Minggu, 27 April 2014

JADI ODHA TIDAK PERLU DIJAUHI! (Zafirah Qaddura)

    Diantara berbagai virus yang telah dikenal saat ini, yang dianggap paling berbahaya adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyebabkan penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh orang yang dijangkitinya. Sedangkan AIDS merupakan kumpulan simptom yang terjadi karena terjangkit HIV. Jadi, HIV dan AIDS tidak sama.

AIDS pertama kali ditemukan di kota San Francisco, Amerika Serikat. Penyakit ini muncul karena hubungan seksual (sodomi) yang dilakukan oleh komunitas kaum homoseksual. Informasi dari UNAIDS menyatakan bahwa sampai tahun 2010 jumlah penderita HIV mencapai 34 juta orang di dunia.
     Sampai saat ini belum ditemukan vaksin yang dapat melawan virus tersebut. Para ahli berusaha mendapatkan obat untuk mengatasi AIDS dan obat itu disebut sebagai Antiretroviral (ARV). Namun, ternyata obat ini tidak dapat menyembuhkan AIDS, hanya dapat memperlambat reproduksi HIV pada tahap awal (Taylor, 1995)
     Suatu studi telah menyimpulkan bahwa pasien yang menderita suatu penyakit dengan kondisi akut sebagian besar akan menunjukkan adanya gangguan psikologis di antaranya depresi. Suatu penyakit dan akibat yang diderita, baik akibat penyakit ataupun intervensi medis tertentu dapat menimbulkan perasaan negatif seperti kecemasan, depresi, marah, ataupun rasa tidak berdaya dan perasaan-perasaan negatif tertentu yang dialami terus-menerus ternyata dapat memperbesar kecenderungan seseorang terhadap suatu penyakit tertentu.
     Kondisi ini mendesak mereka untuk melakukan perubahan-perubahan sosial secara cepat. Namun, tidak semua orang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut yang pada gilirannya yang bersangkutan dapat jatuh sakit, atau mengalami gangguan penyesuaian diri. Perubahan-perubahan psikososial pada sebagian orang dapat merupakan beban atau tekanan mental di mana setiap keadaan atau peristiwa yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang, sehingga orang itu terpaksa mengadakan adaptasi atau penyesuaian diri untuk menanggulanginya.
     Maka dari itu akan lebih baik agar kita dapat membantu mengurangi beban yang mereka alami dengan menerima mereka dengan tangan terbuka, tidak membesar-besarkan penyakit yang mereka derita. Perhatikan gambar di bawah ini:
     Berdasarkan gambar di atas, kita ketahui bahwa HIV tidak menular dengan hanya berdekatan dengan penderita AIDS. Oleh karena itu, apabila orang di sekitar teman-teman sekalian yang mengidap HIV / AIDS jangan dijauhi. Karena kita sudah mengetahui bahwa tidak berbahaya hanya dengan tetap menjadi teman mereka, jadilah teman yang baik. Jadilah teman yang baik, berikan mereka dukungan emosional agar tetap kuat. Jangan tatap mereka dengan pandangan kepada seorang pendosa. Pada gambar di atas juga dikatakan bahwa HIV/AIDS tidak hanya tertular hubungan seks dengan penderita atau tanpa pelindung, bisa juga diakibatkan oleh pendonoran darah tanpa pemeriksaan virus terlebih dahulu dan juga dari ibu yang menderita HIV/AIDS menularkan kepada anaknya. Maka dari itu kita tidak perlu mejauhi penderita HIV/AIDS.

21 April 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar