Post blog minggu ini saya akan membahas dua cakupan besar aplikasi
wawancara dalam bidang pendidikan dan organisasi.. Pertama-tama saya
akan membahas mengenai aplikasi wawancara di bidang pendidikan dulu nih,
walaupun mungkin di post2 sebelumnya kita udah pernah membicarakan
tentang pendidikan, tapi kita bahas lagi sedikit ya untuk nambah2 ilmu
hehehe
Masalah umum yang biasanya terjadi dalam dunia pendidikan itu adalah
proses belajar didalam kelas ataupun yang terkait dengan sistem yang
diberlakukan di sekolah..
Masalah itu bisa saja seperti learning disabilities atau masalah akademik seperti siswa yang sulit mempelajari pelajaran matematika, developmental problems atau masalah perkembangan, behavioral problems seperti bolos dan psychosocial problems seperti daerah tempat tinggal yang kumuh dan masalah ekonomi yang dialami oleh siswa..
Nah, aplikasi wawancara yang dilakukan dalam bidang pendidikan itu
sendiri biasanya dilakukan kepada siapa?? Jawabannya adalah untuk orang
tua, guru maupun siswa itu sendiri.. Melalui wawancara terhadap siswa,
kita bisa mendapatkan banyak informasi seperti mengetahui tingkat
kemampuan siswa (bahasa, sosial, matematika), mengetahui kelebihan dan
kekurangan siswa dan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh siswa..
Sedangkan melalui wawancara terhadap orangtua hal yang bisa didapatkan
oleh pewawancara adalah kita bisa mengetahui pola asuh yang diterapkan
oleh orangtua kepada anaknya, mengetaui cara berinteraksi dan intensitas
komunikasi orangtua dengan anaknya, mengetaui gambaran perkembangan
anak dari orangtuanya dan untuk memverifikasi kebenaran antara hasil
observasi yang telah kita lakukan dengan wawancara terhadap anak..
Yang terakhir nih, wawancara terhadap gurunya, tujuannya adalah
agar kita sebagai pewawancara mengetahui efektifkah gaya mengajar guru,
mengetahui kurikulum yang diterapkan guru, melihat interaksi antara guru
dan siswa dan juga menverifikasi hasil observasi dengan wawancara
terhadap anak..
Secara garis besar, ada beberapa etika yang perlu kita perhatikan juga
sebagai pewawancara yaitu kompetensi yaitu memastikan bahwa data yang
kita peroleh adalah akurat..Etika yang kedua yaitu informed consent yang berisi tujuan wawancara dan kesediaan nara sumber untuk diwawancara..Yang terakhir adalah confidentiality
atau kerahasiaan..Sekedar sharing, saya sendiri pernah melakukan
wawancara terhadap guru disekolah SMA saya untuk memenuhi nilai tugas
psikologi pendidikan, disaat itu pun awalnya saya datang dengan tujuan
wawancara sehingga saya memberikan informed consent pada guru
yang akan saya wawancarai, setelah itu saya pun mengatakan bahwa semua
informasi yang guru tersebut katakan akan saya jaga kerahasiaannya
karena itu sudah merupakan tugas kita sebagai calon psikolog :D
Setelah panjang lebar kita bahas tentang dunia pendidikan, sekarang
kita lanjut nih ke bidang psikologi industri dan organisasi (PIO)..
Dalam setting organisasi, aplikasi dari wawancara itu sendiri bertujuan
untuk job analysis yang mencakup job description dan job specification yaitu rincian atau detail dari suatu pekerjaan yang akan dijabat oleh calon pekerja nantinya.. Tujuan lainnya adalah untuk coaching atau pendampingan untuk memahirkan performa pekerja, performance appraisal atau menilai kinerja pekerja dengan melihat kompetensinya dan digunakan juga untuk exit interview yaitu
pada saat perusahaan harus melepaskan karyawan yang dalam artian disini
adalah karyawan yang baik dan memiliki kinerja bagus, dilakukan
wawancara untuk menegtahui apa alasan pekerja ingin keluar dari
perusahaan tersebut.. Ya kurang lebih seperti itu hehehe
Dalam wawancara itu sendiri, terdapat dua jenis wawancar yaitu
wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur.. Yang akan kita
bahas lebih lanjut adalah wawancara terstruktur yang mencakup dua jenis
yaitu competence based interview (CBI) dan behavioral event interview (BEI)..
CBI itu sendiri bertujuan untuk mengetahui apakah kandidat atau individu
yang diwawancara dapat berteori dan menggeneralisasikan suatu peristiwa
yang BUKAN merupakan suatu pengandaian.. Sebenarnya terdapat banyak
model pertanyaan dalam wawancara CBI, namun disini saya hanya mencoba
memberikan sebuah contoh pertanyaan CBI.. Misalnya saja contoh
pertanyaannya adalah "Apakah usaha yang pernah kamu lakukan untuk
menghindari ketidakdisiplinan pada saat dalam waktu bekerja??"
Melalui CBI, kita sebagai pewawancara dapat mengetahui pemahaman
individu terhadap suatu area kerja tertentu ataupun mengetahui
pengalamannya di masa lalu..Mengapa demikian? Karena pertanyaan yang
diajukan dalam CBI mengacu pada hal2 apa saja yang telah, pernah atau
sudah dilakukan individu selama hidupnya, oleh karena itu, wawancara ini
dikatakan lebih tinggi levelnya dibandingkan BEI yang akan kita bahas..
BEI merupakan metode wawancara yang berfokus pada penggalian
kompetensi dan mengetahui nkemampuan yang dimiliki oleh calon kandidat
dalam suatu pekerjaan.. Dalam melakukan wawancara model ini, maka kita
sebagai pewawancara disarankan menggunakan metode STAR yaitu yang
pertama adalah Situation atau Task yang berarti
konteks tertentu dimana individu mampu melakukan suatu hal misalnya saja
dengan bertanya "Bisakah anda ceritakan saat anda harus bekerja dalam
sebuah kerja tim yang mencakup banyak orang?"
Yang kedua adalah Action atau apa yang kandidat lakukan dalam
suatu situasi atau tugas dan bagaimana mengerjakannya.. Contoh
pertanyaannya adalah "Apakah tindakan yang dilakukan saat terjadi
konflik dengan rekan kerja?" Dan yang ketiga adalah Result yang
merupakan hasil atau efek dari tindakan seorang kandidat.. Contoh
pertanyaannya adalah "Apakah hasilnya setelah anda melakukan itu?
Dari pertanyaan ini pewawancara dapat mengetahui apakah tindakan yang dilakukan oleh kandidat efektif atau tidak..
Secara garis besar, kedua model baik CBI maupun BEI sama2 bertujuan
untuk mengetahui apakah seorang kandidat atau calom pekerja dapat
melaksanakan tugasnya dengan baik saat ditempatkan pada posisi ataupun
jabatan tertentu.. Pada kelas Tekwan kemarin, dosen saya mendatangkan
seorang yang luar biasa yang telah bekerja selama bertahun2 dibidang food and beverages
(F&B). Beliau mengatakan bahwa sebagai seorang staf HRD yang paling
diutamakan dalam melakukan wawancara terhadap calon kandidat yang
paling dicari dan dibutuhkan adalah service.. Service dalam artian
disini adalah apakah kandidat atau calon pekerja dapat melakukan
pekerjannya dengan baik dan maksimal dalam posisi atau jabatan yang
ditempatinya.. Dalam bidangnya yaitu F&B, beliau mengatakan bahwa
service yang paling nyata dan sederhana yang dapat dilakukan adalah
senyum.. Sangat sederhana bukan? namun hal ini merupakan salah satu
service yang dikatakan baik yang dapat dilakukan oleh seorang pekerja..
Selain itu, beliau juga mengatakan bahwa terkadang saat kita
melakukan wawancara, informasi terbesar yang bisa kita dapatkan dari
kandidat kurang lebih hanya 30%.. Hal ini tentunya jadi pertanyaan untuk
kita semua bukan?? Pada awalnya saya sendiri sempat mengatakan bahwa
melalui berbagai metode wawancara maka pewawancara dapat mengetahui
apakah kandidat dapat bekerja dengan baik, tepat dengan jabatannya dan
apakah kandidat dapat maksimal dalam jabatannya.. Namun, menurut saya
pendapat beliau mengenai 30% tersebut adalah begini, menurut pandangan
saya sendiri juga, saat melakukan wawancara terhadap kandidat, kita
hanya mampu menggali kulit luarnya saja, jadi kapan kita bisa bisa
mengetahui apakah kandidat atau calon pekerja dapat bekerja dengan
maksimal atau tidak dalam jabatan tertentu? Menurut saya jawabannya
adalah dengan melihat individu bekerja.. Dari sanalah, kita bisa melihat
secara langsung apa yang akan dilakukan individu saat ia mengalami
masalah, apakah individu dapat bekerja dengan maksimal dalam jabatannya
atau sejauh mana individu mampu bertahan dalam posisi tersebut..
Wawancara merupakan salah satu cara atau langkah awal yang dapat
dilakukan pewawancara untuk setidaknya berusaha mengenali dan menggali
lebih dalam kandidat ataupun calon pekerja :D
Ada juga hal terakhir yang menarik untuk saya tuliskan adalah..
Saat beliau menanyakan kepada kami semua didalam kelas, Apakah yang
menjadi alasan terbesar seorang pekerja ingin resign atau memutuskan
untuk berhenti bekerja?" Ayooo kita pikir sama2 hehehe
Jawaban yang muncul dikelas sangat banyak seperti masalah gaji,
transportasi, kepuasan kerja, maupun konflik dengan teman kerja..Namun
setelah semua jawaban telah diungkapkan, ternyata beliau menjawab bahwa
salah satu faktor terbesar yang akhirnya menyebabkan seorang pekerja
memutuskan untuk resign adalah ATASAN.. hahahaha jawabannya sangat tepat
sih menurut saya, karena semua alasan yang kita ungkapkan seperti gaji
maupun konflik dengan teman kerja merupakan hal yang mungkin masih mampu
membuat kita bertahan, namun satu2nya masalah yang sudah timbul dengan
atasan kita, itu merupakan hal yang amat sangat tidak nyaman dan
menyebabkan pekerja tidak tahan dan memtuskan untuk resign pada akhirnya
:D
So complicated right? Tapi inilah dunia pendidikan dan dunia kerja.. Selamat menikmati :)
5 Mei 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar