Pentingnya Sekolah
Sekolah merupakan tempat bagi seorang anak untuk mendapatkan pendidikan secara formal, hal ini berarti sekolah adalah tempat bagi anak-anak untuk mengecap pendidikan. Sarana-sarana dalam sekolah yang dirancang sedemikian rupa yang fungsi lainnya sebagai tempat menuntut ilmu dalam mengembangkan generasi mendatang demi kemajuan bangsa dan negara. Pendidikan adalah yang utama dan terutama di dalam kehidupan era masa sekarang ini. Pendidikan dapat diperoleh dengan berbagai cara terlebih lagi semakin mendukungnya perkembangan alat-alat elektronika sekarang ini. Dengan mudah kita beroleh informasi tentang perkembangan zaman baik dari belahan bumi barat terlebih lagi dari negara tetangga.
Fungsi Sekolah
Lembaga Pendidikan. Sumber utama pendidikan di awal usia dini seorang anak adalah rumah, selain itu untuk menunjang berhasilnya pendidikan anak tersebut adalah sekolah. Pengaruh sekolah dalam kehidupan seorang anak sangat besar karena hampir 1/3 dari kehidupan anak sehari-harinya berada dalam gedung sekolah. Suasana dan fasilitas juga harus mendukung sehingga fungsi dari sekolah dapat diterima dengan baik dalam membantu perkembangan dan pendidikan anak.
Tempat bersosialisasi. Pada hakikatnya berinteraksi dalam diri manusia sudah ditunjukkan begitu dilahirkan, bahkan dalam kandungan pun reaksi itu sudah ditunjukkan si janin. Berkaitan dengan itu, interaksi dengan lingkungan di keluarga dan rumah saja tidaklah cukup sehingga diperlukan interaksi di luar itu dengan tujuan anak dapat bersosialisasi dengan baik. Oleh karena itu, sekolah merupakan tempat awal pertama yang tepat bagi anak berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan dan orang-orang yang baru.
Sumber Ilmu Pengetahuan. Hal-hal yang tidak pernah diketahui oleh si anak akan menimbulkan rasa penasarannya yang besar sehingga membuatnya selalu untuk mencari tahu. Keterbatasan dari orangtua dalam memberikan pengetahuan mengantarkan anaknya ke sekolah dalam mencari tahu akan segala sumber ilmu pengetahuan. Artinya ilmu pengetahuan adalah hal yang penting bagi kehidupan seorang anak dalam mencapai cita-cita demi kelangsungan hidup di masa mendatang.
Jenis-jenis Pendidikan
Jenis pendidikan menurut Coombs (1973). Pengertian pendidikan dibedakan dalam tiga yaitu: (a) pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis, bertingkat/berjenjang, dimulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf dengannya; termasuk kedalamnya ialah kegiatan studi yang berorientasi akademis dan umum, program spesialisasi, dan latihan professional, yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus; (b) pendidikan informal adalah proses yang berlangsung sepanjang usia sehingga sehingga setiap orang memperoleh nilai, sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman hidup sehari-hari, pengaruh lingkungan termasuk di dalamnya adalah pengaruh kehidupan keluarga, hubungan dengan tetangga, lingkungan pekerjaan dan permainan, pasar, perpustakaan, dan media massa; (c) pendidikan nonformal ialah setiap kegiatan teroganisasi dan sistematis, di luar sistem persekolahan yang , dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu di dalam mancapai tujuan belajarnya. (Universitas Negri Semarang [UNNES], 2011).
Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas, 2003). Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pada jalur pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal.
Pendidikan formal. Jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidkan menengah dan pendidikan tinggi.
Pendidikan nonformal. Jalur pendidikan di luar jalur pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang
Pendidikan informal. Jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.
Sumber yang dikutip dalam Darussaadah (2012, Juni) http://nhanadewi.wordpress.com/2010/11/03/pentingnya-pendidikan-sekolah/bahwa mengenyam pendidikan pada institusi pendidikan formal yang diakui oleh lembaga pendidikan negara adalah sesuatu yang wajib dilakukan di Indonesia.
Manfaat Belajar di Sekolah
Mengasah kemampuan. Kekuatan dan kemampuan setiap anak tidak sama sebab itu orangtua harus bisa lebih sensitif dalam melihat kemampuan anak agar bisa terarah dengan baik. Dalam hal ini, sekolah memiliki kemampuan itu karena pelajaran dalam sekolah sering memberikan pengujian kepada anak dengan tujuan agar kemampuan diri sang anak berkembang. Akan tetapi, semua ini tentunya tergantung sang anak, apakah ada miliki kemauan yang kuat jadi komunikasi antar guru dan orangtua sangat diperlukan.
Mengekspresikan diri. Berawal dari berbagai macam hobi setiap anak membawa mereka selalu ingin menampilkan kelebihannya apalagi jika sang anak mendapat pujian dari orang-orang sekitarnya. Lingkungan sekolah beserta sarana yang telah ada dapat memberikan kesempatan yang besar bagi anak untuk berkreasi sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Menyalurkan hobi dari diri setiap orang dengan tepat akan memberikan efek yang positif sehingga kepercayaan diri disertai rasa tanggungjawab dapat bekerja dengan baik.
Budi pekerti. Selama dalam lingkungan sekolah, guru dapat membantu orangtua untuk menyempurnakan budi pekerti, etika, tata krama dan sopan santun dalam diri anak. Selain itu, setiap orangtua tidak bisa sepenuhnya hanya mengharapkan sekolah maupun guru saja yang menjadi mentor dalam mengembangkan karakter si anak. Dengan kata lain, peran orangtualah yang menjadi utama dalam segala perilaku anak sedangkan sekolah hanya sebagai wadah bagi si anak berperilaku semakin baik.
Menambah wawasan. Artinya ilmu dan pengetahuan dalam sekolah otomatis berbeda dengan di rumah karena semakin luas pergaulan seorang anak maka akan semakin luas wawasannya. Lingkup sekolah berupa tempat berkumpulnya berbagai jenis karakter dan sifat manusia yang tentu saja akan memberikan peluang banyak bagi wawasan sang anak. Salah satu sarana yang tersedia di sekolah seperti perpustakaan dengan buku-buku menjadikan sumber lain bagi anak untuk mendapatkan wawasan dan pengetahuan lebih luas lagi.
Sumber dari Darussaadah (2012) mengungkapkan:
Siapapun orangnya hendaknya bersekolah minimal selama 9 tahun lamanya hingga lulus SMP, semakin tinggi jenjang pendidikan sekolah yang dicapai seseorang maka akan semakin baik. Manfaat belajar di Sekolah maupun perguruan tinggi antara lain: (a) melatih kemampuan akademis anak, (b) menggembleng dan memperkuat mental, fisik dan disiplin; (c) memperkenalkan tanggungjawab; (d) membangun jiwa sosial dan jaringan pertemanan; (d) sebagai Identitas diri; (d) sarana mengembangkan diri dan berkreativitas. Diunduh dari http://darussaadah.sch.id/pentingnya-pendidikan-sekolah/
Simpulan
Pendidikan bagi anak untuk jaman sekarang ini jelas merupakan tujuan utama bagi orangtua apalagi perubahan jaman yang berkembang begitu cepat. Orangtua akan mencari sekolah-sekolah terbaik untuk pendidikan anaknya dan tidak sedikit anak yang di kirim ke luar negri untuk sekolah. Walaupun demikian, semua tidak bisa tergantung dari bermutu atau tidaknya sebuah sekolah dan orangtua harus bisa menyadari hal ini. Peran orangtua dalam kehidupan sehari-hari anak yang berada di luar lingkungan sekolah menjadi faktor utama agar pendidikan anak tetap terjaga dengan baik.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Reference :
Alicha (2009, April). Apa pentingnya sekolah. Forum Sains Indonesia (h.1). Diunduh dari http://www.forumsains.com/pendidikan/apa-pentingnya-sekolah/
DARUSSA'ADAH (2012, Juni). Pentingnya pendidikan sekolah. Diunduh darihttp://darussaadah.sch.id/pentingnya-pendidikan-sekolah/
Universitas Negri Semarang (UNNES, 2011, Juni). Pendidikan luar sekolah. Diunduh dari http://pls.unnes.ac.id/2011/pengertian-tiga-jenis-pendidikan/
Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas, 2003). Undang-undang, 20. Diunduh darihttp://www.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2012/10/UU20-2003-Sisdiknas.pdf
Subagyo, M. F. (1995). Kesulitan belajar pada anak dan usaha menanggulangi: Faktor sekolah. Dalam S. D. Gunarsa, & Y. S. D. Gunarsa (Ed.), Psikologi perkembangan anak dan remaja (h. 133). Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar