Social history yang dimaksud dalam teknik wawancara di sini adalah
konteks munculnya masalah klien, siapa klien, bagaimana masalahnya itu
dapat berkembang dan biasanya terjadi di awal wawancara. Sebelumnya
psikolog harus memastikan apa masalah klien tersebut. Social History ini
diperlukan karena setiap orang memiliki cerita dan persepsi yang
berbeda walaupun anak kembar sekalipun. Seorang psikolog harus
mengetahui secara persis latar belakang klien, bagaimana ia lahir, siapa
yang melahirkan kliennya, klien tumbuh dan besar dimana, bersekolah
dimana, bagaimana prestasi klien di sekolah, dan lain-lain. Guna
wawancara ini adalah juga untuk memperjelas apa yang klien tulis ketika
mengisi datanya.
Riwayat sosial ini juga lebih dari sekedar yang dikumpulkan. Bicara
tentang riwayat seseorang adalah berbicara mengenai bagaimana seseorang
menginterpretasikan kelahiran dan hidupnya. Cerita klien juga dapat
membuat klien mendapat gambaran bahwa dia adaptif atau tidak adaptif
dalam hidupnya. Tujuan riwayat sosial adalah untuk mendapatkan informasi
yang cukup untuk mengkonseptualisasi kesulitan atau masalah pasien dan
juga untuk memahami secara detil kehidupan klien.
Selanjutnya, adalah family history, i-ter harus mengetahui dimana klien
dilahirkan dan dibesarkan, i-ter juga harus tanya mengenai family origin
klien, juga penting untuk mengetahui gejala atau masalah perilaku klien
terjadi atau tidak pada keluarga klien. I-ter juga harus mengetahui
bagaimana pola komunikasu interfamiliar juga bagaimana karakteristik
dari anggota keluarga.
Dengan family history, i-ter memiliki kesempatan untuk menyelesaikan 3 tugas:
1. gambaran mengenai sketsa keluarga
2. perhatikan relasi di antara mereka yang ada di dalam keluarga tersebut
3. belajar apabila ada mental disurder di dalam keluarga tersebut
Sebuah cara yang efektif untuk melacak informasi adalah family genogram (dikembangkan oleh Murray Bowen). Gambar berikut adalah contoh dari family genogram:
![]() |
| Family Genogram |
Setelah
riwayat keluarga, riwayat sekolah (educational history) adalah
pengalaman yang penting dalam membentuk seseorang. Pendidikan di sekolah
membentuk karakteristik kepribadian seseorang. Rapport tidak dapat
menggambarkan tugas intelektual seseorang. Orang yang biasanya memiliki
hubungan baik sewaktu sekolah biasanya juga dapat mempunyai hubungan
baik ke depannya.
Kemudian ada juga job history, sebuah indikator yang baik dari fungsi kerja yang sukses adalah untuk mendapatkan riwayat pekerjaan. Beberapa orang tetap berada di pekerjaan yang sama dengan perusahaan yang sama seluruh hidup mereka, sedangkan yang lain memiliki waktu yang sulit menemukan satu hal yang memegang kepentingan mereka dan sering berganti pekerjaan.
Tanyakan klien apakah klien bekerja di bidang di mana mereka dilatih. Pertimbangkan tentang pekerjaan mereka, apakah memenuhi kepentingan mereka? Atau itu hanya ia / perjalanan untuk memenuhi impian orang tua mereka.
Selanjutnya
adalah marital history yaitu mencerminkan seberapa mungkin seseorang
memiliki relasi yang bertahan lama (dari menjalin hubungan kekasih).
I-ter juga harus memastikan recreational history klien, bagaimana klien
bersenang-senang, hal ini berguna supaya i-ter mengetahui bagaimana
klien melakukan coping terhadap stress nya.
Penting juga untuk i-ter untuk menanyakan hal yang sensitif seperti sexual history termasuk preferensi seksual, praktek seksual, fungsi seksual, masalah seksual, orientasi seksual, penyakit menular seksual, pelecehan seksual klien.
Kemudian yang harus diketahui i-ter adalah medical
record pasien. Apakah pasien tersebut memiliki riwayat treatment dari
psikolog lain atau tidak, riwayat jalan, riwayat inap, kesehatn gigi dan
mulut, dan lain-lain.
Selanjutnya
penting juga bagi i-ter untuk mengetahui mengenai riwayat hukum klien,
apakah klien sering ditilang atau tidak lalu apa alasannya ditilang,
dll. Terakhir adalah riwyat alcohol dan subtance use klien juga konsumsi
nikotin dan kafein klien, hal ini perlu ditanyakan karena berkaitan
dengan adiksi bagi klien.
23 Maret 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar