Senin, 06 Mei 2013

Aplikasi Teknik Wawancara di Bidang Pendiddikan dan Industri Organisasi (Lyvia Kurniawan)

Pada tanggal 22 April 2013 di kelas Teknik Wawancara kelas A telah dibahas materi mengenai pengaplikasian teknik wawancara di bidang pendidikan, berikut adalah ulasan dari materi yang telah dibahas. Wawancara adalah senjata yang penting bagi para psikolog pendidikan. Dalam dunia pendidikan, umumnya kerap kali terjadi beberapa masalah seperti dalam proses belajar mengajar, seperti gaya mengajar guru baik atau tidak diterima oleh murid atau sebaliknya dpat atau tidaknya murid belajar dengan baik. Sistem sekolah pun dapat menjadi hambatan dalam dunia pendidikan contohnya seperti pada peraturan dan kurikulum yang dianut sekolah tersebut. Kemudian yang sering terjadi adalah masalah yang dialami oleh siswa tersebut diantaranya adalah:
  • Learning disabilities. Beberapa pelajaran yang seringkali sulit diikuti dan dipelajari siswa dengan baik biasanya adalah Matematika, IPA,Kimia, Fisika, Biologi, entah mengapa beberapa mata pelajaran itu begitu menyeramkan bagi siswa.
  • Developmental Problem. Masalah perkembangan ini seharusnya sudah mudah dideteksi pada masa sekolah taman kanak-kanak atau paling lambat pada masa sekolah dasar, beberapa contoh diantaranya adalah autis dan asperger.
  • Behavioral problem, masalah perilaku yang dialami oleh siswa contohnya adalah bullying
  • Psychosocial & environmental problems, diantaranya adalah antisosial, diskriminasi, kondisi ekonomi yang terbatas, dll
  • Bakat dan minat siswa
  • Seleksi dan penempatan termasuk umtuk guru, apakah guru tersebut sesuai mengajar pada tingkat SD, SMP, atau SMA
Dalam dunia pendidikan, observasi tidak kalah penting dari teknik wawancara. Beberapa kegunaan observasi dan wawancara dalam dunia pendidikan, pertama untuk mengetahui informasi mengenai siswa tersebut termasuk informasi mengenai bagaimana  latar belakang siswa, hobi siswa, minat siswa, maupun ketidaksukaan siswa.Kedua adalah untuk memahami bagaimana permasalahan tersebut terjadi dan bagaimana dinamika kepribadian siswa.Ketiga adalah untuk memverifikasi pengakuan versus realitas dan yang keempat adalah mendiagnosa siswa. Terakhir adalah untuk memantau perilaku siswa sebelum dan sesudah tritmen.
Siswa, orangtua, dan guru adalah subyek yang diwawancara. Mewawancarai siswa bertujuan untuk mengetahui latar belakang masalah siswa, mengetahui level perkembangan siswa, dan juga menghetahui kemampuan pekembang an verbal siswa. Mewawancarai guru bertujuan untuk  
       Mengetahui keefektifan gaya dan teknik dalam mengajar
       Mengetahui penerapan kurikulum oleh guru dan keberhasilannya terhadap murid
       Interaksi guru dan siswa
       Interaksi guru dengan staf sekolah lainnya dan orangtua 
setelah dilakukan wawancara dengan guru maka akan dilakukan cross check dengan hasil observasi dengan anak
Wawancara dengan orangtua tidak kalah penting dengan wawancara dengan guru, beberapa tujuan wawancara dengan orangtua adalah untuk :
       Mengetahui pola asuh
       Mengetahui cara berinteraksi dengan anak
       Mengetahui ekspektasi orangtua terhadap anak, guru dan sekolah
       Mengetahui gambaran perkembangan anak dari perspektif orangtua 
 Setelah dilakukan wawancara psikolog akan melakukan cross check dengan hasil observasi dan wawancara dengan siswa.
Beberapa etika yang harus diperhatikan dalam wawancara di bidang pendidikan yaitu:
  • Competencies, maksudanya adalah agar psikolog tidak merasa bahwa hasil observasi mereka lebigh valid daripada tes fomal
  • Informed consent. Psikolog harus teta[ memberitahukan kepada siswa tujuan dari waancara tersebut walaupun telah mengetahui sistem yang ada di sekolah tersebut.
  • Confidentiality. Psikolog harus tetap menjaga kerahasiaan hasil wawancara dengan siswa
Sedikit perbedaan psikolog pendidikan dan guru BP adalah guru BP lebih ke arah administrasi seperti membuat data mengenai siswa, membuat sosiogram, sedangkan psikolog pendidikan lebih ke arah memberikan tritmen bagi siswa yang bermasalah.

Lanjut ke materi aplikasi wawancara di bidang Industri organisasi yang telah dibahas pada tanggal 29 April 2013, berikut adalah ulasannya:
Aplikasi wawancara di bidang industri organisasi biasanya digunakan untuk seleksi dan penempatan karyawan kemudian untuk job analysis dimana di dalamnya termasuk job evaluation, yang dimaksudkan dengan job evaluation adalah bagaimana lriteria pekerjaannya, usia yang cocok untuk menjalani tugas tersebut, jenis kelamin apa yang cocok dengan pekerjaan itu, dsb. Kemudian psikolog juga bertugas melakukan coaching yaitu pendampingan proses kerja, performance apraisal dan exit interview.
Dalam seleksi dan penempatan terdapat dua bentuk interview yaitu wawancara terstruktur (CBI dan BEI) dan wawancara tidak terstrukur (tradisional).
 CBI adalah singkatan dari Competency Based Interview yaitu adalah pertanyaan terstruktur yang berhubungan secara langsung dengan kriteria dan kompetensi yang diinginkan untuk suatu jabatan tertentu. Wawancara dengan menggunakan metode CBI psikolog akan lebih berfokus pada pada hal-hal mengenai kompetensi jabatan tersebut. Penting dalam CBI untuk pemahaman subyek terhadap suatu area pekerjaan atau pengalamannya di masa lalu.
BEI adalah Behavioral Event Interview yaitu wawancara berfokus pada penggalian kompetensi, memahami pengetahuan dan kemampuan kandidat dalam melakukan suatu pekerjaan. BEI fokusnya juga pada situasi, critical event, atau tugas aoa yang dikerjakan, bagaimana action dan resultnya.
Wawancara menggunakan metode BEI dapat menggunakan STAR yaitu
  • situation/Task: latar belakang mengapa subyek melakukan aksi tersebut
  • Action: apa yang kandidat lakukan saat menghadapi suatu situasi, acation ini sangat penting karena menunjukkan bagaimana perilaku kandidat.
  • Result: Efek dari action yang telah dilakukan oleh subyek (hasil)
Ada juga metode baru yang dicetuskan oleh salah seiorang dosen tamu di kelas teknik wawancara yaitu menggunakan FACT yang isinya hampir sama dengan STAR namun lebih mendalam. FACT adalah:
  • Feeling yaitu psikolog harus mengetahui bagaimana perasaan subyek
  • Action yaitu apa yang dilakukan subyek ketika menghadapi suatu kejadian
  • Contacts yaitu bagaimana hubungan subyek dengan yang karyawan lain ketika menghadapi suatu kejadian
  • Thinking yaitu apa yang dipikirkan subyek ketika menghadapi situasi tersebut
FACT lebih menggali dan membongkar masa lalu yaitu apa yang telah dialkukan subyek.

4 Mei 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar