Jumat, 14 Juni 2013

Dampak Buruk Stress Bagi Kehidupan Seks Anda Dengan Pasangan (Anthonia Christy)

Setiap pasangan tentu menghendaki kehidupan seks yang berkualitas. Namun, apa jadinya jika beratnya pekerjaan dan munculnya berbagai masalah tentu akan berpotensi membuat seseorang menjadi sangat rentan akan stress. Stress tidak hanya membawa pengaruh buruk dalam kehidupan sehari-hari, melainkan seks juga berdampak buruk dalam kehidupan seks seseorang bersama pasangannya. Secara bilogis, strees sangat berperan membuat homon testosteron menjadi drop ataupun menurun.
Sehingga menurunnya gairah seks tentu saja akan mengurangi hasrat seksual seseorang dalam menyambut aktifitas seks yang seharusnya dapat menjadi momen yang dapat menciptakan kedekatan emosional seseorang bersama pasangannya. Pada umumnya, merokok, minum-minuman beralkohol ataupun menjadi memilki nafsu makan berlebih, menjadi beberapa hal yang sangat rentan dialami oleh penderitanya. Sehingga segala hal tersebut tentu akan mengganggu keburagan jasmani seseorang. Kondisi fisik yang buruk sama sekali tidak akan menunjang seseorang untuk dapat memberikan kinerja yang berkualitas pada setiap sesi bercinta yang dilakukannya bersama pasangannya.
Oleh karena itu, penting bagi Anda dan pasangan untuk tidak menghindari aktifitas bercinta dengannya pada kondisi stress. Hal demikian dikarenakan, aktifitas seks justru akan membuat tekanan stress semakin ringan. Dengan demikian, penting bagi Anda untuk mengetahui dan memahami dengan baik beberapa dampak buruk saat seseorang mengalami stress bagi kehidupan seksnya bersama pasangan. Berikut tiga dampak buruk dari stress agar Anda dan pasangan dapat terhindar dari ancaman stress yang akan membuat kehidupan seks Anda semakin buruk.
1. Stres Dapat Mengakibatkan Rusaknya Citra Tubuh Seseorang
Kondisi berat badan yang bertambah akan sangat rentan membuat seseorang menjadi tidak percaya diri untuk menikmati momen bercinta dengan pasangannya. Bahkan tidak sedikit orang yang justru enggan dan menghindari aktifitas seks bersama pasangan mereka sendiri dikarenakan mereka merasa minder dengan bentuk tubuhnya.
2. Stress Hanya Membuat Libido Seseorang Menurun
Stress akan membawa homon kortisol pada diri seseorang semakin meningkat. Meskipun tubuh tetap membutuhkan hormon ini, namun jika hormon ini terproduksi dalam jumlah yang besar, tentu hormon lain pun akan menjadi tidak stabil. Khususnya pada hormon yang berperan aktif untuk membangun libido seseorang untuk menyambut aktifitas seks bersama pasangannya. Meningkatnya hormon kortisiol jelas akan membuat prosduksi hormon testosteron seseorang menjadi menurun. Sehingga menurunnya hormon testosteron akan membuat sesesorang tidak mampu menjadi maksimal untuk menikmati keintiman saat bercinta dengan pasangannya.
3. Stress Berpotensi Membuat Seseorang Menjadi Tempramental
Mudah emosi, memiliki tempramen yang tinggi ataupun selalu merasa bad mood adalah beberapa kondisi yang dapat menandakan seseorang mengalami stress terhadap suatu hal. Sehingga perilaku buruk juga tidak hanya akan mempengaruhi orang lain yang melihat sikap Anda, melainkan pasangan pun dapat terbawa pada sikap yang serupa. Tentu pada kondisi demikian seseorang akan sangat rentan berkonflik dengan orang lain dan bahkan pasangannya sendiri. Pertengkaran yang berujung pada konflik dalam rumahtangga seseorang tentu akan pula membawa dampak buruk bagi kehidupan seks keduanya. Oleh karana itu, penting bagi Anda untuk selalu berupaya terhindar dari stress untuk menciptakan keintiman dan juga kehidupan seks yang berkualitas bersama pasangan Anda. Sehingga aktifitas bercinta akan selalu menjadi aktifitas yang dapat membuat Anda merasa bahagia bersama pasangan.
 
28 Mei 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar