Masih ingat apa
yang telah saya share mengenai teknik wawancara pada minggu-minggu lalu?? Jika
tidak, mari di-flashback lagi ke
belakang. Berbicara mengenai minggu ini, apakah kalian tau seorang pewawancara
harus memiliki social history dari
kliennya? Dan apa-apa saja yang termasuk di dalam social history? Mari kita lihat...
Social history berbicara mengenai konteksnya darimana klien kita
berkembang dalam arti darimana masalahnya muncul, latarbelakang dsb. Social history ini biasanya terjadi pada
saat awal berlangsungnya proses wawancara. Mungkin bisa satu sampai dua jam.
Nah, kenapa diperlukan social history?
Jawababnya, karena setiap inidividu itu unik dan berbeda-beda. Anak kembar pun
juga bisa beda lo.. social history
lebih dari sekedar fakta yang ada dan tujuan dari social history ini adalah untuk mencari informasi yang
konseptualitas tidak hanya mandapatkan data mengenai asal-usul klien, tetapi
juga tentang riwayat hidupnya.
Area-area mana
sajakah yang akan ditanyakan kepada klien? Yang pertama yaitu family history, yang dimana mereka
dilahirkan, asal usul keluarga, dan gambaran mengenai keluarga besarnya juga.
Kedua yaitu educational history
dimana sekolah membentuk kepribadian seseorang. Ketiga occupational history tentang apa kesibukannya sehari-hari, kemudian
keempat marital history apakah klien
sudah menikah atau belum, atau berstatuskan janda/duda. Yang kelima yaitu interpersonal relationship dimana klien
biasanya berteman, hubungannya dengan orang lain. Yang keenam yaitu recreational preferences apakah klien
merasa fun? Biasanya disini
ditanyakan mengenai hobi-hobinya. Kemudian ketujuh yaitu sexual history. Mengenai riwayat seksual ini, biasanya merupakan
topik yang paling sensitif dan harus hati-hati. Konteksnya yaitu mengenai sexual
preferences, sexual practices, sexual functioning, sexual problems, sexual
orientation, sexually transmitted disease, dan sexual abuse. Yang kedelapan
yaitu mengenai medical history apakah
klien pernah rawat inap, rawat jalan, operasi dsb. Kesembilan yaitu mengenai psychiatric/psychotherapy history apakah
klien pernah didiagnosa dan pengalamannya ke psikolog/psikiater. Kesepuluh
adalah legal history, apakah klien
pernah melakukan hal-hal yang legal, kemudian yang kesebelas yaitu alcohol and substance use/abuse
kecenderungan memakai obat dan yang terakhir nicotine and caffeine consumption kecenderungan mengonsumsi kafein
ataupun nikotin.
Itulah
keduabelasan area yang akan digali lebih dalam agar dapat melihat secara jelas
dan lengkap mengenai social history
seseorang. Semoga bermanfaat..
23 Maret 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar