Minggu, 06 April 2014

Female Sexual Arousal Disorder (Zafirah Hanna Qaddura)

Pada pertemuan ke-tujuh mata kuliah perilaku seksual Senin lalu, kami membahas mengenai Challenges to Sexual Functioning, dan salah satunya adalah Female Sexual Arousal Disorder. Ya kita mulai saja pembahasannya.

image

Disfungsi seksual tidak hanya dialami oleh pria. Wanita pun dapat mengalaminya. Kompas.com mengemukakan bahwa diprediksi ada sekitar 40 persen wanita yang menderita gangguan seksual. Gangguan seksual pada wanita biasanya disebabkan oleh penyakit fisik, namun sering juga dikaitkan pada faktor psikologi.
Gangguan rangsangan seksual (sexual arousal disorder), dapat disebabkan kurangnya minat, respons dan kepuasan dari hubungan seksual. Gangguan ini merupakan kombinasi atas hambatan psikologis terhadap rangsangan dan kesenangan seksual dengan aktivitas mental dan fisik yang spesifik. Keadaan ini disebut juga female sexual arousal disorder (FSAD).
FSAD dapat merupakan efek samping dari gangguan kesehatan lain seperti hipertensi atau diabetes. Gangguan ini juga dapat disebabkan oleh iritasi dan infeksi. Selain itu, FSAD seringkali dihubungkan pada faktor psikologis, antara lain foreplay yang tidak efektif, depresi,self-esteem yang kurang, pelecehan seksual, stres, dan rasa takut hamil.
image
Terdapat kategori yang baru dalam gangguan rangsang seksual pada wanita ini yaitu saat di mana wanita mengalami rangsangan seksual yang bertahan lama atau cenderung tidak dapat berhenti, gangguan ini dinamakan persistent sexual arousal syndrome or persistent genital arousal disorder.
Masalah di tempat tidur adalah salah satu gerbang bagi masalah-masalah lain dalam hubungan berumahtangga, oleh karena itu diharapkan secepatnya mencari tenaga ahli. Kunjungi konselor pernikahan atau psikolog dewasa untuk memberi masukan yang dapat membantu terjalinnya hubungan yang lebih baik.

30 Maret 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar