Pengertian Wanita Karir
Pengertian wanita karir menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Wanita karir merupakanwanita yang berkecimpung dalam kegiatan profesi seperti usaha atau perkantoran (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2008).
Pengertian wanita karir menurut Husain Muhammad. Wanita karir adalah wanita yang mandiri, bekerja menghidupi dirinya sendiri serta untuk mengaktualisasikan dirinya baik ruang publik maupun domestik (Larasati, 2014).
Maka dapat disimpulkan bahwa wanita karir adalah wanita yang aktif dalam kegiatan profesi yang terbebas dari maksiat, serta mendapatkan izin dari suaminya.
Perbedaan Wanita Karir
Wanita karir jaman dulu. Pada jaman dulu wanita hanya bertugas sebagai istri dan ibu. Karena suamilah yang mempunyai tanggung jawab lebih besar untuk bekerja. Ketika wanita tersebut hamil atau suaminya pindah bekerja, ia akan langsung keluar dari pekerjaanya (“Sudut Pandang Seorang Wanita Karir,” 2012).
Wanita karir masa kini. Akibat dari perubahan cara pandang masyarakat, banyak kaum wanita berkarir dibidang yang sama dengan pria. Hanya saja masih terdapat diskriminasi hingga muncul anggapan wanita cenderung lebih pasif dan kemampuan intelektualnya lebih rendah dibanding pria (Larasati, 2014).
Perkembangan Wanita Karir
Perkembangan wanita karir di Indonesia. Wanita di Indonesia semakin maju dalam menjajakkan karirnya yang semula hanya dapat dikerjakan oleh pria. Sebenarnya wanita di Indonesia sudah membangun karirnya semenjak jaman penjajahan. Hanya saja pradigma sosial mengenai posisi wanita masih belum jelas (Bisnis Indonesia, 2014).
Perkembangan wanita karir di Amerika Serikat. Karir wanita di Amerika Serikat tidak berkembang. Dalam survei “The Catalyst 2012 F500 Sensus" tercatat bahwa terjadi kemajuan yang sangat lambat untuk wanita karir, hanya mengalami kenaikan 0,5 persen dari tahun sebelumnya."Apa yang kami temukan menunjukkan bahwa 'jarum' hampir tidak beranjak untuk karier wanita ke tingkat atas kepemimpinan di perusahaan-perusahaan terdepan di Amerika" (Soares dikutip dalam Reuters, 2012).
Kehidupan Wanita Karir
Kehidupan wanita karir bagi yang tidak menikah. Wanita yang berkarir biasanya cenderung menunda pernikahan mereka karena mempunyai faktor tertentu. “Faktor-faktor tersebut adalah pendidikan yang baik, pengalaman traumatis, bertanggung jawab mengurus kedua orang tua, Keengganan untuk memiliki dan mengurus anak, hambatan dari diri wanita tersebut, Perasaan dan keinginan untuk menikmati kebebasan” (Hurlock dikutip dalam Prabowo, 2014).
Kehidupan wanita karir bagi yang sudah menikah. Bagi wanita yang menikah umumnya mereka sudah memperhitungkan dengan matang apabila tetap ingin berkarir. Akan tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh wanita karir, yaitu: (a) dapat membagi waktu, seorang wanita karir harus dapat mengerjakan banyak hal dalam satu waktu; (b) tidak banyak mengeluh, berilah senyum kepada suami; (c) kebutuhan yang besar, tetapi kita harus berpikir ulang jika gaji yang didapatkan tidak sepadan dengan waktu yang dikorbankan bagi keluarga; dan (d) jenjang karir yang gemilang, hal ini penting agar wanita karir mempunyai kekuatan untuk terus bertahan (Satyawati & Rakhmawati, 2012).
Dampak Wanita Karir
Dampak positif wanita karir. Permasalahan gender antara wanita dan pria sekarang semakin menipis. Banyak wanita yang memilih untuk tetap berkarir walaupun sudah berkeluarga.
Dalam segi ekonomi. Wanita ikut membantu perekonomian keluarga dengan berkarir agar dapat mencukupi kehidupan sehari-hari. Sudamona dikutip oleh Larasati (2014) mengatakan bahwa “Pria dan wanita adalah ‘Mitra Sejajar’ dalam menunjang perekonomian keluarga.”
Dalam segi percaya diri. Sebagai wanita karir tentu mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah, serta membuat mereka harus berhadapan dengan banyak orang. Hal tersebut yang mendorong rasa percaya diri wanita yang pada akhirnya dapat bekerja secara optimal (Larasati, 2014).
Dampak negatif wanita karir. Banyaknya kewajiban yang tertunda akibat kelalaian wanita karir menjadikan masyarakat masih memandang sebelah mata. Terlalu sering bekerja membuat wanita karir lupa dengan kehidupan pribadinya.
Terhadap anak. Kelelahan yang ditimbulkan setelah seharian bekerja membuat konsentrasi para wanita terpecah, antara anak dengan karirnya. Kesabaran pun menjadi menurun. Akibatnya anak menjadi tidak terurus dan terjerumus ke dalam tindakan kriminal karena kurangnya kasih sayang seorang Ibu (Larasati, 2014).
Dalam rumah tangga. Jajak pendapat ‘Mom Secrets’ yang dilakukan oleh Today dan Parenting.com pada 13 hingga 20 Juni 2011 diketahui bahwa, muncul dilema antara benci dan cinta saat ibu bekerja. Di satu sisi, mereka mengeluhkan waktu yang terkuras di tempat kerja. Di sisi lain, si ibu juga kerap menjadikan pekerjaan sebagai alasan untuk melarikan diri dari rutinitas rumah tangga dan mengurus anak (Msn, 2014). Umumnya, seorang wanita karir lebih memfokuskan diri terhadap karirnya dibandingkan dengan keluarga. Akibatnya rumah tangga menjadi hancur karena adanya pertengkaran.
Simpulan
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa kesenjangan gender antara wanita dan pria sudah berkurang sehingga wanita sekarang dapat berkarir diberbagai bidang profesi. Akan tetapi, sebelum menjadi wanita karir harus berunding dengan suami terlebih dahulu karena nantinya konsentrasi dan waktu untuk keluarga akan terpecah. Kita juga harus mulai menghilangkan pemikiran bahwa pekerjaan wanita hanya mengurus rumah tangga.
Daftar Pustaka
Bisnis Indonesia. (2014, 5 November). Karir politik perempuan. Diunduh darihttp://www.jakartaconsulting.com/publications/articles/career-articles/karir-politik-perempuan.
Larasati, F. (2014, 5 November). Wanita karir dalam pandangan Islam. Diunduh darihttp://www.academia.edu/6835133/Isi_makalah_WANITA_KARIER_dalam_PANDANGAN_ISLAM_-_Copy.
Msn. (2014, 29 Maret). Ibu bekerja, fokus karir atau anak. Diunduh darihttp://www.psikologizone.com/ibu-bekerja-fokus-karir-atau-anak/065115955.
Prabowo, R. D. (2014, 5 November). Faktor-faktor yang mempengaruhi wanita karir memilih untuk tidak menikah (melajang). Skirpsi tidak diterbitkan. Universitas Gunadarma, Jakarta. Diunduh darihttp://library.gunadarma.ac.id/repository/view/319573/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-wanita-karir-memilih-untuk-tidak-menikah-melajang.html/.
Reuters. (2012, 11 Desember). Karier wanita di AS. Diunduh darihttp://www.tempo.co/read/news/2012/12/11/215447459/karier-wanita-di-as.
Satyawati, I. F., & Rakhmawati A. (2012). Kehidupan karier versi si married. Dalam H. P. Dewi (Ed.),Kesinambungan Hidup Perempuan (h. 52-55). Jogjakarta: Stiletto Book.
Sudut pandang seorang wanita karir. (2012, 25 September). Info perempuan. Diunduh darihttp://infoperempuan.com/sudut-pandang-seorang-wanita-karir/.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar