Sabtu, 08 November 2014

Keharmonisan Dalam Keluarga (Ridho Septadi Mirandita 705140161)


Pengertian Keluarga
     Keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBB]). Keluarga adalah salah satu kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama sebagai satu kesatuan atau unit masyarakat terkecil dan biasanya selalu ada hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan lainnya, tinggal bersama dalam satu rumah yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga (Pengertian Keluarga, 2012).
     Duvall (Dikutip dalam Supartini, 2004) berpendapat bahwa keluarga adalah sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan,  adopsi, dan kelahiran yang bertujuan untuk menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial anggota.

Keadaan dalam Keluarga
     Keluarga harmonis. Secara etimologis, kata harmonis berasal dari kata harmonicartinya selaras. Setiap individu yang akan menikah pasti ingin memiliki keluarga yang bahagia serta selalu tercipta keharmonisan di dalam keluarga.  Kebahagiaan atau keharmonisan dalam keluarga tercipta apabila setiap individu dalam keluarga merasa bahagia yang ditandai oleh berkurangnya rasa (a) ketegangan, (b) kekecewaan, dan (c) puas terhadap seluruh keadaan dan keberadaan dirinya yang meliputi aspek (a) fisik, (b) mental, (c) emosi, dan (d) sosial (Gunarsa & Gunarsa, 1991).
     Terciptanya keluarga harmonis berawal dari hubunguan suami istri yang bahagia. Suami istri bahagia itu yang memperoleh kebahagiaan bersama dan membuahkan keputusan yang diperoleh dari peran yang mereka mainkan bersama (Hurlock, 1991/1992).
     Keluarga disharmonis. Seringnya terjadi perselisihan di dalam kehidupan keluarga berdampak pada ketidakharmonisan (disharmonis) keluarga. Hal ini terjadi apabila individu di dalam keluarga tidak merasakan adanya rasa bahagia terhadap seluruh keadaan yang ada di dalam keluarga. (Gunarsa & Gunarsa, 1991).

Faktor Terciptanya Keluarga Harmonis
     Kesejahteraan jiwa. Suami istri yang kesejahteraan jiwa nya terjaga memiliki pengaruh besar terhadap penciptaan keharmonisan di dalam keluarga. Ada beberapa cara agar tercipta kesejahteraan jiwa dalam keluarga, yaitu: (a) mengurangi frekwensi pertengkaran yang terjadi, bisa dengan cara belajar mengendalikan emosi; (b) saling mengasihi, rasa selalu ingin saling mengasihi membuat keluarga tenteram dan damai; dan (c) saling tolong menolong antar sesama keluarga, sifat ini membuat keluarga lebih banyak berinteraksi serta menjaga kekompakan antar individu dalam keluarga. Jiwa yang sejahtera membuat individu merasakan kebebasan sehingga tidak ada pikiran-pikiran yang mengecewakan dan rasa iri.
     Kesejahteraan fisik. individu yang bisa dan selalu menjaga kesehatannya bermanfaat bagi terciptanya kebahagiaan dan keharmonisan di dalam keluarga. Bila sering ada anggota keluarga yang sakit yang mengakibatkan banyaknya pengeluaran sehingga pendapatan akan menjadi sedikit karena harus membayar biaya perawatan. Maka penting faktor kesejahteraan fisik individu di dalam keluarga agar membantu menciptakan keluarga yang bahagia.
     Perimbangan antara pengeluaran dan pendapatan keluarga. Pendapatan dalam keluarga sangat berpengaruh untuk menciptakan keluarga yang sejahtera dalam hal ekonomi. Di faktor ini, keluarga dituntut untuk mampu mengatur pendapatan dan pengeluaran serta perencanaan dalam hidup agar tidak ada keluhan tentang kekurangan uang, tidak mampu, dll.

Simpulan
     Dalam membina keluarga harus ada keselarasan dengan setiap anggota keluarga, agar tercipta kerukunan antar anggota keluarga. Proses untuk menciptakan keluarga yang harmonis dibutuhkan kepercayaan dan kerjasama setiap individu didalam keluarga. Oleh kaerena itu, kesejahteraan (a) jiwa, (b) fisik, dan (c) ekonomi, sangat mendukung terbentuknya keluarga yang bahagia dan harmonis.


Daftar Pustaka
Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. (1991). Psikologi praktis anak remaja dan
     keluarga. 
Jakarta: Gunung Mulia.
Hurlock, E. B. (1992). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Istiwidayanti, & Soedjarwo, Penerj.). Jakarta: Erlangga. (Karya asli diterbitkan 1991)
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2014, 5 November). Definisi keluarga. Diunduh
     dari 
http://kbbi.web.id/keluarga.
Riadi, M. (2012, 12 November). Pengertian keluarga. Diunduh dari
     
http://www.kajianpustaka.com/2012/11/definisi-fungsi-dan-bentuk-
     keluarga.html
.

Sarwono, S. W. (1982). Menuju keluarga bahagia (Edisi ke-2). Jakarta: Karya
     Aksara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar