Kamis, 13 Juni 2013

Here Comes The Real Experience (Dessy Lie)

setelah beberapa minggu mempelajari teori-teori teknik wawancara, tiba harinya kami terjun langsung (lah terjun..) dan menemui subyek masing-masing one on one untuk melakukan wawancara dan menggali informasi dari mereka. hari itu, tepatnya 18 Juni, kami semua berkumpul untuk bersama-sama pergi ke panti yang telah ditentukan. kami sampai di panti itu sekitar pukul 9, dan kemudian dibebaskan untuk mencari subyek yang kira-kira dapat diajak berbagi informasi mengenai masa lalu dan pengalaman-pengalamannya.

pertama-tama saya masih bingung bagaimana membina rapport dengan subyek, bukan hanya itu, bahkan saya bingung untuk memilih subyek yang mana yang kira-kira akan memberi informasi. akhirnya saya mendekati salah satu bapak-bapak yang terlihat sedang duduk di aula, dan ternyata ia baru bangun tidur, kebayang deh masi dengan muka ngantuknya, diajak bicara masih agak gak nyambung. namun setelah berbicara sekian lama, ia terlihat mulai tertarik dan semangat bercerita mengenai pengalamannya mengenai kehidupannya. setelah melakukan wawancara selama 30 menit lebih, saya pun berpamitan dengan bapak tersebut, mengucapkan terima kasih, dan kembali berkumpul dengan teman-teman saya dan saling berbagi cerita dengan teman saya.

kemudian minggu berikutnya, tiba hari praktek wawancara dengan teman sekelas, dilakukan selama 3 minggu berturut-turut dengan tema yang berbeda-beda, yaitu PIO, pendidikan dan klinis. minggu pertama merupakan PIO, setiap orang diberikan waktu selama 10 menit untuk mewawancara, serunya ada yang menjadi observer dan tentu saja teman kita sendiri yang menjadi subyek wawancaranya. maklum yang namanya baru pertama praktek, saya kehabisan daftar pertanyaan sehingga tidak mencapai waktu 10 menit yang diberikan, hehe. lalu pada minggu kedua, mulai membaik dan mulai terbiasa dengan keadaan laboratorium wawancara tersebut. apalagi saat minggu ketiga, menjadi sesuatu yang menyenangkan (iya lah, hari terakhir soalnya :p). ada kejadian lucu saat saya menjadi observer, yaitu ketika klien mengatakan bahwa ia berasal dari kalangan atas, kemudian pewawancara menanyakan apa yang biasa ia lakukan saat hari minggu, kemudian klien menjawab, "biasalah pak saya kumpul sama tetangga ya, main gaple ato sabung ayam". saat itu saya langsung tertawa, kalangan atas ternyata main sabung ayam, toh :D

selama melakukan praktek baik di lab ataupun di panti, saya merasa wawancara merupakan hal yang menarik dan seru untuk terus dilakukan, dari yang terlihat seperti ngobrol-ngobrol santai pun kita bisa mendapat berbagai informasi mengenai orang tersebut, sudut pandangnya, pengalamannya.

and the last but not least, makasih banyak  buat Bu Henny dan Ci Tasya yang telah membimbing saya 1 semester ini, its fun to learn about interview, but its more fun to practice it for real. practice makes perfect!

5 Juni 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar