Rabu, 10 Desember 2014

Sexual Image and Selling Sex (Ivana Cahaya Salim)


Perkembangan pornografi sekarang ini berkembang sangat cepat. Biasanya melalui media cetak, televisi, internet, seni, dan lain-lain. Media massa paling berpengaruh karena semua kalangan umur dapat melihatnya. Seperti anak kecil melihat taya gan di televisi, hal itu dapat mengubah cara pikirnya tentang seksualitas.

Prostitusi diartikan sebagai tindakan memperkerjakan tubuh seseorang untuk melakukan hubungan seksual.ntidak hanya wanita saja yang bisa menjadi prostitusi atau yg biasa disebut pelacur, tetapi laki-laki juga bisa menjadi prostitusi atau yang biasa disebut gigolo. Biasanya mereka melakukan hal ini semata-mata hanya untuk mendapatkan uang. Mereka membutuhkan uang cepat dan tidak mendapat kerja sehingga menghalalkan segala cara dengan menjadi pelacur atau gigolo.

Tipe-tipe prostitusi wanita:
1. Streetwalkers adalah pelacur jalanan tanpa memiliki mucikari (gremo), biasa ada dipinggir jalan menggunakan pakaian ketat dan sepatu hak tinggi.
2. Pelacur bar, bekerja untuk meningkatkan pelanggan bar.
3. Pelacur hotel, bekerjasama dengan bellboy atau puhak hotel lainnya untuk meningkatkan pelanggan.
4. Brothel prostitute, rumah para pelacur yang dilindungi oleh gremo.
5. Panti pijat pelacur, melakukan pijat plus plus kepada pelanggan dan dilundungi oleh keamanan panti pijat.
6. Escorts, sama seperti panti pijat tetapi tidak bertanggung jawab atas aktivitas seksual.
7. Gadis panggilan dan courtesans, kelas tinggi prostitusi yang melibatkan wanita panggilan dan pelacur.
8. Prostitusi bondage & discipline (B&D), menggunakan cambu, kulit, dan rantai.

Tipe-tipe pelacur pria:
1. Street and bar hustlers, menggoda para klien dijalan atau taman.
2. Escorts, biasanya memanfaatkan orang lain untuk melayani klien.
3. Call boys, memiliki kelompok klien dan melakukan kegiatan seksual secara teratur.
4. Transexual and transvestite prostitute, laki-laki menjadi wanita.

4 Des 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar