Rabu, 12 November 2014

Pengaruh Wanita Karir Terhadap Keluarga (Wenny Ratnasari 705140106)

 

     Karir menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan dan jabatan. Pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju. Sedangkan karir menurut para ahli merupakan rangkaian posisi yang berkaitan dengan kerja yang ditempati seseorang sepanjang hidupnya (Robert., I., Mathis , & John H. Jackson, 2006 : 342). Wanita karir menurut KBBI adalah seseorang wanita yang menjadikan pekerjaan atau karirnya sebagai prioritas utama dibandingkan hal-hal lainnya.              
Dorongan Wanita Berkarir
     Dorongan wanita berkarir. Ada 5 dorongan dalam wanita berkarir, yaitu (a) kebebasan memperoleh pendidikan, (b) tekanan ekonomi, (c) terbukannya lapangan kerja baru, (d) temuan alat konstrasepsi, dan (e) mengatasi dominasi suami (Cox dikutip dalam Strong dan Vaulth, 1998).
    Kebebasan memperoleh pendidikanDunia pendidikan dewasa ini adalah semakin terbukanya peluang bagi wanita untuk memasuki dunia pendidikan. Semua jenjang dan jenis pendidikan bebas dimasuki wanita. Hampir tidak ditemukan lagi pendidikan khusus pria. Semua jurusan dan program studi, mulai dari humaniora sampai engenering terbuka dimasuki tanpa membedakan jenis kelamin.
     Tekanan Ekonomi. Biaya hidup yang tinggi telah membuat banyak wanita pusing dalam berbelanja. Dengan standar gaji yang rendah pada banyak negara berkembang, serta harga barang kebutuhan yang selalu naik akibat inflasi yang tinggi, gaji yang di terima hampir-hampir tak bisa lagi mencukupi hidup keluarga. Kondisi ini sungguh menyudutkan para istri yang tak berkerja. Banyak wanita frustrasi memandang masa depan keluarga. Untuk meringankan beban suami banyak wanita yang berkerja.
     Terbukanya lapangan kerja baru. Hal ini sangat signifikan bagi wanita untuk menjadi pekerja. Hal ini disebabkan, karena ada beberapa jenis pekerjaan tersebut cocok atau membutuhkan tenaga wanita, seperti (a) medis, (b) pramunia, (c) entertaiment, dan (d) pelayanan umum lainnya. Adakalanya pula, bahwa pekerjaan tersebut lebih diinginkan oleh wanita, dan tidak disukai pria.
     Temuan alat konstrasepsi. Membuat wanita punya kesempatan untuk mengatur kelemahan fitrahnya. Kemajuan dalam teknologi di bidang reproduksi, maka wanita sekarang dapat mengatur waktu hamil dan melahirkan, mengatur jumlah dan jarak kelahiran anak. Mereka bisa menyesuaikan dengan tuntutan pekerjaan mereka, sekalipun harus menunda untuk tidak hamil atau melahirkan. Sehingga memungkinkan wanita memiliki kesempatan dan waktu bekerja hampir sama dengan waktu berkerja pria.
     Mengatasi dominasi pria. Ketika masih remaja banyak wanita berangan-angan untuk mendapatkan suami yang mampan, sukses, memiliki penghasilan besar serta sabar dan penyayang. Sehingga mereka tak perlu susah bekerja dan hanya bergantung kepada suami. Semakin besar sang wanita sadar kalau mereka tidak boleh hanya bergantung kepada suami, melainkan mereka bekerja untuk mendapatkan penghasilan sendiri atau setidak-tidaknya untuk berjaga-jaga agar suami tidak lancang berbuat semena-mena terhadap istri.

Dampak positif wanita karir
     Terhadap kondisi ekonomi keluarga. Dengan berkarir, seorang wanita tentu saja mendapatkan imbalan yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk menambah dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Pria dan wanita adalah mitra sejajar dalam menunjang perekonomian keluarga”. Dalam konteks pembicaraan keluarga yang modern, wanita tidak lagi dianggap sebagai makhluk yang semata-mata tergantung pada penghasilan suaminya, melainkan ikut membantu berperan dalam meningkatkan penghasilan keluarga.
     Sebagai pengisi waktu. Pada zaman sekarang ini hampir semua peralatan rumah tangga memakai teknologi yang muktahir, khususnya di kota-kota besar. Sehingga tugas seorang wanita dalam rumah tangga menjadi lebih mudah dan mempunyai waktu yang kosong. Belum lagi mereka mempunyai pembantu. Maka untuk mengisi waktu yang kosong, mereka dapat mengembangkan potensi dan bekerja untuk berperan dalam meningkatkan penghasilan keluarga.
     Peningkatan sumber daya manusia. Jenjang pendidikan yang tiada batas bagi wanita telah menjadikan mereka sebagai sumber daya potensial yang diharapkan dapat mampu berpartisipasi dan berperan aktif dalam pembangunan, serta dapat berguna bagi masyarakat, agama, nusa dan bangsanya.
     Percaya diri dan lebih merawat penampilan. Itu lah wanita karir. Wanita karir akan berusaha untuk memercantikan diri dan penampilannya agar selalu enak dipandang. Tentu hal ini akan menjadikan kebanggaan tersendiri bagi suaminya, yang melihat istrinya tampil prima di depan para relasinya.

Dampak negatif wanita karir
     Terhadap anak. Wanita karir akan kekurangan waktu dalam mendidik anak dan seringkali menyebabkan anak menjadi kehilangan kasih sayang dan mencari kesenangan diluar rumah seperti bermain, terlibat gang, tawuran, serta  mudahnya anak-anak terbawa arus pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.
     Kelanggengan perkawinan. Bagi para suami, mereka akan merasa tersaingi dan tidak terpenuhi hak-haknya sebagai suami. Hal ini juga bisa menimbulkan berbagai masalah dan kemungkinan tidak bisa diselesaikan dengan pikiran yang jernih sehingga berujung pada perceraian.
Kesimpulan
     Kesimpulan dari makalah ini adalah tidak hanya pria yang berperan dalam dunia karir, wanita pun juga ikut serta di dalamnya. Terdapat lima dorongan dalam bekerja yang mempengaruhi seorang wanita untuk berkarir, yaitu (a)  kebebasan memperoleh pendidikan, (b) tekanan ekonomi, (c) terbukannya lapangan kerja baru, (d) temuan alat konstrasepsi, dan (e) mengatasi dominasi suami. Segala sesuatu di dalam kehidupan ini pasti tidak luput dari plus dan minus, termasuk wanita karir. Tetapi semua itu tergantung bagaimana kita menyikapinya, terutama wanita yang berkarir.
   


References list
Cox. (1993). Human Intimacy: Marriage the Family and Its Meaning (3rd ed.). St Paul MN: West Publishing Company.
Strong, Bryan, & Vault, C. D. (1998). The Marriage and Family Expriences. St Paul MN: West Publishing Company.


Sutja, A. (2010). Dampak wanita karier terhadap pendidikan anak. Diunduh darihttp://akmalsutja.blogspot.com/2010/05/dampak-wanita-karier-terhadap.html

1 komentar: