Jumat, 07 November 2014

Dampak Pornografi terhadap Kepribadian Remaja (Delizea Albertha 705140003)







Pengertian Pornografi


Pengertian pornografi menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, pornografi adalah pengetahuan berupa bacaan atau film dsb yang bertujuan untuk membangkitkan nafsu seks; penggambaran perilaku secara erotis (Hizair, 2013, h.478).


Pengertian pornografi menurut Undang-Undang Pornografi. Menurut Undang-Undang Pornografi, pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusialaan dalam masyarakat (Jim, 2008/2009).


Pengertian pornografi menurut Kamus Filsafat dan Psikologi. Pornografi merupakan suatu bacaan yang berisikan atau memuat masalah-masalah penggunaan seks atau yang berhubungan dengan hal-hal cabul (Sudarsono, 1993, h. 203).






Media Sosialisasi


Media Elektronik. Menurut Setyawan (2012), teknologi media komunikasi memang memberi kemudahan untuk mendapatkan berbagai informasi, namun kemajuan tekonologi ini juga menimbulkan dampak buruk, seperti (a) ketergantungan, (b) kekejaman dan kesadisan, (c) pornografi dan (d) antisocial behavior.


Media Cetak. Saragi (2012) mengatakan:


Perkembangan teknologi media cetak memang memudahkan masyarakat untuk mendapat informasi, namun di satu sisi juga memunculkan suatu masalah baru. Ideologi liberalisme yang berkembang melahirkan adanya freedom of the press, freedom of the speech, dan freedom of expression. Dengan begitu isi dari media yang muncul tidak dapat dikontrol. Padahal media sering memuat peristiwa-peristiwa yang terkait isu-isu penting yang sensitif, seperti agama, suku, dan ras. Selain itu, hal-hal yang dianggap tabu oleh masyarakat, seperti yang berbau seksual misalkan, lebih mudah diakses oleh anak-anak di bawah umur.






Dampak Pornografi


Dari sudut pandang umum. Dampak pornografi secara umum adalah (1) penurunan kualitas mental bangsa, (2) meningkatnya kasus kejahatan seksual, dan (3) timbulnya banyak perilaku menyimpang.


Dari sudut pandang psikologi. Dari sudut pandang psikologi, dampak yang ditimbulkan oleh pornografi sangat erat kaitannya dengan masalah kepribadian.


Menurut Arisandi (2014), kepribadian merupakan kesatuan antara jiwa dan badan seseorang dalam memberikan respon atas setiap rangsangan dari lingkungan yang diterima. Kepribadian adalah keadaan yang melekat dalam diri seseorang, keadaan tersebut menentukan pembentukan perilaku seseorang. Sedangkan menurut Khairani (2013, h. 102), kepribadian ialah gambaran keseluruhan dari cara-cara orang itu bertingkah laku, terutama sebagaimana melihat dalam kebiasaan-kebiasaan berfikirnya, sikapnya, minatnya, dan pandangan hidupnya yang khas, yang sedikit banyak mengalami keajegen.


Jadi, secara tidak langsung pornografi mempengaruhi juga proses pembentukan perilaku seseorang, yang umumnya akan mengarah ke perilaku yang negatif.



Cara Mengatasi Masalah Pornografi


Pendidikan formal yang menerapkan nilai-nilai moral. Menurut Yha (2014), nilai dan moral perlu ditanamkan pada anak usia dini agar mengenal tata karma, sopan santun, aturan, norma, etika dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan kehidupan duniawi yang nantinya mempengaruhi kepribadiannya.


Pola pengasuhan orangtua. Anak mempelajari sikap, nilai, preferensi pribadi dan beberapa kebiasaan dengan mengikuti contoh, termasuk cara mengenali dan menangani emosi mereka (Wijayanti, 2011).


Mengembangkan emosi positif. Maurus (2014) mengatakan:


Kita mengenali beberapa jenis emosi, seperti marah, sedih, senang, takut dan lain-lain. Emosi-emosi ini dapat mengalami perubahan dalam waktu yang singkat. Emosi dapat dikendalikan dan diolah menjadi emosi yang positif. Jadi, emosi positif bisa didapatkan dengan cara melakukan kegiatan yang positif, misalnya melakukan kegiatan yang mengasah kreativitas.






Daftar Pustaka


Arisandi, A. (2014). 101 tips sukses personality plus. Yogyakarta: Mantra Books.


Hizair. (2013). Kamus lengkap bahasa Indonesia. Jakarta: Tamer.


Jim, S. (2012, 22 Maret). Undang-Undang nomor 44 tahun 2008 tentang pronografi. Diunduh darihttp://samawaholic.com/2009/03/22/undang-undang-nomor-44-tahun-2008-tentang-pornografi/


Khairani, M. (2013). Psikologi umum. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.


Maurus, J. (2014). Mengembangkan emosi positif (Z. Ishak, Penerj.). Sleman, Yogyakarta: Bright Publisher.


Saragi, C. (2012, 6 Desember). Surat kabar. Diunduh darihttp://charlessaragi.wordpress.com/2012/12/06/surat-kabar/


Setyawan, Y. (2012, 28 September). Dampak teknologi informasi. Diunduh darihttp://pusatinfoelektronik.com/6100/dampak-teknologi-informasi/


Sudarsono. (1993). Kamus filsafat dan psikologi. Jakarta: Rineka Cipta.


Wijayanti, R. (2011, 22 Januari). Pengaruh pola asuh orang tua terhadap pembentukan kepribadian anak. Diunduh dari http://www.slideshare.net/rismawijayanti/pengaruh-pola-asuh-orang-tua-terhadap-pembentukan-kepribadian-anak


Yha, N. (2014, Februari). Pengembangan nilai dan moral melalui pembelajaran kooperatif pada anak TK. Diunduh dari http://nheya-nia.blogspot.com/2012/02/pengembangan-nilai-dan-moral-melalui.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar