman hidup sehari-hari. Permasalahan yang dialami seorang klien juga berlatar belakang pada interaksinya dengan pengalaman hidup sehari-hari. Sebagai seorang psikolog ataupun calon psikolog, kita perlu memahami dan menggali hal tersebut dari klien agar dapat menemukan benang merah bagi permasalahan yang sedang dihadapi oleh klien.

Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu digali untuk dapat mengetahui latar belakang seorang klien:
1. Family history
2. Educational history
3. Occupational training / job history
4. Marital history
5. Interpersonal relationship
6. Recreational preferences
7. Sexual history
8. Medical history
9. Psychiatric / psychotherapy history
10. Legal history
11. Alcohol and substance use / abuse
12. Nicotine and / or caffeine consumption

Beberapa hal yang disebutkan di atas bisa berhubungan satu sama lain untuk menjadi sumber stressor bagi seorang klien. Ketika bertemu klien, kita harus terlebih dahulu mengetahui "who am I?" versi klien sehingga kita dapat melihat sumber masalah dalam hidup klien tersebut. Setelah mendapatkan data, kita dapat menganalisa dan menarik kesimpulan tentang masalah seorang klien sehingga kita dapat melakukan tindakan yang tepat terhadap klien.

Agar dapat melakukan wawancara yang baik kita harus mendengarkan klien dengan baik (agar kita dapat memahami permasalahan klien dan memperdalam pernyataan klien yang kurang jelas), menanyakan dan membicarakan hal yang penting atau layak untuk dicatat, menyediakan suasana wawancara yang nyaman (jangan membuat klien merasa tertekan), miliki rasa penasaran, catat hal yang penting agar tidak lupa, berhati-hati terhadap latar belakang klien dan membuat klien menceritakan cerita sejelas mungkin.

28 Maret 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar