Rabu, 10 Desember 2014

Challenges to Sexual Functioning (Agnes Aryanti)

   Minggu pertama setelah uts adalah giliran kelompok saya untuk presentasi. Kelompok saya akan membahas bab tentang “ Challenges to Sexual Functioniní”.  kelompok kami akan membahas tentang disfungsi seksual. Sebelum kita membahas tentang disfungsi seksual, harus dapat membedakan masalah umum dengan True Seksual Functioning. Masalah umum itu termasuk kurang gairah, kurang antusias untuk seks dan  ketidakmampuan untuk seks, sedangkan True Seksual Functioning adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan ereksi atau orgasme pada saat hubungan seksual.
     Ada 2 faktor dalam disfungsi seksual yaitu faktor psikologis dan faktor fisiologis. Faktor psikologis dapat meliputi kecemasan, ketakutan, sedang ada konflik dengan pasangan, ataupun rasa bersalah. Sedangkan faktor fisiologis meliputi penyakit, kecacatan, dan masalah obat-obatan.
     Ada dua kategori sexual desire disorders, yaitu hypoactive sexual desire (HSD) dan sexual aversion. hypoactive sexual desire (HSD), yaitu ada perasaan yang berkurang atau tidakadanya ketertatikan untuk melakukan aktivitas seksual, tapi masih dapat berfungsi secara seksual. sedangkan sexual aversion adalah cenderung untuk menghindari kontak genital. Hal ini dapat disebabkan karena mengalami pelecehan seksual secara terpaksa, kasar dan menghasilkan rasa bersalah pada individu.
  Terdapat 2 jenis Sexual Arousal Disorders ada yang female dan juga yang male. Female Sexual Arousal Disorder adalah Ketidakmampuan secara terus menerus atau berulang kali untuk mendapatkan atau mempertahankan lubrikasi yang diperlukan untuk memadai gairah seksual, sedangkan Male erectile disorder: ketidakmampuan seseorang untuk mempertahankan ereksi. Dari kedua jenis seksual arousal disorder ini dapat disebabkan oleh faktor psikologis dan fisiologis.
     Setiap orang dapat mencapai orgasm dengan berbeda-beda dan memiliki keinginan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Ada 3 katagori orgasm disorder, yaitu Female orgasmic disorder, Male orgasmic disorder, Premature ejaculation.
     Vaginismus adalah kondisi dari seorang perempuan yang mengalami gangguan pada otot disekitar jalan masuknya sperma menuju mulut rahim yang tidak mampu berkontraksi dengan baik pada saat terjadinya intercouse. Vaginismus dapat disembuhkan dengan kombinasi dari medis dan konseling. Dalam medis terdapat alat yang bernama Dilators dapat membantu untuk membuka dan membuat vagina menjadi releks.
     Banyak penyakit-penyakit yang dapat membuat disfungsi seksual, di antaranya penyakit jantung, diabetes,ataupun kanker. Kondisi lain yang berpengaruh pada fungsi seksual adalah penyakit penarfasan. Orang dengan gangguan psikologis juga dapat memiliki fantasi seksual, kebutuhan, perasaan, dan hak yang sama untuk seksual.

27 Okt 2014

Challenges to Sexual Functioning (Ivana Cahaya Salim)



Sexual desire disorder:
1. Hypoactive sexual desire: kurang atau tidak tertarik untuk melakukan aktivitas seksual. Penyembuhannya dengan terapo pernikahan atau CBT agar pola pikit dan perilakunya berubah.
2. Sexual aversion: menghindari kontak genital. Penyembuhannya dengan CBT.

Sexual arousal disorder:
1. Female sexual arousal disorder: ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan lubrikasi
2. Male erectile disorder: ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi.

Treating male erectile disorder:
1. Psychological treatment: systematic desensitization atau couple therapy
2. Pharmacological treatment: menggunakan viagra
3. Hormonal treatment: suntik hormon
4. Intracavernous injection: suntik dibagian penis ketika tidak ereksi
5. Vacuum constriction devices: berbentuk tabung lalu dipompa agar penis ereksi
6. Surgical treatment: memasukan rod kedalam penis (prosthesis implantation).

Orgasm disorder:
1. Female orgasmic disorder: orgasme yang tidak muncul atau tertunda. Pemyembuhannya dengan komunikasi, systematic desensitization, sex education, dll.
2. Male orgasmic disorder: orgasme yang tidak muncul atau tertunda tetapi sangat jarang terjadi sekali. Penyembuhannya dengan ganti obat yang dikonsumsi.

Premature ejaculation: ejakulasi dini, terjadi sebelum penetrasi atau sebelum orang menginginkan. Penyembuhannya dengan squeeze technique atau stop-start technique.

Other ejaculatory dysfunctions:
1. Retrograde ejaculation: sperma mengalir terbalik ke kantung kemih bukan ke uretra
2. Retarded ejaculation: tidak dapat mencapai ejakulasi atau membutuhkan waktu yang lama untuk ejakulasi.

Pain disorders:
1. Vaginismus: mengalami gangguan pada otot disekitar jalan masuk sperma menuju mulut rahim wanita tidak mampu berkontraksi dengan baik pada saat terjadinya intercourse. Penyembuhannya dengan menggunakan dilators.
2. Dyspareunia: dapat muncul sebelum, selama, dan sesudah melakukan hubungan seksual.

4 Des 2014

Sexual Expression (Ivana Cahaya Salim)



Tiga aspek yang mempengaruhi seksualitas:
1. Hormon:
2. Etnis
3. Agama

Sexual responses in women:
1. Excitement phase: meningkatnya aliran darah disekitar genital, vagina
2. Plateau phase: payudara membesar dan clitoris mulai tertarik
3. Orgasm phase: menebalnya dinding vagina
4. Resolution phase: kembali ke kondisi sebelum fase excitement.

Sexual responses in men:
1. Excitement phase: meningkatnya aliran darah disekitar genital, penis
2. Plateau phase: kulit menjadi kemerah-merahan
3. Orgasm phase: orgasme dan ejakulasi tidak selalu muncul bersamaan
4. Resolution phase: kembali ke kondisi sebelum fase excitement.

Foreplay adalah langkah awal untuk melakukan kegiatan seksual seperti bersentuhan atau berciuman.

Oral sex terbagi menjadi dua:
1. Cunnilingus: pada wanita
2. Fellatio: pada laki-laki.

Position for sexual intercourse:
1. Male on top: posisi yang paling umum, wanita berada dibawah pria
2. Female on top: pria berada dibawah wanita
3. Side by side: tiduran pada salah satu sisi badan dan wanita mengangkat kakinya
4. Rear entry: wanita melakukan posisi seperti anjing dan pria berada di belakang (doggy style).

4 Des 2014

Varieties of Sexual Expression (Ivana Cahaya Salim)


Paraphilia adalah perilaku seksual yang berkaitan dengan keinginan pada objek erotis yang tidak biasa atau berbeda.
Prarafilia dimulai dari:
1. Biological theory: mengalami epilepsi lobus temporal, tumor otak, dan gangguan tertentu pada daerah otak
2. Psychoanalytic theory: mengalami masa sulit ketika bayi yang berhubungan dengan krisis oedipal dan castration anxiety
3. Developmental theory: terganggu perkembangan kelaminnya
4. Behavioral theory: melalui pengkondisian
5. Sociological theory: menelaah cara masyarakat mendorong perilaku tertentu.

Tipe-tipe parafilia:
1. Fetishism: suka dengan benda mati atau bagian tubuh tertentu
2. Transvetic fetishism: menggunakan pakaian lawan jenis
3. Sadism: dominan, menimbulkan rasa sakit pada pasangannya
4. Masochism: submissive, menerima rasa sakit dari pasangannya
5. Exhibitionist: memperlihatkan kelamin kepada orang yang tidak dikenal
6. Voyeurism: mengintip orang lain melakukan aktivitas seksual
7.Pedophilia: menyukai anak dibawah umur, melakukan aktivitas seksual
8. Frotteurism: menggesekan kemaluan ya dengan orang lain dikeramaian
9. Zoophilia: melakukan hubungan seksual dengan binatang
10. Necrophilia: melakukan hubungan seksual dengan mayat.



Treatment:
1. Systematic desensitization: diajarkan untuk santai saat bergairah atau stimulus yang memancing kecemasan
2. Shame aversion: menguatkan rasa malu
3. Orgasmic reconditioning: mengubah fantasi saat orgasme pada saat masturbasi dan mencoba mengkondisikan dirinya dengan membangkitkan fantasi konvensional
4. Satiation therapy: mengurangi dorongan stimulus yang tidak diinginkan untuk masturbasi.

4 Des 2014

Sexual Image and Selling Sex (Ivana Cahaya Salim)


Perkembangan pornografi sekarang ini berkembang sangat cepat. Biasanya melalui media cetak, televisi, internet, seni, dan lain-lain. Media massa paling berpengaruh karena semua kalangan umur dapat melihatnya. Seperti anak kecil melihat taya gan di televisi, hal itu dapat mengubah cara pikirnya tentang seksualitas.

Prostitusi diartikan sebagai tindakan memperkerjakan tubuh seseorang untuk melakukan hubungan seksual.ntidak hanya wanita saja yang bisa menjadi prostitusi atau yg biasa disebut pelacur, tetapi laki-laki juga bisa menjadi prostitusi atau yang biasa disebut gigolo. Biasanya mereka melakukan hal ini semata-mata hanya untuk mendapatkan uang. Mereka membutuhkan uang cepat dan tidak mendapat kerja sehingga menghalalkan segala cara dengan menjadi pelacur atau gigolo.

Tipe-tipe prostitusi wanita:
1. Streetwalkers adalah pelacur jalanan tanpa memiliki mucikari (gremo), biasa ada dipinggir jalan menggunakan pakaian ketat dan sepatu hak tinggi.
2. Pelacur bar, bekerja untuk meningkatkan pelanggan bar.
3. Pelacur hotel, bekerjasama dengan bellboy atau puhak hotel lainnya untuk meningkatkan pelanggan.
4. Brothel prostitute, rumah para pelacur yang dilindungi oleh gremo.
5. Panti pijat pelacur, melakukan pijat plus plus kepada pelanggan dan dilundungi oleh keamanan panti pijat.
6. Escorts, sama seperti panti pijat tetapi tidak bertanggung jawab atas aktivitas seksual.
7. Gadis panggilan dan courtesans, kelas tinggi prostitusi yang melibatkan wanita panggilan dan pelacur.
8. Prostitusi bondage & discipline (B&D), menggunakan cambu, kulit, dan rantai.

Tipe-tipe pelacur pria:
1. Street and bar hustlers, menggoda para klien dijalan atau taman.
2. Escorts, biasanya memanfaatkan orang lain untuk melayani klien.
3. Call boys, memiliki kelompok klien dan melakukan kegiatan seksual secara teratur.
4. Transexual and transvestite prostitute, laki-laki menjadi wanita.

4 Des 2014

Rape and Sexual Assault (Ivana Cahaya Salim)


Sexual assault sama dengan pemerkosaan. Pemerkosaan itu dilakukan paksa secara psikis dan psikologis.
Efek dari pemerkosaan terhadap wanita adalah acute stress, jika dilakukan oleh orang yg tidak dikenal maka korban akan merasa takut, rasa bersalah dan cemas, kemudian jika dilakukan oleh org yang dikenal maka korban akan merasa tidak percaya diri dan depresi.
Biasa atlit lebih agresif. Dia merasa kalau dirinya maskulin jadi terkadang melakukan pemerkosaan. Jika lesbian mengalami pemerkosaan, maka dia akan bingung terhadap self image nya, dia berpikir kalau dia lesbi tetapi diperkosa oleh laki-laki sehingga dirinya menjadi bingung.
Pria bisa saja menjadi korban pemerkosaan. Pemerkosaan yang dikakukan wanita terhadap laki-laki adalah dengan menggunakan verbal. Biasanya laki-laki tidak melapor ke pihak yang berwajib jika diperkosa, karena dia merasa malu, jadi diaimpan sendiri dan menjadi depresi.
Banyak juga kekerasan seksual terjadi pada anak-anak, biasanya memasukan jadi ke vagina atau juga sodomi. Biasanya juga anak kecil tidak berani bilang ke orang dewasa kalau dia mengalami pelecehan seksual karena tidak berani, dia takut pada pelaku. Anak ini juga dapat mengalami masalah keintiman dan seksual di masa depannya atau jika sudah besar nanti.
Pelaku pemerkosaan adalah orang yang mengalami masa kecil yang tidak bahagia dan juga pria heteroseksual. Pelaku seksual juga biasanya masa kecilnya pernah mengalami pelecehan seksual maka dari itu dia juga melakukan kepada org lain (learning theory).
Pengobatan untuk korban pemerkosaan adalah menggunakan terapi kognitif dan behavior. Korban ingin merasakan ikatan emosional dengan orang lain.
Pencegahan pemerkosaan adalah dengan sex education.
Intimate partner violance atau domestic violance berdampak psikologis dan fisiologis pada korban. Korban tetap bertahan dengan pasangannya karena merasa takut, isolasi, finansial, dan rendah diri. Cara pencegahannya adalah lingkungan yg sehat dan pendidikan seksual.

21 Nov 2014

Love and Intimacy (Ivana Cahaya Salim)


There are 3 types of love:
1. Romantic love
2. Passionate love
3. Companionate love

Romantic love comes with a sense of ecstasy and anxiety, physical attraction, and sexual desire we tend to idolize the partner, ignoring the faults in the newfound joy of the attachment.
Romantic love was the most desirable form of loving relations.

Passionate love blooms in the initial euphoria of a new attachment to a sexual partner.
This type is known as lust love because they using their partner to have sex, there is no commitment in this love.

Companionate love is a combination of intimacy and commitment. Marriage are based on this love. Not just only closeness to your partner but there is commitment in the relationship. If relationship are continuos, romantic love must develop to companionate love.

John Alan Lee, 6 basic types of love:
1. Eros (romantic love), sharing one’s intimate and sexual with other
2. Ludus (game playing lover), create fun and excitement for each other
3. Storge (quite, calm lover), based on similarity, starts form friendship
4. Mania (crazy lover), create a secure feeling of specialness to each other
5. Pragma (practical love), driven by realities with the purpose of achieving a common goals
6. Agape (selfless love), support and solve the other’s problems.

Robert Sternberg, love is made up of 3 elements:
1. Intimacy: the close bonds of loving relationship. They make each other happy, help each other, communicate with each other, etc.
2. Passion: physically attracted to each other. It is a way for couples to express feeling of nurture, dominace, submission, self-actualization, etc.
3. Commitment: committed to being together for a long period of time.

Theories of love:
1. The behavioral reinforcement theories= we love because the other person reinforces positive feeling in ourselves
2. The cognitive theories= we love because we think we love
3. Physiological arousal theories= people are vulnerable to experience love or emotion when physiologically aroused
4. Evolutionary perspective of love= love developed of our need to be protected from outside threats
5. Biological theories= pheromones may contribute to feelings of love. Neurotransmitter and brain included.

Love develops over the life cycles:
1. Infancy= attachment to our caregiver
2. Adolescence = deals with issues of seperation
From our parents= explore adults ways of loving.



Developing intimacy begins with understanding ourselves and liking ourselves.
Some people use love as a means to manipulate and control others.

29 Okt 2014