Minggu lalu saya
telah menjelaskan mengenai peran dari teknik wawancara dalam bidang klinis anak
dan dewasa. Nah, kali ini saya akan membahas mengenai aplikasi teknik wawancara
dalam praktisi PIO dan dalam bidang pendidikan.
Dalam dunia
pendidikan, teknik wawancara akan diaplikasikan pada siswa-siswi yang memiliki
masalah dalam pembelajaran maupun masalah psikologis lainnya. Selain diberikan
tes, para siswa akan diwawancara untuk mengetahui masalah yang dihadapinya.
Kelemahan dari teknik ini yaitu tidak semua siswa akan terbuka. Hal ini akan
sulit untuk menggali informasi lebih dalam. Kelebihan dari teknik ini adalah
informasi akan akurat jika terjalin hubungan yang baik dan keterbukaan oleh
siswa dengan bina rapport.
Jika dalam dunia PIO, interview akan diaplikasikan untuk pegawai yang ingin melamar ke perusahaan maupun pegawai lama yang bermasalah dalam pekerjaannya.
Jika dalam dunia PIO, interview akan diaplikasikan untuk pegawai yang ingin melamar ke perusahaan maupun pegawai lama yang bermasalah dalam pekerjaannya.
Nah, sejak tadi
sibuk membicarakan mengenai kelemahan, kelebihan, dan aplikasi teknik
wawancara, sebenarnya apa sih itu teknik wawancara jika dilihat dari bidang
industri organisasi dan pendidikan?
Teknik wawancara
menurut praktisi PIO merupakan suatu teknik untuk mendapatkan informasi dari
seorang interviewer dari interviewee. Dalam hal ini, percakapan dua arah
terjadi. Jika dalam bidang pendidikan, teknik wawancara diartikan sebagai suatu
teknik yang
dilakukan untuk memperoleh informasi sebanyak-banyaknya, melalui proses
percakapan yang diperoleh berdasarkan kesepakatan bersama. Sebenarnya
pengertian wawancara dalam seluruh bidang sama yaitu “mendapatkan informasi”,
akan tetapi yang berbeda hanyalah bentuk kata-kata yang diberikan.
Setiap wawancara
yang dilakukan pasti dong mengalami kendala? Apa saja kendalanya? Mari kita
lihat dalam kedua bidang yang berbeda.
Kendala yang
dihadapi dalam bidang PIO yaitu menghadapi interviewee
yang lebih tua ketika kita masih diawal melakukan wawancara dan juga menghadapi
pegawai yang undisipline, yang mungkin suka terlambat dan izin semena-mena.
Mungkin dalam hal ini, praktisi PIO ini akan memanggil orang tersebut dan
diwawancarai langsung mengenai masalahnya dan jika terdapat masalah, akan
segera dilakukan konseling. Kendala yang dihadapi dalam dunia pendidikan yaitu menghadapi siswa dengan cacat fisik (bisu
atau tuli) yang akan sulit untuk dilakukan wawancara. Kendala lain yaitu sulit
mencari waktu untuk bertemu dengan siswa dan juga jika suasana hati mereka yang
sedang tidak senang, proses wawancara juga akan terhambat.
Okey, diakhir
lagi saya juga akan mengatakan hal yang sama seperti sebelumnya yaitu untuk
menjadi seorang pewawancara yang baik, harus ada pengalaman yang banyak agar
dapat melakukannya dengan hasil yang memuaskan juga.
8 Maret 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar