Minggu, 05 Mei 2013

Social history?? what’s that?? (Yunita Thung)

Sejarah hidup setiap orang itu berbeda, tidak ada yang memiliki sejarah hidup yang sama. Ketika kita akan mewawancarai klien kita, kita harus mengetahui sejarah kehidupan klien kita. Mengapa? Karena dengan bertanya sejarah hidup klien, kita akan mendapatkan informasi yang cukup mengenai klien. Kita juga akan mengerti bagaimana masalah klien berkembang. Sebuah masalah tidak hanya datang karena faktor bawaan saja, tetapi juga faktor lingkungan.
Apa saja yang termasuk dalam sejarah hidup klien??
1. Family history. Konflik dapat terjadi karena keluarga. Setiap keluarga memiliki norma dan aturan yang berbeda.Tanyakan kepada klien, dimana klien lahir, dibesarkan, komunikasi yang terjalin di dalam keluarga, serta karakteristik anggota keluarga klien.
2. Educational history. Tanyakan kepada klien, bagaimana perasaan dan pendapat klien ketika klien sekolah dan hubungan interpersonal klien.
3. Job history. Ketika menyangkut pekerjaan, kita tidak bisa langsung bertanya “apa pekerjaan Anda?”. Akan tetapi gunakan pertanyaan, “apa kesibukan Anda saat ini”.
4. Marital history. Dengan bertanya status seseorang, apakah single, married, divorce, atau widow, kita jadi mengetahui seberapa mungkin klien kita memiliki relasi yang bertahan lama.
5. Interpersonal relationship. Kita harus mengetahui apakah klien kita memiliki teman atau tidak?  Bagaimana hubungan yang terjalin antara klien dengan teman-temannya?
6. Recreational preferences. Berhubungan dengan hobi dan kegiatan yang biasa dilakukan klien ketika libur.
7. Sexual history. Pertanyaan mengenai kehidupan sexual masih sensitf untuk ditanyakan. Kita haru lebih berhati-hati ketika bertanya mengenai sexual history klien.
8. Medical history. Sebagai psikolog, kita juga harus mengerti mengenai obat-obatan. Kita juga harus mengetahui masalah kesehatan apa yang klien miliki.
9. Psychiatric/ psychotherapy history. Hal ini dapat membantu kita apakah klien pernah didiagnosa gangguan psikiatri atau menjalani psikoterapi atau tidak.
10. Legal history. Tanyakan kepada klien, apakah ia pernah mengalami kasus hukum atau tidak.
11. Alcohol and substance use/abuse. Kita harus tahu apakah klien kita suka minum-minuman berakohol atau tidak.
12.  Nicotine and caffeine consumption. Rokok dan kopi juga termasuk dalam zat aditif. Tanyakan kepada klien seberapa sering ia mengonsumsi rokok atau kopi.
Keduabelas hal yang telah dibahas, bermanfaat untuk mengetahui bagaimana cara kita membantu klien dengan tepat.

23 Maret 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar