Selasa, 11 November 2014

Perkembangan Bahasa pada Anak Balita (Florencia Irene Aprilia Riawan 705140012)



Pengertian Bahasa
     Pengertian bahasa menurut sudut pandang Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “Sistem lambang yang bunyi berartikulasi (yang dihasilkan alat-alat ucap) yang bersifat sewenang-wenang dan konvensional yang dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran” (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1990, h. 66). Pengertian bahasa menurut sudut pandang kamus psikologi adalah (a) “Sebarang bentuk komunikasi di antara orang-orang, baik yang bersifat verbal maupun gerak isyarat dan sikap; (b) tingkah laku verbal, baik yang lisan maupun yang tertulis; dan (c) penggunaan lambang-lambang dalam komunikasi“ (Chaplin,1968, h. 270). Pengertian bahasa menurut sudut pandang ahli bahasa adalah (a) “Ahli bahasa dari tradisi Chomskyan menganggap bahasa memiliki inti universal dari bahasa individu, dan  (b) Memilih konfigurasi tertentu ang memiliki fitur opsional dikenal secara teknis sebagai parameter” (Chomsky,1982).

Tahap Perkembangan Bahasa pada Balita. Ketika bayi baru lahir tidak dapat langsung berbicara, bayi mempunyai tahapan-tahapan dalam berbicara sesuai usianya, berikut tahapan perkembangan bahasa pada balita, (Hopkins, B. et al, 2005) yaitu
1.)   Pada bayi berusia 3 bulan saat senyum kepada orang lain, bayi akan membuat suara kecil yang dikenal dengan ‘cooing’.
2.)   Pada bayi berusia 5 bulan, bayi akan menggunakan kata yang sistematis.
3.)   Pada bayi berusia 6 bulan, bayi akan memproduksi vokalisasi terstruktur, termasuk keragaman yang lebih besar dari vokal dan konsonan indivdual, sebagian besar disusun dalam bentuk suku kata vokal konsonan seperti ta atau pe.
4.)   Setelah bayi berusia 6 bulan, bayi mencoba untuk menghasilkan suara tertentu untuk menyesuaikan dengan  pendengaran spesifik.
5.)   Pada bayi berusia 12 bulan , ada beberapa sedikit penyimpangan ke arah bahasa, karena bayi mulai mendapatkan kata pertama.
6.)   Setelah bayi berusia 12 bulan, bayi akan memproduksi suara seperti vroom atau bam-bam.
7.)   Pada bayi berusia 17 bulan, bayi sudah memiliki ide baik tentang urutan kata yang benar.
8.)   Pada bayi berusia 24 bulan, bayi akan menyempurnakan suara dan makna dari kata pertama.
9.)   Setelah 24 bulan, bayi akan hanya menghasilkan satu kata.
10.)   Pada anak usia 3 tahun, menunjukkan beberapa penggunaan produktif terbatas pola sintaksis untuk kata kerja yang baru.
11.)    Pada anak usia 5 tahun, cenderung konservatif dan tidak yakin dalam penggunaan kata kerja.

Tiga dasar munculnya kata pertama pada bayi,yaitu (a) dalam mengembangkan kemampuan bayi untuk merekam suara dari kata-kata, (b) pengembangan kemampuan untuk mengendalikan produksi vokal, (c) pertumbuhan umum dari fungsi simbolik (Hopkins, B.et al, 2005).


Proses perkembangan secara umum muncul pada lima skala waktu yang terpisah, yaitu (a) evolutionary emergence, (b) epigenetic emergence, (c) developmental emergence, (d) on-line emergence, dan (e) diachronic emergence (Hopkins, B.et al, 2005).

Stimulasi Tumbuh Kembang  Sesuai Tahapan Usia
     Bahasa untuk 0-3 bulan, yaitu (a) berbicara, ajak bayi berbicara pada berbagai kesempatan; (b) meniru suara, tirukan ocehan bayi sesering mungkin, maka bayi akan menirukan kembali suara; dan (c) mengenali berbagai suara, ajak bayi mendengarkan berbagai suara.
     Bahasa untuk 3-6 bulan, yaitu (a) melanjutkan stimulasi yang ada saat bayi berusia 0-3 bulan; (b) mencari sumber suara, ajarkan bayi memalingkan mukanya ke arah sumber suara; dan (c) menirukan kata-kata, berbicaralah ada bayi dan ulangi beberapa kata untuk bayi dan usahakan bayi untuk meniru.
     Bahasa untuk 6-9 bulan, yaitu (a) melanjutkan stimulasi yang ada saat bayi berusia 0-3 bulan dan 3-6 bulan; dan (b) menujukan dan menyebut nama gambar-gambar di buku/majalah (pilih gambar yang menarik dan berwarna-warni,gerakkan tangan bayi menunjuk gambar dan sebutkan nama gambar yang ditunjuk).
     Bahasa untuk 9-12 bulan, yaitu (a) berbicara,menjawab pertanyaan, menyebut nama gambar di buku atau majalah; (b) menirukan kata-kata, setiap hari berbicara pada bayi dan upayakan bayi meniru kata=kata tersebut; (c) berbicara dengan boneka, mainkan boneka,sehingga boneka dapat berbicara dan bayi mau berbicara dengan boneka; dan (d) bersenandung dan bernyanyi, nyanyikan lagu dan bersenandung sesering mungkin pada bayi.
     Bahasa untuk 12-15 bulan, yaitu (a) melanjutkan stimulasi saat bayi berusia 9-12 bulan; (b) membuat suara, ajak anak membuat suara dari benda yang dipilih; (c) menyebut nama bagian tubuh, sebutkan dan tunjukkan anggota bagian tubuh, lalu minta anak menyebutkan kembali; dan (d) berbicara dengan dua atau lebih kata-kata, ajari anak meminta sesuatu dengan dua kata-kata atau lebih.
     Bahasa untuk 15-18 bulan, yaitu (a) stimulasi lanjutan, tunjukkan buku dan bacakan tiap hari, menyanyikan lagu untuk anak, ajari menggunakan kata-kata untuk menyatakan keinginan; (b) bercerita tentang gambar di majalah, sesering mungkin ajak anak melihat majalah, dan mintalah bercerita tentang yang dilihatnya; (c) bermain menelepon, denan telepon mainan ajari anak menelepon nenek atau kakek; dan (d) menyebeut nama-nama barang, ajak anak ke pasar, sebutkan barang yang dibeli dan minta anak menyebutkan dulu barangnya sebelum membelinya.
     Bahasa untuk 18-24 bulan, yaitu (a) stimulasi lanjutan, bernyanyi, bercerita, bersajak, berbicara banyak pada anak dengan kalimat pendek dan jelas, membacakan buku, dorong anak menceritkan yang dilihat dan dikerjakan; dan (b) melihat acara telivisi, dampingi melihat acara tv anak-anak maksimal 1jam.
    Bahasa untuk 24-36 bulan, yaitu (a) melanjutkan stimulasi pada anak berusia 18-24 bulan; (b) menyebut nama lengkap sendiri, ajari anak menyebut nama lengkapnya sendiri; (c) bercerita tentang diri anak, ceritakan kembali hal-hali yang menyenangkan anak; (d) meyebutkan nama berbagai jenis pakaian, sebutkan nama jenis pakaian yang akan dikenakan; dan (e) menyatakan keadaan suatu benda, gunakan kalimat yang menyatakan keadaan suatu benda.
     Bahasa untuk 36-48 bulan, yaitu (a) melanjutkan stimulasi pada anak berusia 24-36 bulan, tetapi menambah waktu saat melihat telivisi menjadi 2 jam dan membantu memilihkan acara telivisi; (b) berbicara dengan anak, buat anak mengajukan pertanyaan, jawab dengan kata sederhana tetapi lebih dari satu kata; (c) bercerita mengenai dirinya, buat anak bercerita mengenai apa yang disukainya; (d) bercerita tentang foto sendiri, tempelkan foto di buku, minta anak bercerita tentang foto itu, tuliskan di bawah foto tersebut apa yang diceritakan anak; (e) mengenal huruf; dan (f) gunting huruf alfabet besar dari koran, sebutkan huruf itu dan minta anak mengulanginya.
     Bahasa untuk 48-60 bulan, yaitu (a) melanjutkan stimulasi pada anak berusia 48-60 bulan; (b) belajar mengingat-ingat, masukkan mainan ke dalam kantung, mita anak menyebutkan setelah kantung ditutup; (c) mengenal huruf dan simbol, berikan label nama pada setiap benda yang ada di rumah; (e) mengenal angka, bantu anak mengenali angka dan berhitung; (f) membaca majalah, ajak anak melihat-lihat majalah yang anda baca; (g) mengenal musim, bantu anak mengenali musim hujan, kemarau; (h) buku kegiatan keluarga, ajak anak mengumpulkan foto kegiatan keluarga, atau sovenir yang pernah dibeli; (i) mengunjungi perpusatakaan sesering mungkin; (j) melengkapi kalimat; (k) cerita tentang masa kecil, ceritakan masa kecil anda, dan minta ank menceritakan masa kecilnya; dan (l) membantu pekerjaan di dapur, panggil anak sebagai “asisten dapur” dan mintalah membantu pekerjaan di dapur (Purwandari, Mulyono & Suryanto, 2014, h. 67-96).

Reference
Chaplin, J.P (1968). Dictionary of Psychology. Dalam K.Kartono (penerj). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1990). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta,Indonesia: Balai Pustaka.
Hopkins, B., Barr, R.G., Michel, G.F. & Rochat, P. (2005). Child Development. New York, NY: Cambridge University Press.

Purwandari, H., Mulyono, W.A., & Suryanto.(2014). Perkembangan balita: Deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang balita. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar