Setiap harinya
kita melakukan wawancara baik itu di sekolah, kantor, rumah, atau dimana saja
kita dapat melakukan wawancara. Penerapan wawancara dapat diaplikasikan dalam
banyak hal, misalnya setting pendidikan, wawancara tidak sebatas pada permasalahan-permasalahan
yang dilakukan oleh siswa namun dapat juga diterapkan dalam sistem akademik, seleksi
dan penempatan siswa. Wawancara dalam setting pendidikan ini dapat dilakukan
kepada siswa itu sendiri, orang tua dan guru.
Berbeda lagi,
wawancara pada setting PIO. Wawancara ini umumnya dilakukan untuk seleksi dan
rekrutmen. Namun, wawancara pada setting PIO juga dapat dilakukan kepada
karyawan-karyawan yang bermasalah. Hal ini dijelaskan lebih mendetail oleh Bapak
Jefri Liang. Beliau menjelaskan banyak hal mengenai suka dan dukanya selama
bekerja menjadi seorang HRD. Beliau juga menjelaskan bagaimana dan hal-hal apa
saja yang dipertanyakan oleh seorang HRD dalam proses rekrutmen.
Selain itu,
beliau juga menjelaskan salah satu metode baru yang digunakan dalam setting
PIO, yaitu FACT (Feeling, Action, Context, and Thinking). FACT ini memilki konsep
yang hampir sama dengan STAR (Situation,
Task, Action, and Result). Namun yang membedakan FACT dan STAR adalah wawancara
pada posisi tertentu dan memiliki tanggung jawab yang tinggi, seperti general manager (GM) maka wawancara yang
dapat digunakan adalah FACT. Sedangkan
pada posisi umum serta kurang memiliki tanggung jawab yang besar, seperti staff
maka STAR dapat digunakan.
4 Mei 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar