Minggu, 28 Oktober 2012

Penting buat para wanita! (Leni Kopen)


     Penting sekali untuk para perempuan mengetahui bagaimana kondisi kesehatannya, khususnya pada daerah kewanitaan. Sejak dini, kita diajarkan untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan agar tidak mudah sakit. Penyakit yang banyak terjadi pada para perempuan yaitu kanker serviks dan penyakit lupus. Mari kita bahas apa itu kanker serviks.

     Serviks adalah bagian dari bawah dari badan rahim. Kanker serviks tidak sama dengan kanker rahim. Kanker serviks itu tumbuhnya sel-sel tidak normal pada serviks (leher rahim). Kanker serviks disebut juga "silent killer" karena perkembangan kanker ini sangat sulit dideteksi. Perjalanan dari infeksi virus menjadi kanker membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 10-20 tahun. Kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita. Selain itu, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama. Di Indonesia, 37 perempuan terdiagnosis kanker serviks setiap harinya. Diperkirakan 20 orang perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks setiap hari. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

      Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Gejala kanker serviks seperti munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, penurunan berat badan drastis, dan juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung.
     Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama Anda yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun. Pada Anda yang melakukan diet ketat, rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E setiap hari bisa menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan pada tubuh, sehingga Anda mudah terinfeksi juga. Mencegah lebih baik daripada mengobati, ada beberapa cara untuk mencegah kanker serviks, yaitu dengan jaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan cara konsumsi makanan bergizi dan sehat. Sebelum menggunakan toilet di tempat umum, selalu bersihkan bibir kloset dengan alkohol. Jangan membersihkan genital dengan air kotor. Hindari hubungan seks di usia dini. Hindari merokok, karena penggunaan tembakau dapat menyebabkan kanker. Rutin melakukan screening berupa pap smear atau IVA untuk deteksi kanker serviks secara dini. Jika Anda sudah terdeteksi kanker serviks, Anda bisa menjalani pengobatan dengan pembedahan listrik, laser atau cyrosurgery (membekukan dan membuang jaringan abnormal) atau kemoterapi jika sudah stadium lanjut.

      Penyakit lupus adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Penyakit lupus atau istilah medis yang disebut Sistematis Lupus Erythematosus (SLE) didefinisikan sebagai penyakit auto-imun. Dalam bahasa Latin, yang artinya “anjing hutan” yang sudah dikenal seratus tahun yang lalu. Mengapa muncul istilah penyakit lupus? Sebab penderita penyakit lupus pada umumnya memiliki bercak merah berbentuk kupu-kupu (butterfly rash) di pipi yang mirip dengan yang ada di pipi serigala, tetapi berwarna putih. Penyakit lupus menyerang sistem kekebalan tubuh secara berlebihan, sehingga menganggu kesehatan tubuh. Diketahui penyakit lupus banyak terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki dengan perbandingan yakni 5 :1. Penyebab penyakit lupus hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Sebagian besar berasal dari riwayat keluarga yang pernah terkena sebelumnya atau faktor genetik. Namun, ada anggapan lain bahwa bukan faktor genetik penyebab penyakit lupus, tapi faktor hormon. Penyakit lupus ini memang sangat misterius dan bukanlah penyakit menular. Sebagian besar pederitanya adalah wanita pada usia produktif sehingga sering dianggap bahwa penyakit lupus identik dengan penyakit wanita.

     Penyakit lupus ada tiga macam, yaitu (1) Cutaneus Lupus atau discoid yang mempengaruhi kulit; (2) Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang menyerang organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak, dan syaraf; (3) Drug Induced Lupus (DIL) yang timbul karena menggunakan obat-obatan tertentu. Gejala penyakit lupus sangat bervariasi. Gejala umum pada penyakit lupus adalah munculnya bercak merah pada hidung dan kedua pipi membentuk seperti kupu-kupu dan bercak dapat pula terjadi pada seluruh tubuh. Selain itu, rasa lelah yang berlebihan, rasa nyeri pada bagian persendian, anemia yang parah, nafas susah dan berat, serta sensitif pada cahaya. Untuk mengetahui apakah seseorang menderita penyakit lupus atau tidak adalah dengan melakukan tes antinuclear antibodies (ANA). Tes ini akan mengidentifikasi auto antibody (antibody perusak) yang memakan sel-sel berguna dalam tubuh. Jika hasil tes positif maka kemungkinan besar orang tersebut mengidap penyakit lupus. Pencegahan penyakit lupus dapat dilakukan dengan cara, seperti menghindari stres dan menerapkan pola hidup sehat, mengurangi kontak langsung berlebihan dengan sinar matahari, stop/berhenti merokok, berolahraga secara teratur, dan melakukan diet nutrisi. Penyakit lupus tidak menular, jadi kita tidak perlu kuatir bila harus berhubungan dengan penyakit lupus. Sebaliknya, kita dapat membantunya dengan memberikan dukungan pada mereka sehingga tidak stres memikirkan penyakitnya.


Sumber referensi :
http://info-kesehatan.net/penyakit-lupus-penyebab-gejala-dan-pencegahannya/    

27 Oktober 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar