Pengertian Homeschooling
Dalam bahasa Indonesia, ada yang menyebut homeschooling dengan istilah “sekolah rumah”. Ada juga orangtua yang secara pribadi lebih suka mengartikan homeschooling dengan istilah “sekolah mandiri”. Selain homeschooling, ada istilah “home education”, atau “home-based learning” yang digunakan untuk maksud yang hampir sama. Salah satu pengertian umum homeschoolingadalah sebuah keluarga yang memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anak dan mendidik anaknya dengan berbasis rumah. Pada homeschooling, orangtua bertanggung jawab sepenuhnya atas proses pendidikan anak, sementara pada sekolah reguler tanggung jawab itu didelegasikan kepada guru dan sistem sekolah (“Homeschooling Sebagai Pendidikan Alternatif”, 2008).
Homeschooling di Indonesia mulai muncul pada tahun 2005. Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara, Buya Hamka dan KH. Agus Salim adalah para tokoh nasional yang tumbuh dan berkembang lewat homeschooling. Banyak orangtua yang mempertanyakan dasar hukum proses pendidikan alternatif selain sekolah umum ini. Meskipun begitu, jumlah praktisi homeschooling ternyata semakin bertambah setiap tahunnya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya berbagai lembaga, komunitas dan sekolah-sekolah dengan metode homeschooling di kota-kota besar di Indonesia (Saraswati, 2012).
Metode-metode Homeschooling
Metode klasik homeschooling. Tahap pertama dari metode ini dimulai ketika siswa memelajari cara belajar dan mengasah kemampuan untuk mengingat banyak hal. Tahap selanjutnya, sudah ada sambungan yang mulai tercipta dari fakta-fakta yang sudah dipelajari. Tahap ketiga, ketika siswa sudah bisa menggunakan sambungan dari fakta-fakta, bisa merumuskan dan mengartikulasikan fakta tersebut dengan pendapatnya sendiri (“Mengenal Metode-metode Homeschooling”, 2011).
Metode school at home. Metode ini merupakan metode yang mengambil model dari sekolah. Mulai dari sistemnya, materinya, ada proses belajar mengajarnya, ada ujiannya. Meskipun begitu, metode ini cenderung membuat orang tua dan anak berorientasi pada nilai dan ujian, bukan pada proses belajarnya (Naya, 2013).
Metode Charlotte Mason. Charlotte Mason adalah seorang pendidik Inggris yang metode pengajarannya menggunakan metode yang unik. Banyakhomeschoolers menggunakan metode tersebut untuk mengajar anak-anaknya. Metode ini relatif lebih singkat dan memiliki banyak mata pelajaran. (“Mengenal Metode-metodeHomeschooling” , 2011).
Kelebihan dan Kekurangan Homeschooling
Kelebihan homeschooling. Ada beberapa kelebihan dari pendidikan alternatif homeschooling, yaitu: (a) customized, sesuai dengan kebutuhan anak dan kondisi keluarga; (b) lebih memberikan peluang untuk kemandirian dan kreativitas individual yang tidak didapatkan dalam model sekolah umum; (c) memaksimalkan potensi anak sejak usia dini, tanpa harus mengikuti standar waktu yang ditetapkan di sekolah; dan (d) biaya pendidikan dapat disesuaikan dengan keadaan orang tua (“Homeschooling Sebagai Pendidikan Alternatif”, 2008).
Kekurangan homeschooling. Selain memiliki kelebihan, homeschooling juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu (a) peserta didik kurang berinteraksi dengan teman sebaya, (b) belum ada standarisasi hukum, (c) kurangnya minat untuk belajar lebih giat lagi untuk bersaing dengan teman sekelas, dan (d) homeschooling dapat mengisolasi peserta didik dari lingkungan sosial yang kurang menyenangkan sehingga dapat berpengaruh pada perkembangannya (“Kelebihan dan KekuranganHomeschooling”, 2013).
Perbandingan Pendidikan di Sekolah Reguler dan Homeschooling
Semua sistem pendidikan memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Sekolah reguler bukan satu-satunya cara untuk memperoleh pendidikan. Djiwandono (2006, h. 110) mengatakan, “Sekolah yang baik memberikan banyak kesempatan bagi anak untuk menyelidiki potensi-potensi yang ada pada mereka untuk perkembangan yang akan datang.” Hal ini berarti tidak membedakan antara sekolah reguler dan homeschooling, yang terpenting adalah potensi yang ada pada anak bisa tereksplorasi untuk perkembangannya.
Simpulan
Berdasarkan uraian di atas, homeschooling adalah sebuah keluarga yang memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anak dan mendidik anaknya dengan berbasis rumah. Ada beberapa metode homeschooling, yaitu (a) klasik homeschooling, (b) school at home, dan (c) Charlotte Mason. Homeschooling memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Dalam penerapannya, homeschooling dan sekolah reguler diharapkan dapat mengeksplorasi kemampuan yang ada pada peserta didik.
Daftar Pustaka
Djiwandono, S. E. W. (2006). Psikologi pendidikan. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Homeschooling sebagai Pendidikan Alternatif. (2009, 18 November). Diunduh darihttp://www.psikologizone.com/pengertian-homeschooling-indonesia/06511347.
Kelebihan dan Kekurangan Homeschooling. (2013, 29 Desember). Diunduh darihttp://edukasi.kompasiana.com/2013/12/29/kelebihan-dan-kekurangan-homeschooling-622390.htmlm.
Mengenal Metode-metode Homeschooling. (2011, 10 Agustus). Diunduh darihttp://edukasi.kompas.com/read/2011/08/10/09312285/Mengenal.Metode-metode%20Homeschooling.
Naya. (2013, 14 Oktober). Mencari dan memilih metode homeschooling. Diunduh darihttp://naya.web.id/self-centric/mencari-dan-memilih-metode-homeschooling/.
Sarawati, W. (2012, 7 Mei). Homeschooling di Indonesia. Diunduh darihttp://informasitips.com/homeschooling-di-indonesia.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar