Pada
tanggal 22 April 2013 di kelas Teknik Wawancara kelas A telah dibahas materi
mengenai pengaplikasian teknik wawancara di bidang pendidikan, berikut adalah
ulasan dari materi yang telah dibahas. Wawancara adalah senjata yang penting
bagi para psikolog pendidikan. Dalam dunia pendidikan, umumnya kerap kali
terjadi beberapa masalah seperti dalam proses belajar mengajar, seperti gaya
mengajar guru baik atau tidak diterima oleh murid atau sebaliknya dpat atau
tidaknya murid belajar dengan baik. Sistem sekolah pun dapat menjadi hambatan
dalam dunia pendidikan contohnya seperti pada peraturan dan kurikulum yang
dianut sekolah tersebut. Kemudian yang sering terjadi adalah masalah yang
dialami oleh siswa tersebut diantaranya adalah:
- Learning disabilities. Beberapa pelajaran yang seringkali sulit diikuti dan dipelajari siswa dengan baik biasanya adalah Matematika, IPA,Kimia, Fisika, Biologi, entah mengapa beberapa mata pelajaran itu begitu menyeramkan bagi siswa.
- Developmental Problem. Masalah perkembangan ini seharusnya sudah mudah dideteksi pada masa sekolah taman kanak-kanak atau paling lambat pada masa sekolah dasar, beberapa contoh diantaranya adalah autis dan asperger.
- Behavioral problem, masalah perilaku yang dialami oleh siswa contohnya adalah bullying
- Psychosocial & environmental problems, diantaranya adalah antisosial, diskriminasi, kondisi ekonomi yang terbatas, dll
- Bakat dan minat siswa
- Seleksi dan penempatan termasuk umtuk guru, apakah guru tersebut sesuai mengajar pada tingkat SD, SMP, atau SMA
Dalam
dunia pendidikan, observasi tidak kalah penting dari
teknik wawancara. Beberapa kegunaan observasi dan wawancara dalam dunia
pendidikan, pertama untuk mengetahui informasi mengenai siswa tersebut
termasuk
informasi mengenai bagaimana latar belakang siswa, hobi siswa, minat
siswa, maupun ketidaksukaan siswa.Kedua adalah untuk memahami bagaimana
permasalahan tersebut terjadi dan bagaimana dinamika kepribadian
siswa.Ketiga adalah untuk memverifikasi pengakuan versus realitas dan
yang keempat adalah mendiagnosa siswa. Terakhir adalah untuk memantau
perilaku siswa sebelum dan sesudah tritmen.
Siswa,
orangtua, dan guru adalah subyek yang diwawancara. Mewawancarai siswa
bertujuan untuk mengetahui latar belakang masalah siswa, mengetahui
level perkembangan siswa, dan juga menghetahui kemampuan pekembang an
verbal siswa. Mewawancarai guru bertujuan untuk
• Mengetahui
keefektifan gaya dan teknik dalam mengajar
• Mengetahui
penerapan kurikulum oleh guru dan keberhasilannya terhadap murid
• Interaksi
guru dan siswa
• Interaksi
guru dengan staf sekolah lainnya dan orangtua
setelah dilakukan wawancara dengan guru maka akan dilakukan cross check dengan hasil observasi dengan anak
Wawancara dengan orangtua tidak kalah penting dengan wawancara dengan
guru, beberapa tujuan wawancara dengan orangtua adalah untuk :
• Mengetahui
pola asuh
• Mengetahui
cara berinteraksi dengan anak
• Mengetahui
ekspektasi orangtua terhadap anak, guru dan sekolah
• Mengetahui
gambaran perkembangan anak dari perspektif orangtua
Setelah dilakukan wawancara psikolog akan melakukan cross check dengan hasil observasi dan wawancara dengan siswa.
Beberapa etika yang harus diperhatikan dalam wawancara di bidang pendidikan yaitu:
- Competencies, maksudanya adalah agar psikolog tidak merasa bahwa hasil observasi mereka lebigh valid daripada tes fomal
- Informed consent. Psikolog harus teta[ memberitahukan kepada siswa tujuan dari waancara tersebut walaupun telah mengetahui sistem yang ada di sekolah tersebut.
- Confidentiality. Psikolog harus tetap menjaga kerahasiaan hasil wawancara dengan siswa
Lanjut ke materi aplikasi wawancara di bidang Industri organisasi yang telah dibahas pada tanggal 29 April 2013, berikut adalah ulasannya:
Aplikasi wawancara di bidang industri organisasi biasanya digunakan
untuk seleksi dan penempatan karyawan kemudian untuk job analysis dimana
di dalamnya termasuk job evaluation, yang dimaksudkan dengan job
evaluation adalah bagaimana lriteria pekerjaannya, usia yang cocok untuk
menjalani tugas tersebut, jenis kelamin apa yang cocok dengan pekerjaan
itu, dsb. Kemudian psikolog juga bertugas melakukan coaching yaitu
pendampingan proses kerja, performance apraisal dan exit interview.
Dalam seleksi dan penempatan terdapat dua bentuk interview yaitu
wawancara terstruktur (CBI dan BEI) dan wawancara tidak terstrukur
(tradisional).
CBI adalah singkatan dari Competency Based Interview yaitu adalah pertanyaan
terstruktur yang berhubungan
secara langsung dengan kriteria dan kompetensi yang diinginkan untuk
suatu
jabatan tertentu. Wawancara dengan menggunakan metode CBI psikolog akan
lebih berfokus pada pada hal-hal mengenai kompetensi jabatan tersebut.
Penting dalam CBI untuk pemahaman subyek terhadap suatu area pekerjaan
atau pengalamannya di masa lalu.
BEI adalah Behavioral Event Interview yaitu wawancara
berfokus pada penggalian kompetensi, memahami pengetahuan dan kemampuan
kandidat dalam melakukan suatu pekerjaan. BEI fokusnya juga pada
situasi, critical event, atau tugas aoa yang dikerjakan, bagaimana
action dan resultnya.
Wawancara menggunakan metode BEI dapat menggunakan STAR yaitu
- situation/Task: latar belakang mengapa subyek melakukan aksi tersebut
- Action: apa yang kandidat lakukan saat menghadapi suatu situasi, acation ini sangat penting karena menunjukkan bagaimana perilaku kandidat.
- Result: Efek dari action yang telah dilakukan oleh subyek (hasil)
- Feeling yaitu psikolog harus mengetahui bagaimana perasaan subyek
- Action yaitu apa yang dilakukan subyek ketika menghadapi suatu kejadian
- Contacts yaitu bagaimana hubungan subyek dengan yang karyawan lain ketika menghadapi suatu kejadian
- Thinking yaitu apa yang dipikirkan subyek ketika menghadapi situasi tersebut
4 Mei 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar