Human Behavior dalam dunia psikologi dengan wawancara (Lisya Jofendy)
Dalam ilmu Psikologi, kita
mempelajari banyak hal tentang manusia, hal itu tidak terkecuali dengan
tingkah laku yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. untuk
mengetahui hal tersebut banyak hal yang bisa di lakukan, salah satunya
menggunakan Teknik wawancara. Teknik wawancara dapat di lakukan dimana
saja dan kapan saja, biasanya mengetahui bahwa wawancara dilakukan
apabila sedang melamar pekerjaan, tapi sebelum wawancara di lakukan akan
menghadapi psikotest terlebih dahulu, jika psikotest sudah dilakukan
barulah test wawancara di lakukan. kedua hal tersebut tidak hanya di
lakukan pada saat melamar pekerjaan saja, melainkan hampir seluruh
bidang menggunakannya, tidak terkecuali dalam dunia psikologi. Banyak
bidang psikologi yang menggunakan kedua hal tersebut untuk mengetahui
karakter dan perilaku seseorang, termasuk juga pada psikologi klinis
anak dan dewasa. Dalam psikologi anak, psikolog tidak bisa hanya
menggunakan tangan kosong, meja serta kursi saja melainkan membutuhkan
pendekatan dengan permainan agar sang anak tidak merasa asing dan merasa
dekat dengan psikolog. Banyak permainan yang bisa di lakukan salah
satunya, play dough. Dengan sambil bermain, anak dapat lebih
terbuka dan dapat menceritakan jika sesi wawancara di lakukan, dalam hal
ini memang membutuhkan kesabaran serta waktu yang tidak singkat,
berbeda hal nya dengan orang dewasa yang dapat lebih mudah di
wawancarai.
Dengan wawancara juga dapat melihat tingkah laku seseorang yang
sedang berbohong atau tidak karena, di lihat dari cara orang itu
menjawab serta mata yang fokus/tidak. gerak-gerik orang itu dapat di
nilai berbohong atau tidak apabila sedang menjawab pertanyaan yang
diberikan. biasanya pertanyaan-pertanyaan yang di berikan tidak
terstruktur tetapi masih dalam satu topik, pertanyaan tidak terstruktur
tersebut di lakukan agar tidak hanya fokus terhadap
pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan. dengan adanya topik, orang
yang sedang di wawancarai tidak asal menjawab bahkan menjawab di luar
dari topik yang sedang di bahas. hal itu di lakukan untuk mengetahui apa
yang sebenarnya sedang terjadi pada klien psikolog tersebut. psikolog
pun dapat mengetahui simtom-simtom dalam diri klien itu. jadi wawancara
sangat di perlukan dan sangat penting untuk di pelajari agar tidak salah
mendiagnosa seseorang serta untuk mendapatkan informasi yang
diperlukan.
4 Maret 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar