Sejarah hidup setiap orang itu berbeda,
tidak ada yang memiliki sejarah hidup yang sama. Ketika kita akan
mewawancarai klien kita, kita harus mengetahui sejarah kehidupan klien
kita. Mengapa? Karena dengan bertanya sejarah hidup klien, kita akan
mendapatkan informasi yang cukup mengenai klien. Kita juga akan mengerti
bagaimana masalah klien berkembang. Sebuah masalah tidak hanya datang
karena faktor bawaan saja, tetapi juga faktor lingkungan.
Apa saja yang termasuk dalam sejarah hidup klien??
1. Family history. Konflik dapat terjadi
karena keluarga. Setiap keluarga memiliki norma dan aturan yang
berbeda.Tanyakan kepada klien, dimana klien lahir, dibesarkan,
komunikasi yang terjalin di dalam keluarga, serta karakteristik anggota
keluarga klien.
2. Educational history. Tanyakan kepada
klien, bagaimana perasaan dan pendapat klien ketika klien sekolah dan
hubungan interpersonal klien.
3. Job history. Ketika menyangkut
pekerjaan, kita tidak bisa langsung bertanya “apa pekerjaan Anda?”. Akan
tetapi gunakan pertanyaan, “apa kesibukan Anda saat ini”.
4. Marital history. Dengan bertanya
status seseorang, apakah single, married, divorce, atau widow, kita jadi
mengetahui seberapa mungkin klien kita memiliki relasi yang bertahan
lama.
5. Interpersonal relationship. Kita harus
mengetahui apakah klien kita memiliki teman atau tidak? Bagaimana
hubungan yang terjalin antara klien dengan teman-temannya?
6. Recreational preferences. Berhubungan dengan hobi dan kegiatan yang biasa dilakukan klien ketika libur.
7. Sexual history. Pertanyaan mengenai
kehidupan sexual masih sensitf untuk ditanyakan. Kita haru lebih
berhati-hati ketika bertanya mengenai sexual history klien.
8. Medical history. Sebagai psikolog,
kita juga harus mengerti mengenai obat-obatan. Kita juga harus
mengetahui masalah kesehatan apa yang klien miliki.
9. Psychiatric/ psychotherapy history.
Hal ini dapat membantu kita apakah klien pernah didiagnosa gangguan
psikiatri atau menjalani psikoterapi atau tidak.
10. Legal history. Tanyakan kepada klien, apakah ia pernah mengalami kasus hukum atau tidak.
11. Alcohol and substance use/abuse. Kita harus tahu apakah klien kita suka minum-minuman berakohol atau tidak.
12. Nicotine and caffeine consumption.
Rokok dan kopi juga termasuk dalam zat aditif. Tanyakan kepada klien
seberapa sering ia mengonsumsi rokok atau kopi.
Keduabelas hal yang telah dibahas, bermanfaat untuk mengetahui bagaimana cara kita membantu klien dengan tepat.
23 Maret 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar