Selasa, 25 September 2012

Mempertahankan Pernikahan atau Bercerai ? (Dionysius Ardi Nugroho)


Siang itu saya menghabiskan makan ditemani oleh kedua teman perempuan saya, sebut saja namanya A & B. Di tengah angin yang bertiup sangat kencang, kami bertiga memulai suatu perbincangan. B menanyakan kepada saya mengenai topik dan metode skripsi. Saya mengatakan bahwa bidang klinis dewasa yang menjadi topik pilihan saya, sesuai dengan bidang profesi(S2) yang akan saya pilih . B tertarik dengan metode campuran, tetapi saya cukup satu metode. Lalu saya bergurau “haha yang penting lulus”. Ternyata A memiliki pikiran sama dengan saya yaitu yang penting lulus. B mengatakan,”Ya iyalah, lagian setelah lulus S1, lu kan ngga lanjut S2, tapi langsung nikah”. Kami semua tertawa. Saat saya memasuki ruang audio visual ternyata materi yang dibahas adalah keputusan menikah & bercerai pada wanita. Materi yang dibahas memiliki sedikit hubungan dengan obrolan siang tadi. Kelompok menjelaskan bahwa perempuan menikah untuk melengkapi tahapan proses kehidupan. Dengan menikah diharapkan hidup perempuan menjadi lengkap & bahagia. Bu Henny menambahkan bahwa menikah bukan hanya karena bosan & ingin meninggalkan rumah tetapi merupakan keputusan yang diambil untuk melanjutkan tahapan perkembangan. Kemudian diskusi dilanjutkan dengan membahas keputusan perempuan untuk bercerai. Setelah kelompok selesai presentasi, pertanyaan mengenai kekerasan dalam rumah tangga cukup banyak, karena sebagian besar perceraian disebabkan oleh hal tersebut. Bu henny memberi penjelasan bahwa pada saat pacaran, perempuan bisa melihat dari body language laki-laki. Misalnya melihat saat menyetir dan menanggapi masalah. Seorang teman perempuan berkata kepada saya bahwa perlu juga melihat laki-laki yang dapat berpegang teguh pada ucapannya agar dapat dipercaya. Lalu saya bertanya, “Jika seorang pasangan bercerai karena jika tetap bersama akan selalu ada pertengkaran, apa hal itu salah?”. Kelompok menjawab jika memang tidak dapat bersatu, perceraian merupakan solusi. Lalu bu henny menambahkan bahwa perceraian bukanlah sebuah solusi, lebih baik pisah rumah. Kalau menurut kamu, apakah perceraian itu perlu dilakukan?

23 September 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar