Pengertian Keluarga
Keluarga adalah unit sosial yang terkecil dalam masyarakat dan juga merupakan lembagapertama yang dimasuki seorang anak ketika dilahirkan. Menurut Andiwikarta (1988, h. 66-67) dan Sigelman & Shaffer (1995, h. 390-391) dikutip dalam Yusuf (2004, h. 36) Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang bersifat universal, artinya terdapat pada setiap masyarakat di dunia (universe) atau suatu sistem sosial yang terpancang (terbentuk) dalam sistem sosial yang lebih besar.Keluarga juga merupakan kumpulan orang yang memiliki iktan darah/keturunan maupun ikatan emosi yang dimiliki oleh seorang anak. Keluarga berubah sejalan dengan perubahan jaman. Perubahan yang diinginkan diharapkan bermuara pada kesejahteraan dan kebahagiaan.
Pengertian Kepribadian
Menurut Sujanto et al. (2004) diunduh dari http://belajarpsikologi.com/pengertian-kepribadian/ menyatakan bahwa kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik. Kepribadian pada anak harus dibentuk dari masa dini dari lingkungan pertama saat mereka temui. Keluarga berperan penting dalam membentuk peribadian anak yang unik dan baik.
Peran Keluarga bagi Kepribadian Anak
Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan pembentukan kepribadian anak. Peran keluarga dalam memberikan pendindikan informal kepada anak banyak membantu meletakkan dasar pembentukan kepribadian anak. Peran orangtua dengan memberi kasih saying dan pendidikan kepada anak baik dalam agama maupun sosial budaya yang diberikan merupakan faktor kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi yang baik.
Moral bagi perkembangan anak
Moral berasal dari bahasa Latin MOS (MORIS) yang berarti adat isitadat, kebiasaan, tata cara kehidupan. Tingkahlaku dikatakan bermoral jika sesuai dengan nilai-nilai moral yang berlaku dalam dalam kelompok sosial yang didiami anak itu sendiri. Perkembangan moral pada anak banyak dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia berada. Keluarga merupakan pengaruh moral yang terbesar bagi anak. Keluarga mengajarkan anak bagaimana bertingkahlaku yang baik untuk dalam masyarakat.
Fungsi Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian Anak
Menurut sudut pandang psikososiologis. (a) pemberi rasa aman bagi anak. Anak membutuhkan rasa aman dari keluarga. Keluarga memberikan kebutuhan anak akan lingkungan yang stabil dan aman. Kebutuhan ini penting bagi pembentukan kepribadian anak karena lingkungan yang berubah-ubah akan membahayakan perkembangan emosi anak. (b) sumber pemenuhan kebutuhan. Keluarga sebagai tempat pemenuhan kebutuhan untuk anak. Orang tua memberikan kebutuhan fisik seperti makanan, minuman, tempat tinggal, pakaian, dan lain-lain.Kebutuhan psikologis seperti rasa aman dan kasih sayang. (c) sumber kasih sayang dan penerimaan. Keluarga memberikan kebutuhan psikologis bagi perkembangan anak seperi kasih sayang dan penerimaan anak dalam keluarga. Keluarga harus bisa memberikan rasa kasih sayang kepada anak agar anak merasa dicintai karena dan merasa diterima didalam keluarga itu sendiri. Karena keluarga merupakan lembaga pertama bagi anak sebelum lanjut ke dalam masyarakat. (d) Sumber persahabatan/teman bermain bagi anak sampai cukup usia untuk mendapatkan teman di luar rumah. Keluarga sebagai sahabat atau teman pertama kali bagi anak didalam lingkungan sosial sebelum mereka mendapatkan teman di luar rumah. Karena keluarga dapat memberikan atau diberikan kepercayaan kepada anak
Fungsi keluarga dari sudut pandang sosiologis. (a) fungsi biologis. Keluarga sebagai pranata sosial yang member kesempatan dan kemudahan bagi para anggota keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar biologisnya. (b) fungsi pendidikan (edukastif). Hurlock (1956) dan Pervin (1970)dikutip dalam Yusuf (2004, h. 39) menyatakan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Keluarga berfungsi sebagai “transmitter budaya atau mediator” sosial budaya bagi anak. Menurut UU No. 2 tahun 1989 Bab IV Pasal 10 Ayat 4: “Pendidikan Keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral, dan keterampilan”. Fungsi keluarga adalah menanamkan dan membimbing anak untuk mencapai kepribadian yang baik dalam bersosialisasi di dalam masyarakat. (c) fungsi sosialisasi. Keluarga merupakan factor penentu yang mempengaruhi kulitas generasi berikutnya. Keluarga sebagai miniature masyarakat yang mensosialisasikan nilai-nilai atau peran hidup dalam masyarakat yang harus dilaksanakan oleh anak. Keluarga merupakan lembaga terkecil yang mempengaruhi kemampuan anak untuk menaati peraturan, bersikap toleransi, rasa bertanggung jawab dan menghargai pendapat dari orang lain. (d) fungsi perlindungan (protektif). Keluarga sebagai tempat perlindungan bagi anak dari gangguan atau ancaman yang membuat anak merasa tidak nyaman. (e) fungsi agama (religius). Keluarga sebagai penanaman nilai agama kepada anak pertama kali agar anak memiliki pedoman hidup yang benar.
Kesimpulan
Keluarga merupakan bagian sosial terkecil dalam masyarakat. Keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak (keluarga kecil). Keluarga memberikan kebutuhan bagi perkembangan anak baik secara psikologis, sosialisasi maupun material yang dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian pada diri seorang anak.
Daftar Pustaka
Yusuf, H. S. (2004). Psikologi perkembangan anak & remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Adiwardhana, S. S. (1995). Peran orangtua terhadap perkembangan moral anak. Perkembangan aspek moral dan sosial pada anak. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Haryanto. (2010). Pengertian kepribadian (personality). Diunduh darihttp://belajarpsikologi.com/pengertian-kepribadian/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar