Selasa, 25 November 2014

Semua Manusia itu Berharga (Pratiwi Hosanna)


     Apa yang pertama kali muncul di benak Anda jika melihat kekerasan? Pastinya hal yang tidak menyenangkan bukan? Ya, kekerasan merupakan sebuah ekspresi yang mencerminkan pada tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan atau martabat seseorang yang dapat dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang. Kekerasan dapat berbentuk kekerasan fisik, psikologis, dan seksual. Kekerasan fisik misalnya menjambak, menampar, memukul, memelintir lengan, menendang, mendorong tubuh, menyundut dengan rokok, membakar, mengancam dengan senjata, hingga membunuh. Perilaku yang termasuk kekerasan secara psikologis adalah penelantaran terhadap kebutuhan lahir dan batin seseorang, penghinaan, sikap-sikap yang tidak menghargai atau menyakitkan, dan pengisolasian dari pergaulan sosial. Tindakan yang termasuk kekerasan seksual meliputi paksaan untuk melakukan hubungan seksual yang tidak diinginkan, paksaan melakukan hubungan seks dengan cara-cara yang tidak dikehendaki, memaksa melakukan atau melihat hubungan seksual dengan orang lain, paksaan untuk menjadi pelacur.
     Kekerasan dapat terjadi di mana saja, kapan saja, dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa pelaku kekerasan adalah orang terdekat korban. Kekerasan sudah terjadi sejak dahulu. Namun, kasus kekerasan masih sulit ditangani oleh karena banyak korban yang memilih untuk diam dan menerimanya. Hal ini dikarenakan korban merasa bahwa kekerasan yang terjadi pada dirinya adalah masalah pribadi yang akan membuka aib apabila menceritakan ke orang lain. Hal seperti inilah yang harus kita ubah… Mengapa? Karena sebenarnya, menceritakan masalah yang terjadi adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan solusi. Misalnya, suami yang memukul istrinya berulang kali karena sang istri tidak mau menuruti keinginannya. Apabila korban menceritakan masalahnya kepada orang yang dipercaya, mungkin orang tersebut dapat memberikan solusinya.
     Apa saja dampak dari kekerasan? Kekerasan akan menimbulkan perasaan malu, terhina, dan terasing. Apabila kekerasan sudah terjadi dalam jangka waktu yang lama, akan muncul perasaan depresi, sikap menyalahkan diri sendiri, menurunnya kemampuan mempercayai orang lain atau membangun hubungan dekat dengan orang lain, bahkan keinginan untuk bunuh diri.
     Lalu, apa hal yang dapat dilakukan untuk membantu korban? Pertama, dengarkan pengalamannya dan berilah informasi yang membuatnya tahu bahwa ia tidak sendirian. Korban akan merasa bahwa masih ada orang di lingkungannya yang mempedulikan dirinya. Kedua, jangan pernah mempertanyakan apa yang ia lakukan sampai ia mengalami kekerasan. Korban akan merasa bahwa memang ia telah melakukan kesalahan sehingga ia pantas untuk mengalami kekerasan. Ketiga, kuatkan korban untuk melapor ke pihak yang berwajib. Kekerasan terdapat dalam undang-undang, oleh karena itu pelaku pantas untuk diberikan hukuman atas perbuatannya. Keempat, dampingi atau berikan saran kepada korban untuk menghubungi lembaga-lembaga yang memberikan layanan atau bantuan psikologis atau medis bagi korban yang mengalami kekerasan.
     Jadi, berikanlah contoh yang baik, terutama dalam lingkup keluarga karena anak dapat melihat atau mencontoh tindakan yang dilakukan oleh orang dewasa. Perbaikan pada penegakan hukum juga diperlukan agar pelaku memiliki efek jera sehingga tindak kekerasan dapat diminimalisir.
”Tak satupun orang yang pantas menerima kekerasan”
image25 Nov 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar