Senin, 06 Mei 2013

Social History (Lyvia Kurniawan)

Social history yang dimaksud dalam teknik wawancara di sini adalah konteks munculnya masalah klien, siapa klien, bagaimana masalahnya itu dapat berkembang dan biasanya terjadi di awal wawancara. Sebelumnya psikolog harus memastikan apa masalah klien tersebut. Social History ini diperlukan karena setiap orang memiliki cerita dan persepsi yang berbeda walaupun anak kembar sekalipun. Seorang psikolog harus mengetahui secara persis latar belakang klien, bagaimana ia lahir, siapa yang melahirkan kliennya, klien tumbuh dan besar dimana, bersekolah dimana, bagaimana prestasi klien di sekolah, dan lain-lain. Guna wawancara ini adalah juga  untuk memperjelas apa yang klien tulis ketika mengisi datanya.
Riwayat sosial ini juga lebih dari sekedar yang dikumpulkan. Bicara tentang riwayat seseorang adalah berbicara mengenai bagaimana seseorang menginterpretasikan kelahiran dan hidupnya. Cerita klien juga dapat membuat klien mendapat gambaran bahwa dia adaptif atau tidak adaptif dalam hidupnya. Tujuan riwayat sosial adalah untuk mendapatkan informasi yang cukup untuk mengkonseptualisasi kesulitan atau masalah pasien dan juga untuk memahami secara detil kehidupan klien.
Selanjutnya, adalah family history, i-ter harus mengetahui dimana klien dilahirkan dan dibesarkan, i-ter juga harus tanya mengenai family origin klien, juga penting untuk mengetahui gejala atau masalah perilaku klien terjadi atau tidak pada keluarga klien. I-ter juga harus mengetahui bagaimana pola komunikasu interfamiliar juga bagaimana karakteristik dari anggota keluarga.
Dengan family history, i-ter memiliki kesempatan untuk menyelesaikan 3 tugas:
1. gambaran mengenai sketsa keluarga
2. perhatikan relasi di antara mereka yang ada di dalam keluarga tersebut
3. belajar apabila ada mental disurder di dalam keluarga tersebut
Sebuah cara yang efektif untuk melacak informasi adalah family genogram (dikembangkan oleh Murray Bowen). Gambar berikut adalah contoh dari family genogram:
Family  Genogram


Setelah riwayat keluarga, riwayat sekolah (educational history) adalah pengalaman yang penting dalam membentuk seseorang. Pendidikan di sekolah membentuk karakteristik kepribadian seseorang. Rapport tidak dapat menggambarkan tugas intelektual seseorang. Orang yang biasanya memiliki hubungan baik sewaktu sekolah biasanya juga dapat mempunyai hubungan baik ke depannya.
Kemudian ada juga job history, sebuah indikator yang baik dari fungsi kerja yang sukses adalah untuk mendapatkan riwayat pekerjaan. Beberapa orang tetap berada di pekerjaan yang sama dengan perusahaan yang sama seluruh hidup mereka, sedangkan yang lain memiliki waktu yang sulit menemukan satu hal yang memegang kepentingan mereka dan sering berganti pekerjaan.
Tanyakan klien apakah klien bekerja di bidang di mana mereka dilatih. Pertimbangkan tentang pekerjaan mereka, apakah memenuhi kepentingan mereka? Atau itu hanya ia / perjalanan untuk memenuhi impian orang tua mereka.
 
Selanjutnya adalah marital history yaitu mencerminkan seberapa mungkin seseorang memiliki relasi yang bertahan lama (dari menjalin hubungan kekasih). I-ter juga harus memastikan recreational history klien, bagaimana klien bersenang-senang, hal ini berguna supaya i-ter mengetahui bagaimana klien melakukan coping terhadap stress nya.
 
Penting juga untuk i-ter untuk menanyakan hal yang sensitif seperti sexual history termasuk preferensi seksual, praktek seksual, fungsi seksual, masalah seksual, orientasi seksual, penyakit menular seksual, pelecehan seksual klien.
 
Kemudian yang harus diketahui i-ter adalah  medical record pasien. Apakah pasien tersebut memiliki riwayat treatment dari psikolog lain atau tidak, riwayat jalan, riwayat inap, kesehatn gigi dan mulut, dan lain-lain.
Selanjutnya penting juga bagi i-ter untuk mengetahui mengenai riwayat hukum klien, apakah klien sering ditilang atau tidak lalu apa alasannya ditilang, dll. Terakhir adalah riwyat alcohol dan subtance use klien juga konsumsi nikotin dan kafein klien, hal ini perlu ditanyakan karena berkaitan dengan adiksi bagi klien.
 
23 Maret 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar