Kamis, 13 Juni 2013

Mind, Body, and Stress (Reberta Oktavela)

     Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya stres, kalau di dunia mahasiswa penyebab stress bisa dikarenakan menumpuknya tugas, terutama jika mendekat deadline, kuis, UTS, maupun UAS, dan yang paling membuat stress adalah jika diperhadapkan dengan skripsi. Dan itulah yang saya hadapi, belum memasuki skripsi, tetapi akan, karena saya sedang mengambil seminar proposal yang tidak kalah membuat saya stress, terutama jika mendekat deadline. Stress itu sendiri adalah suatu kondisi dimana seseorang merasa tertekan dalam suatu kondisi tertentu . Beberapa orang jika mengalami stress akan membuat sulit untuk tidur, minum-minuman beralkohol, nafsu makan berkurang, dan sebagiannya lagi akan lari ke makanan, banyak dialami oleh perempuan (termasuk saya), tapi yang baiknya adalah jika stress itu datang kita menenangkan diri, bisa dengan olahraga (fitness, yoga, meditasi, aerobic, dll) yang bisa membuat kita lebih tenang, dan mencari jalan keluar.

     Apabila saat stress jika ingin memakan makanan yang tinggi lemak, kita bisa menggantinya dengan makanan yang lebih sehat, mis: buah-buahan, yoghurt, atau roti gandung dengan selai kacang. Sehingga, kita tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung gula yang tinggi yang bisa menyebabkan diabetes. Karena, seperti yang kita tahu stress itu dapat menyebabkan peredaran darah menjadi tidak lancar, dan membuat sistem imun menurun, sehingga kita dapat lebih mudah terserang penyakit. Stress pada hubungan pernikahan dapat membuat hubungan seksual menjadi terganggu, karena Saat seseorang mengalami stres, hormon testosteronenya menurun, dan bagi perempuan akan menurunkan kesuburan dan membuat siklum menstruasi menjadi terganggu. Sehingga saat baik bagi pasangan untuk saling terbuka satu sama lain.

29 Mei 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar