Senin, 10 November 2014

Televisi Berperan Penting dalam Hidup Manusia (Handry 705140008)


Sejarah Televisi
       Sebagimana radio siaran, penemuan televisi telah melalui berbagai eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan akhir abad 19 dengan dasar penelitian yang dilakukan oleh James Clark Maxwell dan Heinrich Hertz, serta penemuan Marconi pada tahun 1890. Paul Nipkow dan William Jenkins melalui eksperimennya menemukan metode pengiriman gambar melalui kabel (Heibert, Ungrait, Bohn, 1975).
     Televisi sebagai pesawat transmisi dimulai pada tahunn 1925 dengan menggunakan metode mekanikal dari Jenkins. Pada tahun 1928 General Electronic Company mulai menyelenggarakan acara siaran televisi secara regular. Pada tahun 1939 Presiden Fanklin D. Roosevlt tampil di layar televisi. Sedangkan siaran televisi komersial di Amerika dimulai pada 2 September 1940.
Pengertian Televisi
     Televisi merupakan sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang. Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara ke dalam gelombang elektronik dan mengkonversinya kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan suaranya dapat didengar (Soerjokanto, 2003).
     Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. “Sistem penyiaran gambar yg disertai dng bunyi (suara) melalui kabel atau melalui angkasa dng menggunakan alat yg mengubah cahaya (gambar) dan bunyi (suara) menjadi gelombang listrik dan mengubahnya kembali menjadi berkas cahaya yg dapat dilihat dan bunyi yg dapat didengar” (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], 2014).
     Menurut para ahli. “Televisi  adalah media pandang sekaligus media pendengar (audio-visual), yang dimana orang tidak hanya memandang gambar yang ditayangkan televisi, tetapi sekaligus mendengar atau mencerna narasi dari gambar tersebut” (Badjuri, 2010). “Televisi adalah sistem pengambilan gambar, penyampaian, dan penyuguhan kembali gambar melalui tenaga listrik. Gambar tersebut ditangkap dengan kamera televisi, diubah menjadi sinyal listrik, dan dikirim langsung lewat kabel listrik kepada pesawat penerima” (Parwadi, 2008).
Fungsi televisi adalah media masa lainnya (surat kabar, dan radio siaran), yakni member informasi, mendidik, menghibur, dan membujuk. Tetapi fungsi menghibur lebih dominan pada media televisi sebagimana hasil penelitian-penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Falkutas Ilmu Komunikasi UNPAD, yang menyatakan bahwa pada umumnya tujuan utama khalayak menonton televisi adalah untuk memperoleh hiburan, selanjutnya untuk memperoleh informasi.
Karakteristik Televisi
     Audiovisual. Hal ini memiliki kelebihan, yakni dapat didengar sekaligus dapat dilihat (audiovisual). Jadi, apa bila khalayak radio di siarkan hanya mendengar kata-kata music dan efek suara, maka khalayak televisi dapat melihat gambar yang bergerak. Namun demikian, tidak berarti gambar lebih penting daripada kata-kata. Keduanya harus ada kesesuain secara harmonis. Betapa menjengkelkan bila acara televisi hanya terlihat gambar tanpa suara, atau suara tanpa gambar.
     Karena sifat audiovisual itu pula, maka cara berita harus selalu dilengkapi dengan gambar, baik gambar diam seperti foto,gambar peta (still picture), maupun film berita, yakni rekaman peristiwa yang menjadi topik berita. Apabila siara beita televisi tidak di lengkapi dengan unsur visual, sama saja dengan berita radio siaran. Jadi, penanyangan film berita dalam siaran berita, selain memanfaatkan karakteristik televisi, juga agar penonton memperoleh gambar yang lengkap tentang berita yang disiarkan serta memulai keyakinan akan kebenaran berita (Effendy, 1996).
     Berfikir dalam gambar. Ada dua tahap yang dilakukan dalam proses berpikir dalam gambar. Pertama, adalah visualisasi (visualization), yakni menerjemahkan kata-kata yang mengandung gagasan yang menjadi gambar secara individual. Dalam proses visualisasi, pengarah acara harus berusaha menunjukkan objek-objek tertentu menjadi gambar yang jelas dan menyajikannya sedemikian rupa, sehingga mengandung suatu makna. Objek tersebut bisa manusia, benda, kegiatan dan lain sebagainya (Effendy, 1996).
    Tahap kedua dari proses berfikir dalam gambar adalah penggambaran (picturization), yakni kegiatan merangkai gambar-gambar individual sedemikian rupa, sehingga kontinuitasnya mengandung makna tertentu.
     Pengoperasian lebih kompleks. Dibandingakan dengan radio siaran, pengoperasian televisi siaran lebih kompleks, dan lebih banyak melibatkan orang. Untuk menayangkan acara siaran berita yang dibawanya oleh dua orang pembaca berita saja dapat melibatkan 10 orang. Mereka terdiri dari Produser, pengarah acara, pengarah teknik, pengarah studio, pemandu gambar, dua atau tiga juru kamera, juru video, juru audio, juru rias, juru suara, dan lain-lain (Effendy, 1996).
Faktor-faktor yang Diperhatikan dalam Televisi
     PemirsaDalam setiap bentuk komunikasi, melalui media apa pun, komunikator akan menyesuaikan pesan dengan latar belakang komunikasinya. Namun untuk komunikasi melalui media elektronik, khususnya televisi, faktor permisa perlu medapat perhatian lebih. Dalam hal ini komunikator harus memahami kebiasaan dan minat permisa baik yang termasuk anak-anak, remaja, dewasa, mau pun orang tua.
     Waktu. Setelah komunikator mengetahui minat dan kebiasaan tiap kategori pemirsa, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan waktu penayangan dengan minat dan kebiasaan permisa. Faktor waktu menjadi bahan pertimbangan, agar setiap acara dapat ditayangkan secara proporsional dan dapat diterima oleh khalayak sasaran.
       DurasiDurasi berkaitan dengan waktu, yakni jumlah menit dalam setiap tayang acara.
     Metode penyajianTelah kita ketahui bahwa fungsi utama televisi menurut khalayak pada umumnya adalah untuk mengibur, selanjutnya adalah informasi. Tetapi tidak berarti fungsi mendidik dan membujuk dapat diabaikan. Fungsi nonhiburan dan noninformasi harus tetap ada karena sama pentingnya bagi keperluan kedua pihak, komunikator dan komunikan. Masalahnya sekarang adalah bagaimana caranya agar fungsi mendidik dan membujuk tetap ada, namun tetap diminati permisa. Caranya adalah dengan mengemas pesan sedemikian rupa, mengunakan metode penyajian tertentu dimana pesan nonhiburan dapat mengundang unsure hiburan.
     TrendSuksesnya suatu acara program televisi seringkali diikuti oleh stasiun televisi lainnya dengan acara-acara yang sejenis. Hal ini dinamakan sebagai copycat. Ada juga suatu acara yang sukses di negara asalnya sehingga dibuat versi negara lain, dinamakan franchise.
Peran Televisi bagi Mansusia
      Manfaat yang diberikan televisi juga berpengaruh besar dalam kehidupan manusia. Dalam bidang pendidikan, televisi yang menyiarkan acara-acara yang berhubungan dengan pendidikan, dapat membantu proses pembelajaran menjadi lebih cepat. Karena manusia lebih menyukai hal-hal yang memiliki unsur audio (suara-suara yang menarik) dan visual (gambar-gambar bergerak dan penuh warna) dibandingkan dengan buku pelajaran, rekaman, dan sebagainya. Selain itu, dalam bidang penyaluran informasi, televisi dapat menyalurkan beragam informasi menarik bagi para penonton, seperti berita terkini (kondisi jalanan, keadaan suatu peristiwa), keadaan ekonomi dan politik, iklan, acara-acara besar, dan sebagainya. Dalam bidang hiburan, televisi sering menyiarkan berbagai acara yang dapat menghibur penonton dan mengisi waktu luang, seperti film-film bioskop, sinetron, reality show, lagu dan video (Lavenia, 2014).

DAFTAR PUSTAKA

Badjuri, A. (2008). Pengertian televisi. Diunduh darihttp://ict.unimed.ac.id/ictfrm/media.php?module=topik&id=537
Parwadi. (2008). Pengertian televisi menurut ahli. Diunduh darihttp://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19201/4/Chapter%20II.pdf
Setiawan, E., et al. (2012). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Diunduh darihttp://kbbi.web.id/televisi
Soerjokanto. (2003). Pengertian televisi. Diunduh darihttp://sharingkuliahku.wordpress.com/2011/10/24/pengertian-televisi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar