Senin, 07 April 2014

ADULT SEXUAL RELATIONSHIP (Angela Devi)







Ketika membaca judul perkuliahan minggu lalu, saya teringat tentang reality show di salah satu televisi swasta Indonesia, yang bertujuan untuk mencari pasangan dari banyak pilihan, dan dapat ‘memutuskan hubungan’ dengan lawannya hanya dengan mematikan lampu. Setiap kali saya melihat acara tersebut, saya selalu berpikir bahwa ‘ini hanya seperti main-main, padahal usia mereka bukan ABG lagi’ … Jika beruntung, maka si kandidat akan ‘membawa pulang’ satu pria atau wanita untuk menjadi pacar mulai detik itu juga.  Buset…saya gak habis pikir, bisa ya cuma dari perkenalan singkat begitu saja, seseorang dapat membuat keputusan untuk menjalin hubungan percintaan. Padahal, kandidat yang ikut dalam acara tersebut bukan anak ABG, ya minimal mahasiswa lah..bahkan banyak loh yang udah tante-tante dan bapak-bapak…….
Dalam usia yang mulai dewasa, hubungan percintaan merupakan hal yang menjadi fokus dan perhatian utama bagi seseorang selain pekerjaan. Semakin padat waktu bekerja, jika jomblo…semakin sulit ada kesempatan bertemu pasangan. Segala cara dalam pencarian jodoh mulai dilakukan, bahkan beberapa diantaranya berhasil. Ada yang berhasil menjalin hubungan kekasih yang berbeda ras, atau biasa disebut interracial dating. Bahkan, bagi beberapa orang baru ‘sempat’ menjalin hubungan pada usia older adult.
Bagi yang tidak menikah ditambah dengan tidak ada nilai kultur dan religi dalam dirinya , bisa-bisa orang tersebut terjerat dalam pergaulan yang tidak sehat, seperti hubungan seks bebas (dengan tipe threesome,multiple primaries, bahkanswingers *ouch*). Hati-hati..mungkin mereka ADA di sekitar Anda
Semakin Anda dewasa, spouse relationship juga semakin kompleks. Beruntunglah bagi Anda yang tidak disibukkan dengan perceraian, hartagono ginikawin lagi, kasus PIL dan WIL. Hal-hal tersebut merupakan kasus yang sangat lumrah terjadi di Indonesia. Setiap rumah tangga punya masalah masing-masing. Bagi pasutri yang tidak terlibat dari beberapa contoh kasus diatas, apakah Anda yakin bahwa itu berarti tidak ada masalah ? Saya memang belum menikah, tapi dari perkuliahan minggu lalu saya jadi tau bahwa masalah itu bisa dari hal sepele, misalnya kurangnya aktivitas hubungan intim suami istri (alasan sibuk, takut anak tau, sudah bosan bahkan muak *ouch*). Maka dari itu, jaga kualitas hubungan suami istri dimulai dari hubungan intim yang tidak hanya berfungsi untuk menyalurkan libido secara sah, tetapi juga ‘komunikasi’ diantara suami dengan istri. Jangan sampai posisi Anda ‘diisi’ dengan orang lain (baca: pasangan selingkuh). Orang suka beranggapan bahwa selingkuh hanya berdasarkan seksual, namun emosional tanpa seksual juga termasuk dalam selingkuh. Hayooo.. cepatlah berbalik arah jika ada yang sampai pada tahap selingkuh, Anda sudah memilki pasangan resmi yang disah-kan oleh Agama dan Negara. Hiduplah hanya dengan pasangan hidupmu :D .
  



15 Maret 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar