Definisi Kekerasan
Pengertian kekerasan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kekerasan adalah perbuatan seseorang atau kelompok orang yg menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain, juga dapat berupa paksaan.
Pengertian kekerasan terhadap anak menurut Fontana. Menurut Fontana (dikutip dalam Soetjiningsih, 2005) kekerasan terhadap anak adalah memasukkan malnutrisi dan menelantarkan anak sebagai stadium awal dari sindrom perlakuan salah, dan penganiayaan fisik berada pada stadium akhir yang paling berat dari spektrum perlakuan salah oleh orang tuanya atau pengasuhnya (“Pengertian kekerasan terhadap anak”, 2014).
Jenis Kekerasan Pada Anak
Menurut Who WHO (World Health Organization) terdapat beberapa jenis kekerasan pada anak, yaitu: (a) kekerasan fisik, tindakan yang menyebabkan rasa sakit/potensi menyebabkan sakit yang dilakukan orang lain; (b) kekerasan seksual, kekerasan ketertiban anak dalam kegiatan seksual yang tidak dipahaminya; (c) kekerasan emosional, segaal sesuatu yang dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan emosional anak; (d) tindakan pengabaian/penelantara, ketidakpedulian orangtua atau orang yang bertanggung jawab atas anak pada kebutuhan mereka seperti mengekang anak; dan (e) kekerasan ekonomi, penyalahgunaan tenaga anak untuk bekerja dan kegiatan lainnya demi keuntungan orangtua/orang lain (Stefanny, 2013).
Penyebab Kekerasan terhadap anak
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan terhadap anak, yaitu: (a) kondisi anak, anak yang mengalami cacat baik fisik maupun mental akan sulit diatur sikapnya; (b) sosial, nilai/norma yang ada dimasyarakat yang kurang menguntungkan terhadap anak; (c) persepsi masyarakat, masyarakat menilai bahwa persoalan kekerasan terhadap anak yang dilakukan keluarganya sendiri adalah urusan intern; (d) kondisi orangtua, orangtua yang menggunakan alkohol, mengalami depresi, dan dibesarkan dengan kekerasan cenderung meneruskan pendidikan tersebut kepada anaknya; (e) faktor keluarga, keluarga yang cenderung berada dalam keadaan yang kacau, akan menjadikan orangtua semakin sensitif sehingga menjadi lebih gampang marah; dan (f) persepsi orang tua, munculnya anggapan yang salah terhadap anak (Yosephine, 2013).
Dampak kekerasan terhadap anak
Dampak kekerasan fisik. Anak yang mendapat perlakuan kejam dari orang tuanya akan menjadi sangat agresif, dan setelah menjadi orang tua akan berlaku kejam kepada anak-anaknya. Semua jenis gangguan mental ada hubungannya dengan perlakuan buruk yang diterima manusia ketika dia masih kecil. Kekerasan fisik yang berlangsung berulang-ulang dalam jangka waktu lama akan menimbulkan cedera serius terhadap anak, meninggalkan bekas luka secara fisik hingga menyebabkan korban meninggal dunia (Endaryono, 2014).
Dampak kekerasan psikis. Anak yang mengalami kekerasan oleh orang tuanya akan mengalami dampak psikologis, seperti perasaan malu, sedih, perasaan bersalah, benci dan cemas (Anggraeni & Primastuti, 2008).
Dampak kekerasan seksual. Jika kekerasan seksual terjadi pada anak yang masih kecil pengaruh buruk yang ditimbulkan antara lain dari yang biasanya tidak mengompol jadi mengompol, mudah merasa takut, perubahan pola tidur, kecemasan tidak beralasan, atau bahkan simtom fisik seperti sakit perut atau adanya masalah kulit (Endaryono, 2014).
DAFTAR PUSTAKA
Anggraeni, P. & Primastuti, E. (2008). Dampak psikologis yang dialami anak korban kekerasan orang tua. Psikodimensia, 7(1), 48-57.
Anonim, (2014). Pengertian terhadap anak. Diunduh darihttp://www.psychologymania.com/2012/07/pengertian-kekerasan-terhadap-anak.html.
Endaryono. (2014). Dampak kekerasan terhadap anak. Diunduh dari http://perludiketahui.wordpress.com/dampak-kekerasan-terhadap-anak/
Stefanny. (2013). Makalah kekerasan pada anak. Diunduh dari http://aswaggygirl.blogspot.com/2013/01/makalah-kekerasan-pada-anak.html.
Yosephine, Y. (2013). Penyebab kekerasan terhadap anak. Diunduh darihttp://yosephineyohana.blogspot.com/2013/09/penyebab-kekerasan-terhadap-anak-pi-gw.html.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar